Diriku dan Sebuah Penyamaran

image

Aku masih tak mengerti dengan orang-orang disini. Dengan hidup yang bagiku bisa dibilang jauh dengan apa yang disebut kuliah.

Yaa namanya juga sekolah, berasa jadi anak SMA lagi. Masa-masa suram yang telah berlalu kini datang lagi. Kini aku masuk jurang yang sama, tak bisa hidup ‘normal’ seperti saat aku benar-benar kuliah di salah satu kampus ternama di Jogja. Ini bukan aku, yaa ini bukan aku. Aku hanyalah sebuah penyamaran belaka. Jiwaku tak disini, hanya raga lemah yang memaksakan diri untuk tetap tersenyum disini. Ibu aku tak betah hidup disini. Ibu, maafkan aku

Jika masih mungkin aku ingin kembali kemasa lalu. Kembali menjadi diriku sendiri. Aku ingin hidup bebas tanpa tekanan. Terbang kemanapun aku mau. Aku ingin menuliskan ideku lagi. Aku ingin bersama orang yang selalu tersenyum dengan ikhlas. Aku ingin bersama orang-orang besar yang selalu memerjuangkan mimpi-mimpinya. Sekarang duniaku berbeda. Aku lupa bagaimana menghidupkan dan memerjuangkan impian. Aku lupa bagaimana menyulut semangat yang dulu begitu menggebu-gebu.

Diriku hanya sebuah penyamaran

Tuhan bantu aku menjadi diriku sendiri..

One thought on “Diriku dan Sebuah Penyamaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s