Naik.. naik.. dan teruuuusss naik #Merbabu

3145 mdpl :)
3145 mdpl🙂

Muncak Gunung Merbabu #part2

Assalamu’alaikum wr wb

Ciiaaaaaa… akhirnya bisa muncak juga, seneng tau🙂😀 :v

Biarin dibilang nora, biarin bilang kampungan, wajarlah klo senengnya berlebihan namanya juga perdana :p :p :p :p

Dan lebih-lebih itu masuk dalam list mimpi “Muncak bareng temen-temen UKM Penelitian UNY”. Sreeeetttt… tercoret deh 1 mimpi🙂

Ok.. langsung baca aja ya curcolnya,, hehe…

Kita muncak lewat jalur Wekas. Naik.. naik.. dan teruuuuussss naik **alay.. biarin :p :p :p **. Melewati sisa-sisa kebun brokoli yang masih sanggup bertahan di track pendakian yang semakin tinggi. Tak lebih 500 m dari langkah pendakian kami disambut oleh kemegahan gerbang Cemara Sewu **klo ga salah, hihi, itu katanya mas Brili**. Disana kami sempatkan berhenti sebentar, menata kembali energi yang sempat berkurang sedikit tadi itu. Beliau juga menceritakan tentang pos dan apa yang akan kita lewati di perjalanan nantinya. Diawali dengan doa dan semangat 45 **terkhusus aku,,, semangat banget pokoknya😀😀😀 ** kami memulai langkah menuju puncak. Go.. go… go** ini muncak beneran menn^^, iya beneran, bukan bukit #upss maksudnya Gunung Nglanggeran**.

Ini nih oleh-oleh buat blog ku tercinta “Pemandangan dari Cemara Sewu”

 

2014-06-21 13.59.51
Kabutnya bikin adem #bbrrrrrr….
2014-06-21 14.07.24 - Copy
Udara dingin gini enaknya di buat sup brokoli tuh,,,🙂

Seneeeng banget🙂🙂🙂 akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga.. puas rasanya😀
Nyesek banget pernah gagal muncak 2x padahal dah packing:/

Lupakan.. ok??!!

Track yang kita lalui lumaya sih masih bisa dibilang landai apalagi ada tangganya **walaupun cuma dikit, tapi cukup membantu itung-itung menghemat energi**. Oh iya.. lupa man teman, kita mulai muncak terhitung dari Cemara Sewu sekitar abis Ashar **mungkin jam 4an**. Untuk mengembalikan energi kita juga banyak istirahat, hahh lebih-lebih sambil foto.

2014-06-21 16.46.27 - Copy
Diantara kebun bunga “putih”

Oh iya, ini nih jepretan yang sempat tak ambil di kanan kiri track pendakian, lagi-lagi buat oleh-oleh blog tercinta🙂🙂🙂🙂


**maap jepretannya jelek maklum fotografer amatiran, hehe… lagi-lagi cuma pake hp**

2014-06-21 14.20.51

Mendung menn… ada suara petir juga, tapi Alhamdullillah ga hujan :’)

2014-06-21 14.33.54

2014-06-21 14.44.07
Warna pohonnya bagus (aslinya), sedikit orange kena lumut
2014-06-21 14.45.06
Pohon tumbang yang ke-….
2014-06-21 16.45.50
Awannya cantik,,, cantikkk banget **yeyee.. ga jadi hujan**

Perjalanan masih panjang menn^^ yuk dilanjut🙂

Menyususri track yang sudah ada sambil menikmati pesona Gunung Merbabu yang subhanAllah begitu indahnya😉 . Di tengah perjalanan menuju pos 2 mas Yudik bilang “ntar klo mau ke puncak kita lewat bukit itu”. Ini nih bukitnya😀

2014-06-21 16.45.55
Sayangnya fotonya jelek😦

Awalnya sempat ragu, emang aku bisa??? Apapun yang terjadi aku harus bisa karena itu sudah menjadi PILIHAN. Semangat!!!

