Catatan Kulon #2 PBEC Malang

Pemateri : Anisa Alifia

  • Student Exchange AFS Bina Antar Budaya

(Postingan ini merupakan hasil percakapan melalui WhatsApp, semoga bermanfaat🙂 Semangat meraih mimpi !!)

Halooo kakak abaangg semuanyaa!!:):) malam ini saya mau berbagi cerita tentang studi di italia dan kehidupan di italia🇮🇹.. Saya sudah membagikan materinya menjadi beberapa section, yaitu :

[ Who Am I ? ]
[ What is AFS ? ]
[ How to be an AFSer ? ]
[ Why you have to be an Exchange Student ? ]
[ Bahasa ]
[ Sekolah di Italia ]
[ Gaya hidup ]
[ Pengalaman ]
[ tips ]Semoga bermanfaat yahh😁😁

[ Who Am I ? ]

Pertama-tama, perkenalan diri dulu mungkin yak.. Saya Anisa Alifia  berasal dari kota Medan yang sekarang sedang berada di  Salerno, Italia. Dikarenakan mengikuti pertukaran pelajar dengan AFS Bina Antarbudaya chapter Medan selama +- 10 bulan. Saya berumur 17 tahun ( lahir di tahun 98 ) dan saya baru tinggal di Italia selama satu bulan lebih dan tinggal bersama “keluarga angkat” yang asli orang Italia. Saya akan kembali ke Indonesia insyaallah tanggal 10 Juli 2016 dan kembali melanjutkan SMA.

[ what is AFS ? ]

AFS ( America Field Service ) adalah organisasi yang berdiri dibidang pertukaran pelajar. Sedikit ngebahas tentang sejarahnya, AFS didirikan oleh 2   orang Amerika yang merupakan supir ambulance pada perang dunia ke-2. Program ini awalnya hanya diikuti dengan sukarelawan yang ingin menjadi tim medis pada saat perang. Namun setelah itu program ini dijadikan sebagai program pertukaran pelajar Amerika kenegara lain dan setelah itu berkembang menjadi program yang dapat di ikuti oleh pelajar dari seluruh dunia yang ingin belajar dinegara lain dan merasakan tinggal bersama ” Host-Family “. Program ini berbasis dengan pendidikan yang mewajibkan setiap peserta untuk bersekolah di negara tujuan. Setiap peserta diharuskan tinggal bersama Host-Family. Apa itu “host-family” ? Host-family adalah keluarga yang menerima pelajar untuk tinggal bersama selama kurun waktu tertentu dan menerima selayaknya keluarga sendiri dan selalu memberi Support kepada “anak angkatnya”.

[ How to be an AFSer ? ]

Untuk menjadi Indonesia AFSer, pelajar yang berminat harus menghubungi ” Bina antarbudaya “. Bina antarbudaya adalah sebuah lembaga yang merupakan mitra dari AFS. Sedikit ngebahas tentang sejarahnya, Bina antarbudaya didirikan pada 2 Mei 1985 oleh Taufiq Ismail, Tanri Abeng, Irid Agoes, Kartono Mohammad, Sophie Gunawan Satari. Bina antarbudaya mempunyai 20 Chapter yang tersebar diseluruh Indonesia. Chapternya adalah Chapter Jakarta, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Bandung, Banda Aceh, Bogor, Denpasar, Karawang, Makassar, Malang, Mataram, Padang, Palembang, Samarinda, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Syarat untuk mengikuti program ini, Peserta harus sedang duduk dikelas 1 SMA saat mengikuti seleksi. Sistem seleksinya terdiri dari 5 tahap, 3 tahap seleksi pertama di laksanakan antar chapter. Tahap selanjutnya yaitu tahap ke 4 yang dilakukan antar nasional, dimana siswa dari seluruh Indonesia akan bersaing. Setelah tahap nasional, ialah tahap internasional, dimana siswa-siswi dari penjuru dunia akan bersaing untuk mendapatkan penempatan negara. Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di Facebook dan Websitenya Bina Antarbudaya.

[ bahasa ]

Hal yang harus disiapkan sebelum memulai kuliah atau studi disini adalah memantapkan bahasanya. Bahasa italia sangatlah berbeda dengan bahasa Indonesia, mungkin orang Indonesia bakalan sedikit kelabakan pada saat belajar bahasa italia karna bahasa italia yang terikat dengan aturan feminim, maskulin dan lainnya. “Beda kota, beda logat”, setiap kota memiliki logat berbicara yang berbeda dan orang Italia terbiasa berbicara sangat cepat. Jadi sebelum sampai disini, usahakan untuk banyak banyak latihan listening dan berbicara. Kalau bisa sebelum memulai studi disini, tinggal lah di Italia selama beberapa bulan untuk pengayaan bahasanya.

