Catatan Schotalk #2 SB Solo

Pemateri : Setia Permana

  • Bachelor of Science in Statistucs, Universitas Brawijaya, Malang.
  • Master of Science in Applied Statistics, Universiteit Hasselt, Diepenbeek, Belgium.
  • Master of Science in Biostatistics, Universiteit Hasselt, Diepenbeek, Belgium.

(Postingan ini merupakan hasil percakapan melalui WhatsApp, semoga bermanfaat 🙂 Semangat meraih mimpi !!)

✨ PEMBUKAAN

Nama pembicara kita kali ini adalah Setia Permana.Beliau ini adalah Associate Professor (lektor kepala) di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta, dan juga Adjunct Faculty at Department of Medical Epidemiology and Biostatistic Karolinska Institure, Stockholm.

Riwayat pendidikan beliau :

*Bachelor of Science in Statistucs, Universitas Brawijaya, Malang.

*Master of Science in Applied Statistics, Universiteit Hasselt, Diepenbeek, Belgium.

*Master of Science in Biostatistics, Universiteit Hasselt, Diepenbeek, Belgium.

Yg lebih hebat lagi.. beliau ini penerima beasiswa Exxon Mobil Oil Scholarship, Jakarta dan Flemish Interuniversity Council (VLIR) Scholarship, Belgium.

✨ PEMAPARAN

Saya diminta untuk berbagi pengalaman untuk mendapatkan beasiswa. Seperti tadi sudah diutarakan saya sempat 8.5 tahun di Eropa. Yg mana mendapatkan beasiswa tersebut bukan hal yg langsung dapat tapi ada proses panjang. Sewaktu SMA juga pernah dapat beasiswa S1 juga pernah dari exxon.Saya cerita saja bagamaina saya dapat beasiswa dari waktu S1 ya. Waktu itu saya dapat info tentang beasiswa dari teman. Saya langsung daftar dan melewati beberapa seleksi. Yang jelas seleksi wawancara yangg paling menentukan.Waktu itu saya memberikan plan kedepan saya kalau selesai kuliah S1 akan lanjut ke S2 dan seterusnya. Karena ada beberapa rencana riset yang menarik bagi saya, dan juga saya sudah sebutkan univ yang dituju. Ini yang saya lihat menjadi point penting saat itu karna kita punya rencana besar kedepannya. Pemberi beasiswa biasanya ingin memberikan beasiswa kepada orang yang bisa memberikan impact dan mempunyai rencana besar dan fokus dalam rencana tersebut. Kemudian setelah lulusS1 saya diterima sebagai abdi negara. Saat memulai pekerjaan saya sudah punya plan dari awal bahwa saya harus lanjut sekolah dan itu bukan di dalam negeri. Impian besar ini yg membuat saya bersemangat sebagai abdi negara tentu ada aturan-aturan untuk bisa sekolah lagi. Selama beberapa tahun diawal bekerja, saya melakukan persiapan utk beasiswa. ‬Yang pertama adalah bahasa. English adalah bahasa yang paling banyak digunakan sehingga saya perbaiki bahasa Inggris dengan berbagai cara. Dari nonton film, baca buku dan koran berbahasa Inggris hingga datang ke acara-acara dari kedutaan atau lembaga lainnya. Yang perlu diingat bahwa waktu itu internet belum semudah saat ini. Kita harus koneksi internet via model dial up.Mahal dan lelet. Sehingga, saya biasanya beli koran jakarta post dll untuk meningkatkan bahasa Inggris saya.

Langkah berikutnya ya cari-cari info. Yang juga pada zaman itu tidak seperti sekarang banyak sosial media, yang bisa saling share info dengan mudah dan cepat.Info biasanya didapat via pengumuman kantor, koran cetak dan teman (via phone). Saya juga kadang datang ke kedubes di Jakarta untuk mencari informasi. Yang paling penting adalah info tentang prosedur beasiswa tersebut dan deadlinenya, karena kalau persyaratanadministratifnya tidak lengkap ya ttidak akan diproses lebih lanjut. Pada tanggal 2003 saya sudah mulai coba melamar beasiswa, yang pertama dipanggil dan hampir lulus adalah beasiswa ke Aussie. Disini pengalamansaya pertama ujian beasiswa. Test ielts dan wawancara.Untuk ielts saya minta rekan saya untuk men-train saya dalam waktu 2 har. Untuk wawancara pertanyaan standar yg ditanyakan. Seperti mengapa pilih Australia,Univ dan kota ygdituju, serta program studinya danalasan memilih jurusan tersebut. Serta kesesuaian dengan pekerjaan saat itu. Setelah gagal dalam tes Aussie, saya coba ke negera lainnya. Jerman, US,  Jepang, Belanda, New Zealand, Korea dan Belgia. Semua saya krim persyaratannya via post waktu itu. Cukup mahal tapi ya tetap saya kirim. Semua persyaratan administrasi seperti ijazah yg diterjemahkan serta dilegalisir pun telah banyak yang saya siapkan.Yang saya ingat untuk aplikasi Belgia waktu itu harus dikirim langsung via pos. Tapi karna uang sudah habis untuk mengirimkan lamaran ke univ di Jepang dan Belanda saya titip lamaran ke saudara yg akan sekolah ke Jerman,  yeah karna waktu itu saya anak PNS dengan gaji pas-pasan saya harus cari cara:-) Untuk Belanda biasanya kita diminta untuk mendapatkan LOA dulu dari univ disana, karenanya saya mencari univ yang cocok dan sesuai dengan keinginan riset saya serta langsung mengirimkan lamaran. Biasanya riset yang ditawarkan disediakan di masing-masing univ sehingga kita bisa lihat siapa pembimbingnya dan kita bisa langsung diskusi dengan prof tersebut. Ini sebagailangkah awal bagi kita untuk tahu apakah kita cocok di program tersebut. Meski kebanyakan master by course. Ada juga master by research. Ini biasanya full riset. Namun keduanya butuh yang namanya motivation statement. Yang berisi  biografi singkat kalian disertai alsan pemilihan negara serta program studi yg dilamar. Tulisan ini adalah krusial karna ini digunakan sebagai landasan penerimaan anda di program tersebut.Sebelum menulis motivation statemen, pastikan anda tahu mata kuliah serta riset yang dilakukan oleh jurusan tersebut sehingga pas dengan yang anda harapkan sepulang dari kuliah nanti. Terutama untuk kemajuan indonesia. Yang terakhir banyak berdoa🙂 dan minta restu orang tua dan lainnya. Serta buat komunitas seperti ini hingga info serta tipsnya bisa didapatkan.

