Catatan KuLon PBEC Malang kelas MIT

Pemateri : Noor Titan PH

  • BSC in Mechanical Engineering at Massachusetts Institute of Technology

(Postingan ini merupakan hasil percakapan melalui WhatsApp, semoga bermanfaat 🙂 Semangat meraih mimpi !!)

Halo semuanya. Salam kenal aku Titan, sekarang tingkat 4 jurusan Mechanical Engineering di sini.

Alhamdulillah di sini dapat beasiswa, hampir full. Jadi kalo untuk undergraduate di sini, waktu masuk bisa apply untuk financial aid. Biayanya sendiri bisa sampai $61,000 per tahun tanpa financial aid.

Alhamdulillah saya hanya perlu bayar $1,000 per tahun, dan ketutup dengan berhemat juga kerja part-time di sini.

Syarat waktu applynya sendiri, cukup standard. SAT Subject Test, TOEFL, essay, aplikasi, 3 rekomendasi, transkrip dan beberapa hal lain.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di: http://mitadmissions.org/apply/international/howto

Itu untuk yang S1-nya. Sayangnya, saya kurang tau untuk yang S2-nya seperti apa, karena sekarang juga saya masih apply apply😛

Apakah transkrip, nilai SAT, dan TOEFL yang menentukan masuk apa nggaknya?

Nggak juga. Nilai itu hanya untuk saringan awal. Saringan yang paling penting datang dari aktivitas apa yang sudah diikuti, aplikasi, essay, dan rekomendasi.

Mereka nggak hanya cari orang yang pintar, tetapi yang ‘well-rounded’, dan punya passion terhadap satu bidang.

Essaynya juga ada prompt tertentu, tiap tahun hanya berubah sedikit.

Lebih lengkapnya pernah kubahas di sini: http://www.kompasiana.com/titan/menjadi-mahasiswa-s1-di-mit_551b827281331137489de7f9

Dulu aku sempat ke pre-universitas dulu di Amerika Serikat sebelum masuk MIT, jadi proses admissionnya dibantu oleh mereka.

Gimana sih rasanya jadi mahasiswi MIT?

Seru banget😀 Belajar banyak, teman pun beragam, dari berbagai tempat di dunia.

Selain itu, untuk mahasiswa S1 sendiri, bisa ikut riset dengan professor, dan dapat funding! Jadinya bisa dipakai buat kredit, atau buat kerja sambilan.

Aku belum sempat riset bareng professor di sini, tapi aku senang jalan-jalan. Alhamdulillah kemarin bisa internship di Jerman, exchange ke University of Cambridge setahun, dan summer project di India lewat MIT.

Mereka punya banyak program yang seru-seru, dan apapun yang kita ingin lakukan, mereka akan dukung🙂

Walaupun banyak sukanya, ada dukanya juga. Kuliah di sini ga gampang *curhat* Tugasnya banyak banget.

Temenku sampai sering minum Kratingdaeng biar bisa begadang buat menyelesaikan tugasnya😛

Tingkat bunuh diri di sini juga tinggi banget. Tahun ajaran lalu, sampai ada 5 anak yang bunuh diri, dan salah satunya adalah anak tingkat 1.

Tapi MIT benar-benar responsif dalam menghadapi masalah ini. Mereka bertindak cepat, membuka dialog, dan bikin program supaya mahasiswanya ga terlalu stress :))

Kalau ada yang penasaran sama kehidupan di sini, aku biasanya tulis di blog: http://noortitan.blogspot.com

Balik ke masalah finansial. Aku lupa bilang kalau $61k yang di atas udah termasuk biaya makan, asrama, buku, jajan, asuransi kesehatan. Cuma tiket pesawat belum dicover😛

Tuitionnya sendiri sekitar $40k, berarti biaya hidup sekitar $20k per tahun

Mereka coba sebisa mereka penuhi kebutuhanmu. Misalkan orang tua dan keluargamu hanya bisa bayar $100 per tahun, ya kamu bayar segitu. Sisanya MIT tambahin.

Aku kepikiran buat daftar MIT soalnya dari SD udah baca komik QED (ada yang tau?)

Tokoh utamanya itu So Toma, dan dia hebat banget. Umur 15 tahun, apa ya, udah lulus dari MIT :))

Jadi terinspirasi banget, dan pengen masuk MIT jug.

Dulu ga berharap buat keterima sih. Sempat mikir, “Da aku mah apa atuh,” tapi waktu itu aku mikir, yang penting dicoba dulu. Urusan keterima apa nggak mah, urusan Yang Kuasa.