Berdasarkan pengalaman saya, saya bersekolah di SMA scientifico yang dimana semua pelajarannya dalam bahasa italia, orang orangnya yang bisa dihitung siapa yang bisa ngomong inggris dan guru gurunya juga tidak bisa berbasa inggris, kecuali guru bahasa inggrisnya itupun mereka ngomong bahasa inggris dengan logat italia. Pada saat saya sampai di Italia, saya tidak mengerti apa apa, bisa dibilang saya hanya mengetahui 2% dari bahasa italia. Saat sebelum berangkat, saya tidak mengambil les italia dikarnakan di Medan tidak ada les bahasa tersebut dan saya hanya belajar online dari “Rosetta Stone”. Itupun saya tidak begitu giat belajar onlinenya. Setelah sampai disini saya sangat menyesal karena tidak mengerti apa apa.

Selama ini saya tidak mengerti apa apa tentang pelajaran yang diajarkan disekolah, hanya mengerti pelajaran matematika itupun karna meraba dan ditulis dengan angka. Dan alhasil pada saat guru menjelaskan saya menjadi ngantuk sekali dan bener bener perjuangan untuk bisa tidak ngantuk dan berusaha mengerti apa yang dijelaskan.

Sedikit info tentang Rosetta Stone, Rosetta Stone adalah aplikasi belajar beberapa bahasa yang mengajarkan tentang the basic of the language

Termasuk bahasa inggris, italia, German, Spanyol dan bahasa lainnya

Rosetta Stone bisa di download dari App store dan Google play, atau juga bisa dibuka di website

Selain bahasa yang berbeda, ada beberapa gaya hidup orang Italia yang berbeda dengan gaya hidup di Indonesia

“Stereotype” orang Italia yang sangat ramah dan hangat sangatlah benar. Orang-orang disini sangatlah ramah dan bisa dibilang rame atau heboh. Orang orang disini sangatlah peduli dan senang dengan orang baru apalagi dengan orang asing, mereka sangat penasaran dan suka nanya nanya tetapi kalau kita tidak memberikan respon yang baik atau “not being friendly” , mereka bisa sangat mengabaikan kita, walaupun cuman tau sekedarnya, mereka bakalan baik banget tapi kalau ga kenal mreka bakalan gak peduli karena disini berlaku ” lu ya lu gua ya gua “.

Orang orang disini terbiasa untuk cipika cipiki kalau ketemu, jadi jangan kaget pas kamu di Italia orang orang pada cipika cipiki sama kamu. Waktu minggu pertama saya di Italia, saya sempat shock dan canggung kalau cipika cipiki sama orang lain tetapi lama-kelamaan terbiasa juga.

Dalam segi penampilan, orang orang Italia sangatlah fashionable yang berarti fashion comes first compare to anything. Mereka sangat mementingkan  penampilan, kalau kesekolah saja mereka sangat fashionable bahkan bisa dibilang seperti mau fashion show😂

Kalau ngomongin masalah biaya hidup di Italia, Italia Utara mungkin cukup lebih mahal dibandingkan dengan Italia Selatan. Saya tidak tau persis kalau soal biaya hidup di Italia Utara, tetapi biaya hidup di Italia Selatan masih bisa dibilang enggak jauh beda dengan Jakarta. Anda dapat membeli satu pizza ukuran besar ( +- pizza ukuran medium di Indonesia ) dengan harga €4 atau membeli sepotong pizza dengan kisaran harga €1-€2.

Harga satu botol air mineral 500ml ialah €1 jika beli di bar atau €0.3 di supermarket. Kalau harga pakaian disini sama seperti harga harga yang ada diIndonesia. Harga tiket bus/kereta dalam kota di Salerno €1, kalau diconvert ke rupiah mungkin relatif mahal tetapi menurut orang disini €1 itu cukup murah.

Harga buku disini lumayan mahal, harga buku baru minimal €20 dan kebanyakam lebih mahal. Tetapi jangan khawatir, disini banyak dijual buku bekas yang masih layak pakai dan kalau kita tidak memerlukan bukunya lagi, kita bisa menjualnya.

angan khawatir dengan makanannya, makanan di Italia sangatlah enak dan menggiurkan. Kamu juga bisa membeli beras di sueprmarket, dan bisa menemukan berbagai macam seafood dan daging dari yang halal-tidak halal. Hal yang berbeda dengan Indonesia adalah orang Italia tidak mementingkan sarapan. Kebanyakan dari mereka hanya meminum segelas kopi dan satu potong biskuit. Sebulan lebih disini saya masih belum bisa mengikuti kebiasaan sarapan ala Italia karna di Indonesia saya terbiasa untuk makan makanan berat di pagi hari.

