Ketidakpastian dan Kepastian

https://dewilollypop.files.wordpress.com/2012/08/86cinta-gantung1.jpg?w=685

“Karena dengan ketidakpastian, Allah meminta kita untuk selalu memersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak. Ketidakpastian juga sarana untuk meningkatkan kapasitas kesabaran kita. Kesabaran itu tak ada batasnya, Cuma kapasitas kesabaran kita saja yang terbatas dan salah satu cara untuk meningkatkannya ya dengan menghadapi ketidakpastian itu.”

Just repost from my friend’s status on facebook😀

Harusnya semua laki-laki di muka bumi ini mengerti, betapa mahalnya harga sebuah ketidakpastian. Apalagi bagi makhluk yang bernama perempuan.

Kepastian tidak sesederhana iya atau tidak. Dalam bahasa keputusan, kepastian adalah salah satu sinonim dari keberanian. Tentu saja aku tak mau hidup dengan orang yang tidak bisa memberi kepastian, dan tak terbayang betapa repotnya menghabiskan lebih dari separuh hidup bersama orang yang tak punya keberanian. Maka dia, laki-laki sebelum kamu yang berproses untuk menggenapi itu, langsung tereliminasi dari pilihanku. Aku lebih memilih meninggalkan ketidakpastian dan segera berlari menuju kepastian. Walapun untuk itu, aku harus menempuh jarak yang cukup jauh. Aku tak mau terjebak dalam permainan logika yang bernama asumsi, sedangkan sebagian besar asumsi adalah salah. Aku juga tak begitu mengerti kondisi laki-laki sebelum kamu itu dengan menunda-nunda, yang aku tahu; cara terbaik untuk menghadapi ketidakpastian adalah dengan memastikannya. Bukan dengan asumsi, bukan juga dengan harapan semoga bigini atau andaikata begitu. Dan kepastiannya, aku memutuskan untuk tidak.

Tidak sebentar, cukup lama aku berada di ’ruang tunggu’, sampai Tuhan mengirimkan seseorang kamu untuk menggenapiku. Ah, perempuan memang tak kenal kata sebentar perihal menunggu jodohnya tiba. Bagi perempuan, menunggu jodoh memang selalu lama. Karena itu bukan hanya masalah waktu, tapi juga tentang perasaan. Bukan waktunya yang lama, tapi rasanya yang lama. Dan sebagian besar perasaan, memang seringkali merepotkan. Padahal sederhananya, menunggu hanyalah tentang keyakinan; keyakinan bahwa setiap orangpunya saat yang paling tepat, bahwa setiap orang punya waktu terbaiknya masing-masing, bahwa Tuhan selalu punya maksud dan itu pasti baik. Sedangkan bagi yang tidak yakin? Selamat menderita di ‘ruang tunggu’.

Lalu, kamu pun datang memerkenalkan diri. Bukan sekedar menawarkan keinginan untuk menggenapiku, tapi juga kepastian. Bukan sekedar kepastian waktu, tapi juga kepastian akan dibawa kemana bahtera rumah tangga kita kelak. Dan tak ada yang lebih menenangkan bagi seorang perempuan selain kepastian, walaupun terkadang kepastian itu berupa kenyataan yang sangat pahit. Itu karena, ketidakpastian lebih banyak menghabiskan perasaan daripada kenyataan pahit itu sendiri. Sedangkan perasaan adalah salah satu hal paling berharga yang dimiliki kaum hawa.

“Masalahnya, ada banyak ketidakpastian yang tidak bisa kita pastikan sekarang juga. Butuh waktu untuk memastikannya, dan terkadang itu tidak sebentar. Ada juga ketidakpastian yang hanya bisa kita hadapi dengan rencana, dengan kesiapan. Kematian misalkan, kita tidak pernah tahu berapa lama usia yang dijatahkan Tuhan kepada kita untuk hidup di dunia ini. Kita hanya bisa memastikannya ketika ajal tiba. Kita hanya bisa bersiap diri untuk menghadapinya. Kita hanya bisa membuat rencana ingin seperti apa kita dikenang setelah meninggal kelak.”

Jelasmu waktu itu, ketika aku meminta dengan sangat agar keputusan penting itu segera diambil, keputusan mengenai masa depan kita kelak. Dan aku kesal sekali kepadamu waktu itu. Aduh, kenapa sih laki-laki itu suka banyak pertimbangan. Kenapa enggak dijalanin aja dulu dan mikirin macam-macamny nanti-nanti saja. Kamu itu terlalu banyak berfikir, kamu terlalu banyak pertimbangan. Padahal kehidupan ada untuk dijalani juga dinikmati, bukan untuk dipikirkan.

“Kamu tahu, kenapa ketidakpastian itu ada?”, aku menjawabnya dengan gelengan, malas.

“Karena dengan ketidakpastian, Allah meminta kita untuk selalu memersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak. Ketidakpastian juga sarana untuk meningkatkan kapasitas kesabaran kita. Kesabaran itu tak ada batasnya, Cuma kapasitas kesabaran kita saja yang terbatas dan salah satu cara untuk meningkatkannya ya dengan menghadapi ketidakpastian itu.”

“Iya, iya.”

Aku mengalah, tapi masih belum setuju. Dulu kepastian adalah salah satu hal paling penting dalam hidupku, sekarangpun masih penting. Tapi menghargai kamu sebagai seorang suami, menuruti kamu sebagai seorang imam, jauh lebih penting bagiku saat ini. Setidaknya dengan begitu, aku mendapatkan kabahagiaan lainnya. Nantilah urusan kepastian dan ketidakpastian itu kita sepakati lagi.

“Halo..”, suaramu dari telepon di seberang sana, jam segini pasti kamu baru sampai di kantor.

“Halo juga …”, jawabku seceria mungkin.

“Setelah aku pikir-pikir lagi, kayaknya kita mulai saja rencana kita itu saat ini juga. Hmm, memang berat sih. Tapi bikin kamu bahagia, itu selalu penting buat aku.”

One thought on “Ketidakpastian dan Kepastian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s