Catatan Schotalk #5 SB Mataram

Pemateri : Rully Prasetya

  • Awardee LPDP Scholarship
  • PhD in Economic University College London, UK

(Postingan ini merupakan hasil percakapan melalui WhatsApp, semoga bermanfaat πŸ™‚ Semangat meraih mimpi !!)

Okay. Halo semuanya, Assalamualaikum wr wb, selamat sore semuanya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk sharing di SB Chapter Makassar. Saya diminta untuk sharing mengenai belajar di luar negeri dan tips mendapatkan beasiswa.

Saya akan coba berikan sedikit materi dan lebih banyak menjawab pertanyaan dari teman2. Orang yang niat untuk sekolah ke luar negeri tentu sudah kepo dari A sampai Z mengenai beasiswa.

#let me know if I was too fast.

πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ

Sedikit perkenalan tentang saya dalam hal beasiswa dan sekolah ke LN. Saat S1 alhamdulillah saya sempat mengikuti program pertukaran mahasiswa ke US dengan beasiswa dari pemerintah US. Setelah lulus S1, saya langsung mengikuti program master (double degree), setahun di NUS Singapura dan setahun di University of Tokyo, Jepang. Program ini atas beasiswa dari NUS. Saat di NUS saya juga sempat bekerja paruh waktu. Setelah itu, saya switch sedikit jurusan saya dan mengikuti program master dan PhD di UCL, London. Ini dengan beasiswa LPDP. Sewaktu itu saya angkatan Pelatihan Kepemimpinan pertama LPDP. Setelah mengikuti program master nya, saya memilih untuk menunda terlebih dahulu program PhD nya untuk mendapatkan pengalaman bekerja sebagai peneliti professional. Insyaallah saya lanjutkan program PhD nya tahun 2017 nanti paling lambat.

Pertama terkait dengan life plan. Kita perlu mengetahui talent dan passion kita; kemudian menetapkan dream dan short term goal kita. Dari short term goals itu tentu akan terlihat apakah kita membutuhkan training/sekolah master(dan PhD) di luar negeri atau tidak.

Jika iya, pertanyaan sleanjutnya tentu apa jurusan yang tepat dan di mana program/kampus yang tepat.

Sebagai contoh, jika teman2 yakin bahwa passion teman2 adalah menjadi seorang dosen/peneliti, maka tentu sekolah ke luar nageri merupakan β€˜keharusan’; maka ikutilah program master yang sifatnya mempersiapkan saudara menjadi akademisi. Jika di antara saudara ada yang ingin menjadi professional, misalnya konsultan bisnis, professional di bidang IT, keuangan, atau engineer di perusahaan, maka program yang diperlukan tentu program master yang bersifat professional. Ciri program master yang bersifat professional adalah biasanya mata kuliah yang diberikan bersifat applied, mensyaratkan pengalaman kerja pada calon mahasiswa, tugas akhir berupa case study; bukan tesis, dll.

Kedua terkait persiapan. Setelah mengetahui training/program master yang teman2 butuhkan, step selanjutnya tentu adalah kepo dengan kampus mana yang terbaik untuk program teman2 dan apa saja persiapan yang dbutuhkan.

Tahap ini tentu terdiri atas dua bagian : yang pertama tahap berjuang agar diterima oleh universitas yang bagus; dan kedua adalah berjuang untuk mendapatkan beasiswa. Kedua hal ini sangat berkaitan. Orang yang diterima oleh universitas yang bagus secara umum juga akan lebih mudah mendapatkan beasiswa.

Intinya ada pada meningkatkan kualitas dan daya saing diri kita.

Persyaratan masuk program master di luar negeri serta aplikasi beasiswa biasanya seputar hal berikut :

(1) track record akademik yang baik;

(2) keterlibatan di kegiatan ekstrakurikuler dan professional seperti organisasi, lomba-lomba karya tulis, magang, bekerja, dll;

(3) nilai tes bahasa inggris dan terkadang tes GRE (semacam TPA);

(4) personal statement/essay;

(5) rekomendasi dari dosen; dan

(6) wawancara.

Track record akademik yang baik dan keterlibatan di kegiatan ekstrakurikuler tentu merupakan hal jangka panjang yang perlu teman2 siapkan. Untuk melamar ke universitas seperti Oxford dan Cambrdige misalnya, IPK tentu diharapkan bisa di atas 3.75. Dalam bidang saya (ekonomi), untuk mengikuti program PhD di US, perlu mengambil empat semester kalkulus saat S1. Hal ini tentu dipersiapkan secara matang saat S1.

Hal-hal jangka pendek yang perlu dipersiapkan tentu mencakup Bahasa inggris, personal statement, surat rekomendasi, dan wawancara. Tips untuk masing-masing hal ini tentu sangat spesifik dan mungkin tidak sempat dibahas pada forum singkat ini. Saya ada slides yang menjelaskan mengenai tips2 membuat personal statement/essay yang bisa saya emailkan jika saudara berminat.