Tak lebih dari satu jam, kami berenam sampai di pos dua. Gileee rame bingit **kaya kemah aja, wkwkwk**. Cuz mendirikan tenda, shalat, masak, makan, dan tidur. Sumpah aku ga bisa tidur, dingin,, dingiiiin banget,, padahal baru 110 C. Rasanya kaya ditusuk-tusuk jarum, tubuh gemetaran semua, sleeping bad limit dipake berdua sama mb Lisa,, aaaa rasanya kaya mau mati **mungkin karena belum terbiasa dengan temperature udara sedingin itu kali yaa**. Beneran.. seriusan deh, wah pokoknya aku udah pasrah deh😦 .

Tik tok tik tok… akhirnya jam sebelas kita harus bangun melanjutkan petualangan. Huhh.. rasanya males banget ga mau ikut. Tapi,,, apa iya udah di tengah perjalanan mau berhenti???!! Tetep semangat ga boleh menyerah, ok???!!! fighting

Menyusuri jalan yang semakin terjal dan terjal dalam keheningan malam, dengan tubuh yang masih sempoyongan karena ngantuk dan kedinginan. Langkah demi langkah kita lalui, akhirnya bisa melihat keindahan kerlap-kerlip kota Magelang di bawah taburan kemilau bintang. Menjadikanku semangat,, yakin pril yakin,, semangatmu akan terbayar di puncak kok😉 . Mata pun semakin memancar dan dingin malam itu mampu terkalahkan oleh semangat yang membara. Di tengah perjalanan entah kenapa kerap sekali mb Solihat, mb Lisa, mas Brili berhenti. Jujur aku tak ingin semangatku hilang dalam pemberhentian itu sehingga akupun segera bergegas mengikuti langkah mas Sulthon dan mas Yudik yang sudah agak jauh di depan.

Beberapa menit perjalanan pendakian –“

Krik krik krik… belakang sepi kali… ga ada orang. Kita bertiga berhenti menunggu mereka, namun yang ditunggu pun tak kunjung datang. Salah satu diantara kami menyusul mereka kembali, eh ga taunya mb Lisa sakit **ga tau sakit apa**.

Entah pertimbangan apa **aku lupa** akhirnya kami bertiga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan akan bertemu di…. **ga tau nama tempatnya.. yang jelas dataran dan banyak batu-batu besar hmm dekat kawah juga**. Kita sampai di tempat itu sekitar jam 3.00, sambil menunggu waktu subuh aku duduk-duduk deket batu besar **berharap bisa menahan semilir angin**, mas Sulthon juga duduk di sekitar situ, dan mas Yudik tidur di matras yang kami bawa. Nungguin sampai sekitar jam 5, tapi mereka ga sampai juga. Ga normal tau,, harusnya maksimal jam 4an mereka udah sampai -__- . Gerombolan kami bertiga sepi banget, walaupu sampingnya rame pada bakaran, gitaran, dan nyanyi, iya nih gerombolan kita pada kedinginan. Wuahhh disitu juga untuk kedua kali rasanya kaya mau mati, dingiiiin banget, badan gemetaran, pengen jalan kanan kiri tapi anginnya seakan menerbangkan. Sumpah aku udah ga kuat, akhirnya bangunin mas Yudik, tanyain bawa sleeping bad ga, ga katanya. Gileee gimana nih, yaudah kamu gantian yang tidur. Ok fine aku tidur dimatras tapi tetep aja dingin orang matrasnya nyentuh tanah, dan yang bikin dingin itu tanahnya menn. Karena tambah dingin jadinya aku duduk-duduk aja di matras **sumpah aku takutnya klo tiduran ntar kebablasan kedinginan dan hipotermia lalu..**. “Sini-sini…” akhirnya ada secerca harapan hidup, bakar diri **wkwkwk… ga lah**. Di samping tungku api itu kami bertiga menghangatkan diri, Alhamdulillah pertolonganmu datang ya Allah.