Aku sendiri awalnya mau ambil jurusan Ekonomi. FYI, MIT sistemnya mirip ITB. Tahun pertama TPB dulu, baru pilih jurusan akhir tingkat satu.

Tapi akhirnya mutusin ambil Mechanical Engineering karena lebih suka sama kelas-kelasnya.

Buat ke depannya, mungkin pengen ambil master engineering yang lebih applicable, ga terlalu mendalam sampai research😛 *subject to change

Klarifikasi: beasiswanya dikasih sama MIT

Asalkan kamu apply buat financial aid waktu daftar MIT, kamu otomatis dipertimbangkan buat dapat beasiswa dari MIT

Lebih lengkapnya di: https://sfs.mit.edu/undergraduate-financial-aid/types-of-aid/mit-scholarships

Beasiswa MIT: “56% of undergraduates received MIT Scholarships that averaged $34,551 per student in 2013-2014.”

Dan sekitar 80% mahasiswa MIT dapat some sort of financial aid, ga mesti dari MIT beasiswanya

Yang penting keterima dulu🙂 Asalkan udah keterima, insya Allah ada banyak jalannya.

Tanya 1 :

Prestasi apa aja yang sangat dibutuhkan untuk masuk MIT ? Dan bagaimana jika kita tidak punya prestasi(nilai akademik pas2, nilai toefl juga dll) ?

Haha, rata-rata anak Indo yang diterima sama MIT dulu anak olimpiade internasional.

Aku sempat minder karena hal itu. Tapi aku usaha kerja keras di essay, rekomendasi, dsb.

Kalau rekomendasi mungkin susah dikontrolnya, tapi kalo essay kan bisa diusahakan. Jangan sampai ada salah grammar, atau bahasanya terdengar aneh. Coba minta proofread ke native speaker.

Buat prestasi, asalkan kita sudah melakukan hal signifikan dalam hidup kita, dan bisa menuangkannya dengan baik di aplikasi, itu lebih dari cukup.

Misalkan, untuk kolom aktivitas, jangan hanya nulis soal prestasi akademik, tapi juga pengalaman volunteering, atau hobi dalam waktu senggang.

Usahakan kamu bisa tonjolkan selling point kamu. Karena percayalah, orang yang aplikasinya mirip sama kamu itu ada banyak.

^It applies to grad school application, too. I think.

Tanya 2 :

Awalnya kak Titan kan pengen ekonomi. Tapi jadinya ke teknik mesin. Jauh banget. Alasannya apa ya?

1. Ayahku enjinir. Dari kecil memang sudah mainan mesin😛

2. Ekonomi itu awalnya karena suka waktu ambil kelasnya di pre-universitas. Tapi ternyata aku kurang suka kelasnya di MIT

3. Mesin itu mencakup engineering secara umum, applicable ke semua teknik, sekaligus mempersiapkan basics yang baik kalo mau terjun ke dunia engineering ~apapun

4. Aku ambil kelas programming, tapi kurang suka. Jadinya ga jadi electrical engineering😛

Tanya 3 :

kan kak tita kan memakai jilbab,adakah kesulitan disana? Seperti tempat ibadah,makanan dan lain2. Satu lagi kalau kuliah di sana harus banget conversation nya lancar? yg terakhir kl misalnya orng tua ku cuma mampu bayar 5-10 juta rupiah setahun gmn ka? Dan sistem pengajuan beasiswa itu ada survei dari segi ekonomi kah? makasih

Aku ga jadi ambil electrical engineering karena kurang suka programming😛

1. Conversation ga harus lancar, minimal bisa ngikutin kuliah. TOEFL minimalnya 577, direkomendasikan di atas 600. Kalo kurang dari 577 aplikasinya ga akan dipertimbangkan sama sekali.

2. Di MIT ada mushola (HOREE!). Sholat jumat juga ada. Ada komunitas mahasiswa muslim juga. Kalau makanan, ya ga seenak di Indonesia di mana kita ga perlu milih-milih. Harus ekstra hati-hati dan rajin tanya-tanya. Juga harus cek ingredients tiap beli makanan di supermarket🙂

3. Di sini banyak yang pakai jilbab juga. So far aku ga terima perlakuan diskriminasi .

4. Ntar kamu submit surat keterangan penghasilan ke MIT waktu apply financial aid, dan mereka bisa nilai berapa banyak yang bisa orang tuamu bayar pertahun.