Just as an example, untuk menulis personal statement melamar beasiswa, sebaiknya tuliskan hal berikut :

(1) Your passion, your dream, your education and professional background, strength and weaknesses, etc.;

(2) How the program will help to achieve the dream; dan

(3) How does it relate to scholarship provider’s mission.

Untuk study objectives saat melamar ke kampus tujuan, essay teman2 sebaiknya menjawab hal berikut :

(1) Mengapa tertarik dengan program tersebut;

(2) Mengapa di universitas tersebut; dan

(3) Apa kontribusi yang dapat diberikan di kelas, misalnya pengalaman di lapangan, dll.

Probably that’s all introduction that I can give. Kesempatan kali ini tentu lebih baik saya mencoba menjawab pertanyaan yang teman2 punya terkait belajar di luar negeri. Since this is the 5th talk, obviously you all already get many insghts. Terima kasih.

πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ

I’ll be happy as well to try answering your questions related to the universities or cities that I’ve been.

So feel free to ask :)πŸ“’

Pertanyaan 1

Menurut kak rully, untuk fresh graduate apa lebih baik bekerja dahulu/apply beasiswa? Dan kemana bila saya ingin konsultasi mengenai motivation letter dsb? Terimakasih..

Thank you for the question.

1. Untuk fresh graduate, langsung kuliah master atau tidak tergantung pada life plan kita. Jika ingin menjadi seorang akademisi, dan topik research interestnya misalkan particle physics or other hard science field, pengalaman kerja tidak terlalu dibutuhkan. Kalaupun bekerja, pengalaman kerja yang relevan adalah menjadi asisten dosen, asisten peneliti, dan sejenisnya. Satu tahun cukup; lalu bisa langsung master atau PhD.

Namun jika life plan nya ingin menjadi profesional, maka pengalaman kerja sangat dibutuhkan. Hal ini akan sangat membantu saat perkuliahan nanti. Ciri perkuliahan program master profesional adalah materi kuliahnya bersifat applied. Kela juga akan banyak diskusi; sehingga pengalaman saat di lapangan sangat berarti bagi besarnya ilmu yang kita dapatkan di program master tersebut.

2. Terkait motivation letter, yes, it is important to have someone to read our motivation letter. Not only to check the message that we deliver, but also to check the grammar. Trust me, kalau motivation letter nya mengandung banyak kesalahan grammar, reviewer aplikasi nya akan langusng ilfil.

Pertanyaan 2

Kemungkinan untuk mendapat beasiswa apakah ada untuk lintas jurusan?

Apakah univ di UK menerima program master yg jurusannya berbeda dengan S1?

Thanks for the question, Soraya. Jika kita pindah jurusan karena kita yakin bahwa jurusan tujuan tersebut memang merupakan passion kita, then we should go for it. Terkait diterima atau tidak, semuanya tergantu pada tingkat daya saing kita. Jika kita bisa memberikan alasan yang convincing pada provider beasiswa mengapa kita pindah jurusan, then why not. Yang penting jangan memberikan kesan bahwa kita belum paham tentang life plan kita sehingga jurusan kuliahnya terkesan acak. Yang lebih penting lagi tentunya adalah meyakinkan kampus tujuan kita. Mereka tentu akan selektif sekali.

The situation is different across major (jurusan). Sebagai contoh, untuk program ilmu ekonomi, karena yang dibutuhkan adalah seseorang yang matematika nya bagus, di UK atau di US, sangat banyak mahasiswa pasca sarjana bidang ekonomi yang jurusan S1 nya adalah Teknik, Matematika, dan Statistika.

I’m not quite familiar with other majors. Obviously the bottom line is if we are competitive for the intended department, then why not. But obviously this is a challenging task terutama jika pindah jurusan nya cukup jauh.

Pertanyaan 3

1. Terkait CV, apakah pihak kampus memiliki standard CV atau bolehkah kita membuat CV yg dimodifikasi sehingga CV kita tdk monoton?

2. Utk master di UK apakah ada tes penyetaraan atau syarat spt GRE dll?

Kak, td kak rully bilang kalo berminat bisa minta slide essay utk diemail. Tp ak krg enak kalo cantumin email d prtanyaan. Apa boleh nanti kakak atau moderator yg dikirimi slide dan nanti ak mnt tlg dikirim ke emailku ya kak? Syukran katsir sblumnya.

Thanks for the question, Hanum.

1. Pada kebanyakan program studi di luar negeri, pendaftaran dilakukan secara online. Di sana sudah ada field2/informasi tertentu yang kita harus berikan. Jadi mereka sudah meminta informasi inti yang mereka perlukan. Untuk CV biasanya akan dilampirkan di aplikais tsb dan biasanya tidak ada format khusus. Hal sangat penting terkait CV yang kita perlu ingat adalah usahakan CV yang kita submit itu tailored dengan jurusan tsb.

Sebagai contoh, CV untuk melamar masuk ke program master akan sangat berbeda dengan CV untuk melamar kerja. Untuk melamar kerja, pengalaman menjadi ketua BEM dll mungkin penting; namun untuk mengikuti program master, hal-hal seperti pengalaman riset, seminar2, dll adalah yang lebih penting. Jadi fokus kan CV ke informasi yang relevan untuk admission committee.

