Novel yang Luar Biasa dan Menginspirasi

NEGERI 5 MENARA

(Pengarang : Ahmad Fuadi)

Novel ini memberikan pelajaran kepadaku bahwa untuk memilih sekolah itu tidak harus dipaksakan, jika memang tidak / belum sesuai dengan kemampuan yang kita miliki terutama kemampuan ekonomi keluarga. Jika kita ikhlas menerima sesuatu ya…. walaupun itu tidak sejalan dengan pemikiran kita, insyaallah akan menjadi yang terbaik bagi kita. “Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian“.

Selain itu, betapa tak kalah asyik dan menyenangkan tinggal di pondok pesantren. Cerita tentang kehidupan pondok tersebut memberikan pengetahuan lebih kepadaku. Terutama 3 kata mutiara yang ada dalam novel tersebut. Man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses), man shabara zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung) dan man sara ala darbi washala (siapa yang berjalan di jalanNya akan sampai ke tujuan). Dengan banyaknya bahasa Arab dalam novel tersebut, menjadikan aku tertarik untuk mempelajari bahasa Arab. Dan alhamdulillah aku berhasil mempelajari sedikit bahasa Arab walaupun dengan banyak kesulitan. Ckckck *_*. Sehingga saat ini aku beralih mempelajari bahasa Prancis walaupun aku masih tertarik dan akan berusaha lagi mempelajari bahasa Arab.

RANAH 3 WARNA

(Pengarang : Ahmad Fuadi)

Gambar

Novel yang berjudul Ranah 3 Warna ini merupakan novel yang paaaaaling aku sukai. Karena isi novel tersebut sedikit mirip dengan kehidupan yang aku alami. Dan juga mimpi-mimpi yang sangat aku harapkan semoga suatu saat nanti bisa tercapai. Di novel itulah Pengarang menceritakan kegigihan Alif selama masa kuliah hingga akhirnya sampai Benua Amerika. Dan mungkin kehidupan Alif ketika kuliah sama dengan kehidupanku ketika kuliah nanti. Ya… pasti kalian juga bisa menebak, harus bekerja keras karena alasan biaya. Kuliah dengan modal tekad dan keberanian demi cita-cita. Selain itu cerita Alif yang ingin kuliah di ITB tetapi tidak jadi kurang lebih sama denganku. Tetapi kalau aku sih karena alasan biaya and biaya lagi. Walaupun aku nanti juga akan kuliah sambil bekerja, tapi biaya sebesar itu tetap saja terlalu berat bagiku. Novel ini memberikan bayangan tentang kehidupan kuliah nanti terutama usaha mati-matian meraih cita-cita.

Selain itu, karena dalam novel tersebut banyak menggunakan bahasa Prancis aku juga tertarik untuk mampelajari bahasa Prancis. Dan sudah aku sebutkan di atas bahwa alhamdullilah saat ini aku sedang belajar bahasa Prancis. Ya.. sudah lumayan banyak sih, hanya kurang waktu aja karena sibuk persiapan UN. Dan aku ingin suatu saat nanti bisa mempraktekkannya di Quebec. Salah satu tempat di Benua Amerika tepatnya di Canada. Jujur saja aku juga tertarik dengan tempat itu, terutama dengan pohon maple yang ada di sana. Pernah terlintas di pikiranku, suatu saat nanti jika aku ke Canada aku ingin mengawetkan daun maple merah (saat musim gugur) dan melaminatingnya jika mungkin. Bahkan aku juga berpikir untuk menanam pohon maple di daerah tempat aku lahir, yaitu pegunungan paling selatan di Indonesia (hah.. walaupun itu sangat tidak mungkin). Jikalau mungkin, subhanallah keajaiban Tuhan yang luar biasa. Ah… tak ada habis-habisnya ngomongin novel Ranah 3 Warna. This is my first favorite novel.

LASKAR PELANGI

(Pengarang : Andrea Hirata)

Novel ini bercerita tentang anak-anak desa yang kurang mampu dalam bidang ekonomi tetapi mempunyai cita-cita yang tinggi. Novel inilah yang membuatku lebih bersemangat untuk sekolah, mensyukuri semua yang Allah SWT berikan dan inilah novel pertama yang membuat aku sempat menitikkan air mata. Salah satunya Lintang yang harus mengayuh sepeda sejauh 80 km untuk bersekolah. Selain itu dia juga masih melewati rintangan ketika di jalan, dan sekolah yang menurutku kurang layak untuk dijadikan tempat pendidikan. Sedangkan aku, jarak sekolah dengan rumah hanya beberapa km, pp menggunakan kendaraan, fasilitas disekolah sangat baik dan perbedaan antara sekolah Lintang dengan sekolahku sangatlah jauh berbeda. Semua inilah yang membuat aku sadar dan bersyukur atas semua yang telah Allah berikan. Selain itu aku berusaha memanfaatkan semua pemberianNya dengan sebaik-baiknya. Aku harus bisa mencapai cita-citaku. Kalau Laskar Pelangi pun bisa meraih cita-cita walau dengan ketercukupan dan keterbatasan (fasilitas) seharusnya aku lebih bisa dan harus bisa. Perbedaan itulah yang membuatku selalu berusaha untuk bersyukur dan bersemangat menjalani hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s