Hari semakin siang, mentari pun mulai menampakkan diri dari huniannya. Tik tik tik tik… detik demi detik berjalan, para pendaki yang ingin menyambut sunrise pun segera gencar melanjutkan pendakian mereka. “Mari mas mb..” kata mereka. “Mari..” jawab kami. Beribu kali kalimat itu kami ucapkan, hingga tungku api pun mulai padam, logistik yang kami bawa habis, dan pada akhirnya kami hanya bisa melihat sunrise di tempat itu. Hmmm… awalnya mas Yudik menyuruhku dan mas Sulthon muncak duluan aja trus dia nunggu disitu. Mas Sulthon sih semangat banget,, tapi akunya yang ga mau. Alasannya mau nunggu tiga temen yang dibelakang **walaupun perkiraan pada balik ke bawah**. Tapi sebenernya ada alasan lain juga sih, pertama aku ga berani klo cuma berdua **apa lagi cowo cewe, bahaya tau,, sepi juga**. Kedua, aku dan mas Sulthon itu pendaki pemula, klo tentang jalan sih tinggal nurut tapi aku sendiri belum bisa mengatasi klo ada kecelakaan **ex: jatuh ke jurang, lewat tebing curam, dll**. Dan pada akhirnya fix kita menikmati sunrise disitu abis itu balik turun lagi. Nih fotonya😀😀

2014-06-22 05.51.32

2014-06-22 05.50.07

2014-06-22 05.50.28

Tapi klo dipikir-pikir sayang juga ya, udah setengah perjalanan masak mau turun -_-‘
Apalagi tuh cuaca cerah banget,, pokoknya jangan sampai nyesel deh😉

“Yuk muncak aja, paling ga dari kita berenam ada yang sampai puncak”. Wuihhh,,, seneng bingit menn^^. Semangat ini semakin membara, walaupun lutut semakin tak bersahabat minta berhenti tiap kurang dari 20 m. Dalam setiap langkah yang ada hanya menyemangati diri sendiri “yakin pril.. yakin… usahamu akan terbayar di atas sana”. Track curam dan terjal itu pun berhasil kulalui hingga akhhirnya melewati jalan PHP **ada-ada aja… yang bilang gitu mas Yudik**. Katanya di jalan itu banyak yang putus asa dan banyak juga yang berhenti disitu, jadi tu jalan hanya ngePHP ke puncak. Bismillah semoga ga bagi kami, kami harus sampai puncak. Tak lebih dari satu jam kami sampai di puncak bukit itu walaupun belum sampai puncak yang sesungguhnya **hehehehe**. Beberapa kali aku melihat ke belakang, rasanya tak percaya, aku pun bisa menaklukkan jalan itu, sepanjang mata memandang dari mushola kemarin sore. subhanAllah… sungguh sangat puas bisa MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI, terkhusus menaklukkan kemasalasan, kedinginan, kelelahan, keputusasaan **wahhh pokoknya seneng banget, belum sampai puncak aja rasanya udah kebayar apalagi klo sampai puncak🙂🙂🙂 **.

Puncak Kentheng Songo pun di depan mata, semangat ini semakin membara.. wussss lari kencang menn^^ jurang-jurang pun tak terhiraukan. Hehehe.. sampai-sampai kaki mas Sulthon kena kayu dan tulangnya geser **siapa suruh juga muncak pake sandal jepit**, kasihan juga sih, tapi ga tahu kenapa entahlah aku sama mas Yudik malah ketawa ga berhenti-berhenti, eh yang sakit juga malah ikut ketawa.

Kentheg Songo tinggal beberapa meter menn, semangat!!!

Naik… naik.. dan teruuuuuusss naik, jurang, curam, terjal pun tak terhiraukan. Syukur alhamdullillah sampai juga di Puncak Kenteng Songo, kami bertiga duduk sebentar menikmati kemegahan alam ciptaanNya yang sungguh luar biasa. Berdiri kembali untuk menikmati kemegahan alam lebih luas lagi, eh ga taunya ada ………….…😀😀😀😀

Ikuti cerita selanjutnya di Muncak Gunung Merbabu #part3

Cerita sebelumnya Muncak Gunung Merbabu #part1

Wassalamu’alaikum wr wb

One thought on “Naik.. naik.. dan teruuuusss naik #Merbabu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s