Pengajian yang Luar Biasa

Teman, kali ini aku akan mereview tetang pengajian yang diadakan di Masjid Al Ikhlas Wonosari Yoyakarta pada tanggal 29 November 2012. Pengajian yang bertema Pray for Palestine. Dalam pengajian itu aku merasa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan luar biasa. Pematerinyapun juga sangat hebat menurutku, sayangnya aku lupa nama beliau. Beliau masih muda, seorang insinyur, motivator dan merupakan pengusaha yang sukses. Mungkin lulusan teknik fisika (cuma menebak). Karena apa yang beliau sampaikan dihubungkan dengan atom sampai teori kuantum dan frekuensi gelombang di alam. Jadi, penyampaiannya itu secara ilmiah deh pokoknya, nggak cuma hanya pada ayat tapi bisa dijelaskan dan Islam itu istimewa. Materi yang aku review hanya yang ingat saja😀

Mau tahu? Baca dulu dong….

Pertama. Ternyata teman, apa yang kita pikirkan itu mempunyai frekuensi gelombang yang berbeda-beda. Misalnya saja frekuensi saat kita berfikir / berniat untuk memberi sedekah kepada orang lain, dengan kita berfikir tentang hal yang buruk itu frekuensinya berbeda. Sedangkan di alam ini juga terdapat jutaan gelombang yang berbeda pula. Nah, apabila gelombang yang ada dalam fikiran kita itu sama dengan gelombang yang ada di alam, maka kedua gelombang itu akan saling bergabung, pokoknya saling memberi deh. Misal, frekuensi fikiran sama dengan frekuensi gelombang alam, maka frekuensi fikiran kita akan mengirimkan istilahnya sinyal kepada alam dan alam akan memberikan suatu balasan yang sesuai dengan apa yang kita fikirkan. Jadi mari kita berfikir positif, melakukan hal yang positif agar apa yang kita dapatkan juga positif.

Kedua. Sebelumnya aku mau tanya, apakah teman-teman ingin sukses? Aku yakin jawabannya adalah YA. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, untuk mencapai kesuksesan itu kita harus bekerja keras dan berdoa. Tidak ada orang sukses yang tanpa kerja keras, usaha dan doa. Kita sudah kerja keras dan usaha semaksimal mungkin. Namun mengapa kesuksesan itu tak kunjung datang? Maka, carilah tahu dan cari jalan keluarnya. Doa. Doa dilakukan bersamaan dengan ibadah kita kepada Allah. Kita meminta yang terbaik dari Allah. Hal yang perlu digaris bawahi, apakah kita sudah memberikan yang terbaik kepada Allah sampai-sampai kita meminta yang terbaik juga. Mari mengoreksi diri; shalat kita, amalan, ibadah. Dari sini aku sadar, aku menginginkan sebuah kesuksesan tentang sejuta cita-cita terutama untuk keliling dunia tapi aku juga sadar aku belum memberikan hal yang terbaik untuk Allah. Maka dari itu teman, mari memberikan yang terbaik kepada Allah supaya Allah pun memberikan hal terbaik yang kita inginkan (kata yang akan terkenang sepanjang masa hidupku). Amin.

Ketiga. Orang sukses pasti pernah bahkan sering mengalami kegagalan. Karena orang yang tidak mau mencoba tidak akan pernah sukses. Kita ambil contoh misal Thomas Alfa Edison, beliau berhasil membuat lampu karena kerja kerasnya. Dia tidak pernah menyerah, sampai percobaan yang ke 999 dia masih gagal. Tapi, dia tetap melanjutkan percobaannya. Andaikan saja beliau tidak melanjutkan percobaan, pasti sekarang ini kita tidak bisa merasakan terangnya lampu. Maka dari itu jangan pernah kita berputus asa, karena Allah itu pasti memberikan jalan kepada kita.

Keempat. Orang sukses selalu menyedekahkan sebagian dari hasil yang ia dapatkan. Karena apa yang kita sedekahkan kepada orang lain itu akan kembali kepada kita, bahkan bisa lebih dari banyaknya yang kita sedekahkan. Tiap bulan orang tua kita mampu membayar pajak, listrik, pulsa, internet, sekolah dan kebutuhan lainnya. Apakah kita masih tidak mampu untuk bersedekah dengan menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk orang lain. Sedekah yang kita berikan juga tidak harus berupa uang bisa juga tenaga maupun hal lainnya. Jika kita ikhlas menyedekahkan tenaga kita untuk Palestina kita bisa bergabung dengan MSI. Terutama buat teman-teman yang bisa medicine. Tenaga kita sangat dibutuhkan bagi saudara-saudara kita di sana.

Kelima. Jika ada masalah janganlah kita mengeluh. Apalagi berkata, “wahai Allah masalahku sangat berat”. Tapi, ubahlah kata itu dengan kata, “wahai masalah Allah itu Maha Besar”.

Selain materi di atas masih banyak hal yang aku dapatkan dari pengajian ini. Aku sangat bersyukur aku bisa mengikuti pengajian ini. Sungguh, sangat bermanfaat. Menyadarkan diri kita, terutama tentang sejuta cita-citaku. Mari koreksi diri dan perbaiki diri. Jangan menyerah!!!

O… iya ada video menarik juga lho, ini dia😀 (selamat menyaksikan) => klik di sini

eprilie.blogspot.com

30/11/12 23:48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s