Hal ini juga berlaku untuk personal statement. Personal statement antar kampus usahakan tailored; yaitu kita menyinggung kelebihan kampus tersebut; siapa professor di departemen tsb yang kita ingin riset bersama; lalu mata kuliah apa yang ingin kita ambil di sana, dll.

2. Terkait GRE, setahu saya jarang ada kampus yang meminta GRE untuk program master. Biasanya hanya bersifat optional. Untuk program PhD biasanya GRE diminta.

Untuk slides insyaallah nanti saya kirimkan ke panitia untuk disebarkan.

Pertanyaan 4

Halo kak, mau tanya kalau isi motivation letter itu sendiri apakah harus yang bersifat akademik atau boleh berdasarkan pengalaman pribadi yang mungkin agak emosional/subjektif?

Thanks Izikha. Letter atau essay yang kita buat ini tentu ada dua macam. Pertama letter ke kampus dan kedua letter ke pemberi beasiswa. Untuk ke kampus, sebaiknya bersifat akademik. Isinya seputar yang saya sebutkan tadi :

(1) mengapa tertarik dengan program/jurusan tsb;

(2) mengapa kampus tsb bukan kampus yang lain; dan

(3) apa kontribusi yang bisa diberikan di kelas.

Untuk letter kepada pemberi beasiswa, letter ini bisa berupa personal experience. Biasanya akan lebih banyak bercerita mengenai passion dan dream.

Pertanyaan 5

1.Β  K’ bsa berikan gambaran tentang mata kuliah swkt kk kuliah S2, kan S1nya d bidang EKONOMI kebanyakan bljr teori dasar Mikro n Makro, klau S2 sndiri seperti ap?

2. Klau kuliah bdg ekonomi banyakan bljar d kelas atau riset?

3. Knp kk memilih kuliah d U.K?😁

Obviously both letter harus didukung dengan fakta. Misalnya jika terkait jurusan urban planning, mungkin bisa disertakan data2 urban program di Indonesia.

Also more importantly, baca baik2 apa essay prompt di application form. Pastikan essay kita sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Contoh pertanyaan antar beasiswa ada di slides yang nanti saya kirimkan.

For Rezki Utami : 2. Saat di UK saya belajar economics (ilmu ekonomi). Jadi term pertama belajar mikro, makro, ekonometrika; lalu term kedua juga belajar mata kuliah yang sama namun lebih advanced dan ada satu/dua mata kuliah pilihan. Kemudian term ketiga adalah tesisi.

*tesis.

2. Untuk program master, ilmu ekonomi biasanya sangat teoritis; jadi banyak me-refer pada text books. Untuk term kedua, di topik yang sudah advanced, belajarnya lebih banyak menggunakan jurnal.

3. Terkait UK, especially London, I like it because it combines high quality academic, good western values, dan tolerant environment for practicing religion.

Just a bit addition: the thing that I don’t really like about studying in Asia is the passive class environment and the lack of egalitarianism in the classroom. Alright, no more que

Alright, if no more question, then probably I can finishing up.

Untuk program master, beasiswa tidak sebanyak untuk program PhD. Apalagi di UK yang saya pikir kebanyakan program master merupakan sarana cash cow atau pencari uang bagi universitas. Tuition fee yang diberikan untuk mahasiswa internasional biasanya sangat besar; dan masuk ke kampus tsb biasanya tidak terlalu sulit. Saya sangat sarankan kita perlu berusaha untuk masuk ke kampus yang bagus di bidang kita agar value for money nya tinggi; apalagi jika memakai uang rakyat. Beasiswa dari kampus tidka banyak; coba cek di halaman departemen yang dituju ya.

Sebagai closing statement, saya selalu berpesan dua hal. Kunci kesuksesan ada dua. Pertama kuatkan hubungan kita dengan Allah swt atau Tuhan YME; dan kedua kuatkan sebab-sebab keberhasilannya melalui kegigihan dan ketabahan. Of course, tidak ada yang bisa terjaid tanpa izin Allah swt. Terkait kegigihan, saya sarankan Teman2 untuk memastikan kembali life plan nya; kepo terhadap requirements kampus tujuan; dan membaca website yang berisi tips2 mendapatkan beasiswa, misalnya: www.Indonesiamengglobal.com.

rully.prassetya@yahoo.com

Terima kasih, wassalamualaikum wr wb.

Ok, saya pamit ya. Terima kasih. Salam,

Demikianlah SCHOTALK #5 Makassar, terima kasih sudah berpartisipasi dan semoga ilmu yang kita dapat bermanfaat. Let us study abroad! :)πŸ™

Dari pihak tim Sahabat Beasiswa Chapter Makassar memohon maaf apabila dalam pelaksanaan Schotalk ini terdapat banyak kekurangan. Best regards, Sahabat Beasiswa Chapter Makassar! Ewako Makassar :)πŸ’ͺπŸ™

Demikianlah schotalk 5 SB makassar terima kasih atas partisipasinya dan sampai jumpa di schotalk berikutnya
πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

Ewakoo makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s