[Sekolah di Italia ]

Remaja/anak Italia wajib belajar 13 tahun yang dimana 5 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 5 tahun SMA. SMA di Italia sangatlah fokus dengan apa yang dipelajarin anak muridnya ada banyak jurusan yaitu Scientifico, Lingua, Classico, Art, Memasak, Musik, dll. Sehingga jangan heran kalau kamu melihat sekolah di Italia yang gedung nya besar tetapi hanya memiliki satu jurusan. Guru-guru disini sudah lumayan berumur karena mereka bisa menjadi guru setelah diatas 35 tahun. Mereka diwajibkan untuk belajar/kuliah cukup lama untuk menjadi guru. Sistem disini hanya memiliki satu kali ujian semester pada akhir semester genap tetapi setiap guru diwajibkan untuk memberikan “integrazione” atau bisa disebut “oral test” kepada muridnya yang dimana murid muridnya harus menjelaskan kepada guru nya tentang apa yang mereka pelajarin, lebih sering oral test nya tanpa power point. Setiap minggu pasti ada oral test untuk setiap pelajaran, oral testnya seminggu sekali ataupun lebih sering. Remaja Italia sangatlah memperdulikan pelajaran sekolah. Dikarenakan adanya oral test, sehingga pulang sekolah mereka belajar hingga larut malam dan ini terjadi setiap hari. Bahkan dihari minggu sedikit dari mereka yang bisa di ajak keluar rumah dikarenakan harus belajar. Sofar dari apa yang saya amati, setiap pelajar diItalia minimal belajar 4 jam sehari.

Disini, rata rata setiap hari ada 4-6 jam pelajaran, durasi satu pelajaran ialah 1 jam. Kalau kamu sekolah di Italia, jangan kaget kalau tidak ada kantin, yep.. Tidak ada kantin…. Kalau kamu laper pas disekolah, kamu hanya bisa beli biskuit atau makanan ringan dari mesin makanan yang tersedia disekolah. Tidak ada waktu istirahat antara jam pelajaran, jadi muridnya dibolehkan makan kapanpun kamu mau pada saat jam pelajaran berlangsung. Di italia juga tidak memberlakukan “hukuman” seperti kalau di Indonesia kamu datang telat ke sekolah, kamu harus keliling lapangan ataupun kalau kamu melawan guru, hukumannya harus tulis 5 set kertas “aku tidak akan melawan guru” , tetapi disini semuanya sangat berhubungan dengan nilai kita, kalau telat nilainya langsung berpengaruh dan kalau melawan guru nilainya bisa derastis turun, dari yang 9 jadi 7.

[ Pengalaman ]

Dalam waktu +- 1bulan lebih, saya sudah dapat banyak pengalaman dan perjalanan hidup. Pelajaran hidup yang pertama saya dapatkan adalah tidak ada budaya yang salah hanyalah berbeda dan tergantung dimana kamu mengaplikasikan budayanya.

Pengalaman lain yang bisa saya dapatkan tinggal bersama keluarga bule, sekolah disekolah yang memiliki sistem yang berbeda, lebih bisa mengerti diri saya sendiri, lebih menjadi open-minded, mengerti adanya perbedaan tanpa mengharuskan diri kita untuk menjadi diri orang lain, dan juga lebih bertanggung jawab. Mempresentasikan tentang Indonesia, merasakan atmosfir ruangan yang penuh dengan orang orang yang sangat suka dan penasaran dengan Indonesia. Dan banyak pengalaman lain yang gak terbayar harganya…

[ tips ]

Sebelum kamu sampai di negara yang ingin dituju, jangan lah memiliki expectation yang tinggi karena lebih sering apa yang akan terjadi sangatlah beda dengan harapan kita. Think about the worse things so you are ready to face the worst and be thankful if good things happen to you. Dan kekecewaan terhadap expectation yang tidak terpengaruhi dapat mempengaruhi semangatmu.

Mantapkan bahasa negara yang ingin kamu tuju dan juga mantapkan bahasa inggrismu karena bahasa inggris lah yang bisa diblg dapat menjamin keberlangsungan hidup kamu disana😁

Janganlah terlalu percaya dengan stereotype dari suatu negara, yakin dengan apa yang menurut kamu benar. Karena dengan percaya stereotype yang belum terbukti benar akan mengubah pola pikir kamu terhadap apa yang kamu akan hadapin.

