Radar Cuaca

Radar Cuaca
Radar Cuaca

RADAR atau Radio Detection And Ranging, telah digunakan sejak perang dunia II. Dikembangkan untuk mendeteksi keberadaan pesawat udara yang berada diluar jangkauan pengelihatan. Namun pendeteksian pesawat udara dengan radar ini sering terkendala dengan terjadinya hujan/presipitasi. Sehingga pekembangan selanjutnya tepatnya pada bulan February 1941, radar digunakan untuk mendeteksi hujan/presipitasi, baik yang ditempatkan di darat maupun yang ditempatkan di pesawat udara untuk melihat awan dan hujan.

Prinsip Kerja

Transmisi radar difokuskan daya pancar yang tinggi (high-power beam) dari radiasi gelombang elektromagnetik, dan diterima berupa jumlah dari radiasi yang kembali dari apapun yang memantulkannya. Antenna memancarkan pancaran gelombang dari feedhorn, yang berada didepan reflektor parabolic.

Ada 3 bagian utama dari gelombang yang dipancarkan, yaitu:

  1. Pulse Repetition Frequency (PRF) : banyaknya pulsa radiasi yang di transmisikan per detik. Umunya radar cuaca memiliki PRF sekitar 325.
  2. Transmission Time : lamanya transmisi dari masing-masing pulsa.
  3. Beam Width : lebar sudut dari gelombang yang dipancarkan, dan biasanya sekitar 10 .

Kombinasi dengan panjang pulsa, lebar pancaran dapat digunakan untuk menghitung volume dari pulsa. Volume pulsa dapat sangat banyak pada jarak yang panjang, ini artinya bahwa barisan pulsa akan menerima radiasi balik (backscattered) dari jumlah target yang luas. Panjang pulsa diartikan sebagai resolusi radial, sementara lebar pancaran diartikan sebagai resolusi angular.

Radar pada dasarnya lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara, artinya; bila radar memancarkan gelombang setiap 0.000003 detik, maka radar akan mendengarkan pantulan gelombang baliknya sekitar 0.003 detik. Jadi, 99.9% waktu yang digunakan oleh radar untuk menerima, dan hanya 0.1% untuk memancarkan.

Radar Cuaca 1

Attenuasi

Ketika beam mengenai target diatmosfer (seperti butiran hujan), maka akan banyak proses scattering yang akan terjadi. Butiran hujan di udara akan melemahkan energi dengan 2 cara, yaitu: scattering dan absorption.

Ketika beam mengenai butiran hujan, maka sebagian energinya akan terserap dan sebagian lainnya akan terpancar ke segala arah, dan hanya sedikit yang kembali ke tempat sumbernya (radar). Energi yang kembali inilah yang nantinya akan digunakan oleh radar untuk mendeteksi objek tersebut.

Selain butiran hujan, partikel-partikel di udara seperti hail, snow, debu dan asap dapat menyebabkan attenuasi dari gelombang yang dipancarkan oleh radar, tetapi gas-gas di udara dan sebagian aerosol yang berukuran kecil tidak dapat menyebabkan attenuasi karena ukurannya terlalu kecil.

Jaringan Radar BMKG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s