Tanya 4 :

Kak sy mau nanya nih ke kak Titan,  bgmn dgn mahasiswa yg telah lulus D3 di Indonesia, apakah bs melanjutkan di MIT? Apakah mengulang lg atau melanjutkan, bgmn sistemnya? Anggaplah jurusan yg diambil msh ada korelasi, spt saya D3 Teknik Mekatronika ke Elektro MIT,

Oke🙂 Ntar kalau misalkan ga kejawab semuanya bisa cek di blogku juga, ada beberapa yang udah dibahas di situ. Emang agak berantakan dan susah nyarinya, maaf ya.

Aku dapat banyak pertanyaan yang sama. Aku sejujurnya kurang tahu. Harus tanya langsung ke Admission Office-nya. Maaf ya.

Tanya 5 :

Halo ka Titan! sebagai anak teknik, ka Titan ngincar s2 dimana sih buat target beasiswa selanjutnya, dan menurut ka Titan sendiri, untuk meneruskan karir sebagai engineer, universitas mana aja yang mendukung banget? Kemudian apa saja alasan Ka Titan milih univ2 ini? Thanks a lot ka Titan! Hehehe

Hmmm, sejujurnya aku masih pikir-pikir. Dua minggu lagi aku ambil GRE nih, doain ya😉

Tanya 6 :

GRE apa tuh ka ? Hehe

Rencananya mungkin apply ke MIT lagi dan ke Cambridge. Ada program spesifik yang aku pengen ambil di Cambridge soalnya. Kalau MIT, buat mahasiswa S1nya ada fast track.

GRE: Graduate Record Examination. Kalo apply ke grad school di US, ga bisa pakai TOEFL doang. Harus ambil GMAT/ GRE.

Ada rencana apply ke Stanford/ UCs juga, soalnya California lebih hangat daripada Boston kalau winter😛

Kepikiran buat ambil non-engineering juga, mungkin ke Harvard. We’ll see. Mohon doanya aja.

Pokoknya browsing browsing aja. Internet has all the answers for your questions.

Tanya 7 :

1. Banyak ga cewek di jurusan teknik mesin MIT? dan bagaimana cara survive di MIT (kan banyak yg bunuh diri).

2. Kak Titan belajarnya bagaimana?

3. Kak Titan apakah sudh pernah bikin proyek semisal robot atau nesin gitu?

1. Banyak. MIT concern dengan rasio gender. Tiap angkatan yang diterima, diusahakan mahasiswanya imbang secara gender, ras. Kalau di MIT sendiri rasio mahasiswa perempuan: laki-laki 45:55.

1. Bunuh diri? Intinya jangan sampai stress in the first place. Time management benar-benar penting. Tapi jangan lupa play hard juga🙂

2. Belajar aja, haha 😅

3. Pernah bikin path following robot pas tingkat dua, terus ada beberapa project class lain

Semester ini ambil product engineering process, bisa dilihat kelasnya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=gXTcY0lO-pg&feature=youtu.be

Tanya 8 :

1. mau tanya dong buat kak Titan. Pre-Universitas yang diambil kak Titan itu kayak gimana? Yang kedua, apakah ada program exchange atau summer camp dll di MIT buat mahasiswa dr Indonesia?

2. Hidup dsana kan harus ada jaminan. Untuk ka titan sndri jaminan nya gmana, trus itu 3 rekomendasi yang diperoleh dapet nya gmana bsa diceritain gk??

1. Aku sekolah di UWC (uwc.org), mereka punya 15 sekolah di seluruh dunia, dan ngasih beasiswa parsial-full ke anak-anak internasional. UWC USA tiap tahun terima 100 orang, dg 80 atau lebih kewarganegaraan. Summer camp: kayaknya ada, cuma aku kurang tahu. Biasanya biayanya lumayan mahal kalo summer camp.

Jaminan apa maksudnya?

2. Tanya ke guru sama konselor langsung aja, minta dibikinin surat rekomendasi🙂

Jaminan kaya study loan mungkin ka hehe

Study loan gimana? haha. Aku dulu ga ada jaminan sama sekali.

Eh iya kalo study loan itu harus di kembalikan uangnya, kalo kaka lebih ke beasiswa kan ya ? Berarti bukan study loan.

Iya, aku beasiswa. Ga ada ikatan apapun.

.

Makasih semuanya! Semangat mengejar mimpi yang besar. Kalau terlalu kecil, itu ga pantas buat dikejar🙂 Buat yang ada pertanyaan lagi, please cek dulu blogku, sebagian besar dijawab di situ.

Makasih. Semoga sedikit banyak membantu ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s