Beranilah untuk meninggalkan “comfort zone” yang sudah kamu miliki, comfort zone yang dalam arti tinggal bersama keluarga, bersama teman2, dan lingkungan sekitar yang nyaman. Karena the more you see new things or the more you visit new places, the more your brain will open for ideas.
[8:29PM, 10/24/2015] Anisa Afilia: “You need to walk miles away from home to know how wonderful your actual home is”

Yakinlah “if you work harder you will be paid more”

Itulah pengalaman dan beberapa info tentang di Italia

Maaf kalau ada salah salah kataaa dan semoga bermanfaatt
😁😁🙆

Pertanyaan 1 :

  1. Tanya, jika program YES kan gratis 100%, nah kalau AFS itu katanya membayar, itu membayarnya sekitar berapa?
    2. Yang menentukan seseorang mendapat AFS atau YES itu dari pihak Bina Antarbudaya atau diri sendiri?
  1. Selain program AFS, ada juga program pertukaran pelajar yang bernama YES. YES itu program full scholarship yang diberikan oleh pemerintah amerika dan tujuannya hanya kenegara amerika serikat, kalau AFS bayar dari biaya pribadi yang cukup lumayan mahal, kalau ke negara Asia berkisaran $9500-$10500, kalau negara eropa terbagi menjadi dua kategori, kategori 1 yang terdapat negara German, Belanda, dan negara lain berkisar $12500-13500, kalau kategori 2 yang terdapat italia dan negara lainnya berkisar 11500/12500, kalau ke negara bagian south america seperti brazil berkisar $13500, dan kalau ke amerika dengan AFS berkisar $14500
  2. Yang menentukan ikut afs atau yes adalah bina antarbudaya
    Reading: latihan. Kerjain reading sebanyak2nya. Saat latihan, pake waktu, jadi kamu bakal terlatih saat tes. Reading bisa jadi ladang score kalo bisa make the most of it🙂 kalo sering latihan, jadi tau trick supaya bisa cepet ngerjainnya.
    Speaking: do speak🙂 latih supaya gak grogi dan supaya bisa lancar/ga trbata2, get use to speak in english. Waktu itu, saya biasanya latihan dengan nonton/dengerin film atau youtuber🙂 kalo bisa punya temen yg bisa diajak buat latihan speaking, it will be even better.
    Listening: youtube also helps, a lot. Latih dengan listen to different accent, get use to it. Make it fun. Saya waktu iti subscribe aja bbrp youruber yg memang saya suka, jd saya belajar sambil wnjoy dg topik yg mereka bicarain🙂
    Writing: ini mnrt saya yg lumayan paling challenging, tips dari saya, sama kayak reading, latihan. Ada banyak contoh2 tes2 yg bisa kamu dpt in online. Bikin list words yg  bisa kamu pake, dont do much repitition, (agak ribet memang si writing ini, tapi kalo latihan dan nyoba tipe2 soal yg beda2, insyallah ga akan kesulitan🙂

Pertanyaan 2 :

  1. Masalah perizinan dan administrasi hidup di sana, kita butuh apa aja? Passport, visa, ada lagi? Harus punya family stay di sana?
    Terima kasih

Maksud family stay. Karena ada beberapa yg mengharuskan at least kita punya siapa yg bakal kita tuju di sana.

Untuk soal nomor 4 mungkin aku bsa sedikit bagi cerita krna aku juga baru urus dan sedang diproses heheh.. sesampai diitalia, kita harus langsung mengurus “permesso di soggiorno” alias Izin tinggal yang dimana butuh passport, Visa, dan juga siapa yang akan tanggung jawab sama kita selama disini

4 lembar pas foto, dan juga asuransi kesehatan
Saya ada contoh formulir izin tinggalnya
Dan kemarin untuk izin tinggal, saya kena biaya €80

  1. Ada nggak minimal jumlah saldo yang ada di bank kita (di Indo) kalo mau ke sana? Karena ada beberapa penyandang beasiswa tetap mempertanyakan hal itu
  2. Minimal saldo, sejauh yg aaya alami, nggak. Apalagi untuk student, kayaknya kedutaan nggak akan minta, kecuali yg biaya sndiri🙂 untuk berapanya, kalo yg saya tau, kedutaan akan minta bukti kita bisa sustain hidup di itali dengan biaya seminimum2nya 415€ per month. Tapi do double check, krn ini tahun lalu, munfkin skrg udah beda🙂

Pertanyaan 3 :

Program AFS apa cuma buat pelajar sekolah/SMA , atw bisa buat mahasiswa ?

Program AFS hanya untuk pelajar, tetapi setau saya ada program seperti pertukaran pelajar untuk mahasiswa yang bernama AIESEC dengan kurun waktu +- 2-3bulan, dan mempunyai semacam misi yang harus di accomplished. Ada senior saya yg ikut aisec ke Thailand, dan misinya mengajarkan anak anak Thailand bahasa inggris

Pertanyaan 4 :

Durasi AFS ke beberapa negara apakah sama atau beda2?

Kalau AFS dari Indonesia, selama program hanya kesatu negara.. Tetapi temen saya yg dari mexico, dia programnya 3 bulan di Italia dan 6 bulan di England.. Tetapi kalau pas lgi program bisa jalan jalan keluar kota atau negara tetapi harus dengan orang yang minimal berumur 22tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s