Resistor, Induktor, dan Kapasitor

Yang termasuk komponen pasif adalah resistor, kapasitor, dan induktor.

 

RESISTOR

Resistor
Resistor

Disebut juga dengan tahanan/hambatan, berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Satuan resistor adalah Ohm atau (1 MΩ = 1.000 KΩ = 1.000.000 Ω)

Resistor terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Resistor tetap, yaitu resistor yang nilai hambatannya relative tetap, biasanya terbuat dari karbon, kawat, atau paduan logam. Nilainya ditentukan tebal dan panjang lintasan karbon. Panjang lintasan karbon tergantung kisarnya alur yang berbentuk spiral.
  2. Resistor variabel (Potensiometer), yaitu resistor yang besarnya hambatan dapat diubah-ubah. Yang termasuk ke dalam potensiometer antara lain : resistor KSN (Koefisien Suhu Negatif), resistor LDR (Light Dependent Resistor), dan resistor VDR (Voltage Dependent Resistor).

Kode warna resistor :

Resistor Color Code
Resistor Color Code

Kode Huruf Resistor

Resistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah resistor lilitan kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin.

5W22RJ

Arti angka dan huruf pada resistor dengan kode 5W22RJ adalah sebagai berikut :

5W : berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 Watt.

22RJ : berarti besarnya resistensi 22 Ω dengan besarnya toleransi 5%.

 

KAPASITOR

capasitor

Kapasitor (Kondensator) adalah suatu komponen listrik yang dapat menyimpan muatan listrik.Kapasitor diukur dalam Farad (F) = 1/1.000.000 mF (mikro Farad) = 1/1.000.000.000 nF (nano Farad) = 1/1.000.000.000.000 pF (piko Farad).

Kapasitor elektrolit mempunyai 2 kutub positif dan negative (bipolar). Sedangkan kapasitor kering, misal kapasitor mika, kapasitor kertas tidak membedakan kutub positif dan negative (nonpolar).

Kode angka pada kapasitor :

Kode Warna Kapasitor
Kode Angka Kapasitor

 

INDUKTOR

Induktor
Induktor

Induktor adalah komponen listrik yang digunakan sebagai beban induktif. Kapasitas induktor dinyatakan dalam satuan H (Henry) = 1.000 mH (mili Henry). Kapasitas induktor diberi lambing L, sedangkan reaktansi induktif diberi lambang XL.

 

XL = 2.π.f.LΩ . . . . . . . (1)

 

Dimana :

XL = reaktansi induktif  (Ω)

π    = 3,14 atau 22/7

f     = frekuensi (Hz), 60 Hz

L    = kapasitas induktor  (H)

 

Pada induktor terdapat unsur resistansi (R) dan induktif (XL) jika digunakan sebagai beban sumber tegangan DC, maka hanya terdapat unsur R saja.

 

Dalam sumber tegangan AC berlaku rumus :

Z = V/I , dimana Z² = R² + XL²

XL² = Z² – R²  , Z = √R² + XL²

XL = √Z² – R²

 

Dimana :

Z    = Impedensi ( W )

R   = Tahanan (Ω)

V    = Tegangan AC  (V)

XL = Reaktansi Induktif  (W)

I     = Kuat Arus  (A)

 

 

Sumber :

http://images.wisegeek.com/tan-fixed- resistors.jpg

http://alghafur-artur.blogspot.com/2010/10/resistor-induktor-kapasitor.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s