Pengaruh Panas Terhadap Hambatan Kawat

Resistivitas sebuah konduktor logam hampir selalu bertambah dengan suhu yang semakin bertambah. Jika suhu bertambah, ion-ion konduktor itu bergetar dengan amplitudo yang makin besar, yang membuat lebih cenderung terjadi tumbukan elektron yang bergerak dengan ion ini merintangi elektron melalui konduktor sehingga akan merintangi arus (Young dan Freedman, 2003 : 227).

Resistivitas grafit (non-logam) berkurang dengan suhu yang semakin bertambah karena pada suhu yang lebih tinggi, lebih banyak elektron “digoyang lepas” dari atom dan menjadi bebas bergerak ; maka koefisien suhu resistivitas gravit adalah negatif. perilaku yang sama ini terjadi untuk semikonduktor. Maka megukur resistivitas sebuah kristal semikonduktor yang kecil adalah sebuah pengukuran suhu yang peka ; inilah prinsip sejenis termometer yang dinamakan termistor (Young dan Freedman, 2003 : 228).

Capture

Dalam persamaan ini, R(T) adalah hambatan pada suhu T dan R0 adalah hambatan pada suhu T0, seringkali diambil sebagai 0°C atau 20°C. Koefisien suhu dari hambatan α adalah konstanta yang sama. Jika dimensi L dan A tidak berubah cukup banyak dengan suhu ; ini sesungguhnya merupakan kasus untuk kebanyakan material konduksi. dalam batas-batas berlakunya, perubahan hambatan yang dihasilkan dari perubahan suhu T-T0 diberikan oleh R0.α.(T-T0) (Young dan Freedman, 2003 : 230).

Sumber :

Young dan Freedman. 2003. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

One thought on “Pengaruh Panas Terhadap Hambatan Kawat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s