✨ PERTANYAAN

Pertanyaan 1 :

Pertanyaannya, pesaing dalam memperoleh beasiswa tentu tidak sedikit, terutama beasiswa luar negeri. Sebenarnya apa kunci utama untuk mampu memperolehnya? Mampukah memperoleh beasiswa ketika hanya fokus pada kemampuan bahasa? Dan bagaimana agar memperoleh kepercayaan diri utk jadi orang yg hebat, diantara orang2 hebat? Terima kasih.

➡️Betul, ngga hanya bahasa, juga kemampuanakademik harus tetap diasah, tapi hal ini biasanya bukan burden bagi kita, biasanya kurang PD karna faktor bahasa salah satunya. Yang jelas semua orang hebat, dan hebat pada hal spesifik tertentu yg orang lain belum tentu punya. Tunjukkan kelebihan anda yg tdk dimiliki orang lain. Dan selain itu adalah tunjukkan semangat serta rencana-rencana anda serta hal apa saja yang telah dilakukan untuk mencapai hal tersebut, karna beasiswa yang diberikan kepada orang yang ulet dan mau berusaha, bukan hanya pintar.

Pertanyaan 2 :

Exxon mobil oil scholarship, kak setia apply mandiri atau scholarship tsb ada kerja sama dg kampus kak setia? full scholarship kah?

➡️Utk exxon pribadi waktu itu. Tapiwawancaranya di kampus masing-masing. Yang jelaspernah kita ketemu alumni exxon awardee hampir semua yg pernah mendapatkan beasiswa sekolah. Utk exxon waktu itu saya terima uang saja untuk kuliah serta living per semester. Tapi saya dapat hanya setengah tahun karna sudah keburu lulus ke LN semua.

Pertanyaan 3 :

*1.Untuk seorang amatir yang belum pernah mencoba mendaftar beasiswa, sekiranya apa saran nya?

*2. Peluang besar dapat dilihat dari sudut mana saja?

➡️Untuk yang belum pernah coba yah coba aja langsung. Dan jangan takut kalau gagal sekali. Itu biasa, ngga selalu anda sukses dipercobaan pertama. Ada temen saya yang lamar S3 hampir 50 kali sebelum akhirnya diterima🙂 ‬

Peluang besar diterimanya kita sebagai penerima beasiswa dapat dilihat dari jumlah peminat beasiswa, serta dr subjek jurusan yg dituju Utk Jerman biasanya adalah bidang teknik. Utk Belanda tergantung univnya. Ada yg spesial program untuk professor. Australia dulu memprioritaskan dari Indonesia timur serta wanita. Utk yg PNS ada prioritas utk PNS pemda. Banyak hal yg dpt menjadikan peluang.

Pertanyaan 4 :

Saya adalah mahasiswa d3, apakah ada beasiswa untuk kami para diploma 3? karena kebanyakan beasiswa hanya untuk kalangan d4, s1, s2, s3. ‬

➡️Memang jarang utk d3. Saran sih ambil s1 dulu, karna disana tidak dikenal setara D3 ada tapi untuk langsung kerja tidak untuk lanjut ke jenjang akademik.

Silahkan baca tulisan saya di setiopramono.wordpress.com. Disana banyak tips serta cerita pengalaman  mendapatkan beasiswa serta suka dukanya🙂 Semoga sukses semuanya. Janganpernah berhenti berusaha dan berdoa

✨ PENUTUP

Kunci utama mendapatkan beasiswa adalah:

1. Niat

2. Kemampuan berbahasa

3. Wawancara

4. Planning kedepannya

Semangat terus bagi pejuang beasiswa!

📒 Tim Divisi Schotalk SB Chapter Solo

Rabu, 18 November 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s