Klenteng Boen Tek Bio

South Tangerang, October 15th 2015

01.04 pm

 

Alhamdulillah finally bisa bener-bener free di sini (walaupun ga bisa pulang juga, takutnya ada jarkom kampus dadakan). Tepat seminggu kemarin, 7 Oktober 2015 aku menghabiskan full seharian jalan-jalan di daerah pecinan Tangerang.

Sebenernya udah lama tahu kalau di Tangerang Kota itu ada tempat wisata yang tak kalah menariknya dengan tempat wisata lain. Hanya saja tempat wisata ini kurang populer di kalangan teman-temanku (ya iya lah, orang mereka sukanya ke mall:/ ) jadinya merekapun juga males aku ajak kesini. Tapi, jujur aku yang sukanya blusukan entah ke planet mana, aku masih penasaran sama tempat ini akhirnya seperti biasa dengan modal nekad dan GPS aku jalan-jalan sendirian.

Rencana awal sih mau ke Pasar Lama, Klenteng Boen Tek Bio, Museum Herritage, dan Masjid Seribu Pintu. Namun karena cari Museum Herritage ga nemu dan mau ke Masjid Seribu Pintu terlalu jauh, jadinya cuma blusukan di Pasar Lama, terus lewatin Klenteng Boen Tek Bio, sama jalan-jalan aja di kompleks pecinan.

Biaya perjalanan pp cukup Rp 14.000,00 dengan rincian untuk angkot ke Stasiun Pondok Ranji Rp 3.000,00 dan kereta dari Pondok Ranji sampai Statiun Tengerang Rp 4.000,00. Sesampainya di Stasiun Tangerang saya hanya mengandalkan GPS untuk bisa sampai ke Pasar lama kurang lebih 15 menit jalan kaki. Klenteng Boen Tek Bio sendiri bearda tepat di jantung Pasar Lama.

Hmmm menurutku tempat ini sangat cocok untuk orang yang suka jalan-jalan blusukan like me, haha. Oh iya banyak juga wisata kuliner yang ada di sana. Kalau ngomongin soal Pasar Lama nih, menurutku mirip 11 13 lah sama Pasar Bringharjo di Jogja. Disana banyak penjual bunga (hiasan), trus banyak penjual makanan juga. Oh iya banyakan orang Chinese disana, entah itu penjual maupun pembeli.

Setelah puas muterin Pasar Lama, perjalanan dilanjutkan ke Klenteng Boen Tek Bio. Sebenernya pengen masuk, pengen foto-foto juga, namun karena cuma sendiri dan tuh Klenteng rame banget orang ibadah akhirnya cuma lewat, hehe. Setelah itu jalan-jalan di kompleks pecinan sama mau ke Museum Herritage namun ga ketemu dan udah sore juga.

Klo ngomongin kompleks disana mirip sama Kota Gede Jogja, tapi ini Kompleks Cina ya bukan Kompleks Jawa. Rumahnya kaya rumah jaman dulu tapi khas Cina. Hmm baguslah pokoknya. Setelah lelah muterin kompleks aku duduk istirahat dan mencoba search with GPS where Masjid Seribu Pintu is. Dan ternyata jauh, kalau jalan sekitar 1 jam 15 menit lah. Akhirnya aku memutuskan pulang. Selesai.

2 thoughts on “Klenteng Boen Tek Bio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s