Si Kecil Delisa, Membuat Hidup Lebih Bermakna

Akhirnya selesai juga membaca novel Hafalan Shalat Delisa. Novel yang begitu luar biasa. Novel yang telah membuatku meneteskan air mata, terutama mulai halaman 60-an sampai terakhir.

Ya… Allah, betapa mulianya sosok Delisa. Selalu bersyukur dengan apa yang Engkau berikan. Sampai musibah yang sebesar itupun Delisa menerimanya dengan ikhlas dan senyum yang menawan. Musibah yang telah menghilangkan keluarganya, kakinya, kebahagiaannya. Sedangkan aku, sulit bagiku untuk menerima musibah walau hanya sekecil atom yang hanya bisa dibayangkan.


Seiring dengan berkembangnya globalisasi, banyak orang yang lebih mementingkan waktu, uang dan segalanya dengan mengabaikkan ibadah. Sedangkan Tuhan menciptakan kita supaya kita senantiasa beribadah kepadaNya. Salah satunya tidak mensiasiakan waktu hidup kita. Seperti Delisa dalam novel Hafalan Shalat Delisa.

Hal utama yang hendak di kemukakan dalam novel Hafalan Shalat Delisa ini adalah supaya kita selalu hidup bersyukur dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita miliki di dunia itu hanyalah untuk sementara. Tidak ada yang abadi. Sungguh betapa mulianya sosok Delisa dalam novel tersebut. Anak kecil yang hidup dengan keluarga yang sangat menyayanginya. Dia berusaha keras untuk melakukan shalat dengan khusu’, walaupun banyak rintangan salah satunya hafalan bacaan shalatnya. Ketika waktu yang ditunggu-tunggu itu tiba, waktu dimana dia bisa shalat dengan khusu’ disaat itu juga tsunami menerjang daerahnya. Hingga akhirnya dia kehilangan segalanya. Saudara, ibu, kaki kanan, rumah, hafalan shalat, gigi depannya, hanya satu yang tertinggal untuknya seorang ayah yang sangat menyayanginya. Lalu, apa yang Delisa rasakan? Kesedihan? Atau, kemarahannya kepada Tuhan?. Tidak. Dia selalu menghilangkan perasaan itu dan berusaha untuk mengikhlaskan semua bersama senyumnya. Hingga hilangnya ibu Delisa yang penuh teka-teki itupun dia menerima dengan sabar. Sungguh anak yang luar biasa. Hingga akhirnya senyum menawan itupun datang bersama hadiah yang hampir saja dilupakannya. Hadiah yang tak terduga sebelumnya.

Novel ini ditulis dalam kesadaran ibadah. Selain itu, disajikan dengan gaya sederhana namun sangat menyentuh. Dengan tulisan yang sangat mudah untuk diimajinasikan, pembaca serasa berada di dalam novel tersebut. Hingga pembaca pun dapat merasakan bagaimana jikalau ia menjadi sosok Delisa. Dengan membaca novel tersebut, kita juga akan merasa betapa berharganya waktu walau hanya sedetik. Maka, jangan pernah menyianyiakan waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, besok, sampai kapanpun kita tidak akan pernah tahu. Selain itu, kita juga akan lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki dan menerima semua dengan ikhlas. Sosok Delisa yang telah kehilangan semuanya kecuali ayah pun masih bisa tersenyum. Dengan membaca novel ini kita akan belajar tentang senantiasa bersyukur kepada Tuhan, menerima dengan ikhlas dan mamanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Selain itu, novel  ini mengajarkan kita untuk membuat hidup lebih bermakna.

eprilie.blogspot.com

17/11/12 19:58

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s