Kriteria Awardee LPDP

Hallo teman2, berikut saya lampirkan tulisan dari Bapak Mulyono latief

Saya sampaikan oleh2 dari seminar hari minggu di FMIPA UB kemarin. Pembicara adalah Pak Bagyo Yanuwiadi, PhD beliau salah satu assessor (interviewer) LPDP. Keren banget deh materinya, apa yang beliau sampaikan tidak bisa kita temukan dalam buku panduan atau web LPDP.

Intinya beliau menyampaikan bahwa LPDP mencari 4 kriteria dalam seorang awardee, yaitu mereka yang brilian dalam :

1. bidang akademik (IP tinggi)
– yang stabil dan terus meningkat.

2. leadership

Mereka yang aktif dalam berorganisasi dan memiliki sertifikat untuk membuktikan hal itu. Jika mereka menjadi ketua dalam event universitas maka nilainya 4, jika even nasional 5. Wakli ketua, bendahara dll nilai dibawah itu.

3. manusia sebagai makhluk social.

– ini sebenarnya mirip2 dengan pertanyaan dalam form endeavour, apa yang sudah kamu lakukan untuk community development? (kalo dalam endeavor lebih detil lagi yang kamu lakukan bagi community yang bukan termasuk dalam pekerjaan kamu). Jadi community services kita apa.

– contoh action nyata yang beliau contohkan adalah :memberikan kursus gratis bagi anak2 SD di sekitar kosan, kemudian minta surat keterangan dari jurusan atau dari RT RW; mengajak donor darah: misalkan pemuda gereja mengorganisir acara donor darah dari seluruh jemaat, kemudian minta surat keterangan dari gereja.

– ada salah satu yang ditolak karena ternyata dalam CVnya dilihat bahwa ybs aktif dalam kegiatan social hanya pada semester 7-8 (assessor curiga bahwa ybs mulai aktif karena ingin apply beasiswa saja bukan aslinya baik hati).

4. mencintai Indonesia.

– brilian dalam mencintai Indonesia, dalam banget kan. Pak Bagyo bilang : mereka yang sibuk mencaci keburukan Indonesia tanpa memberikan solusi TIDAK layak mendapatkan beasiswa LPDP.

– ilustrasi yang diberikan adalah : assessor pernah menolak siswa yang IPnya hampir 4, IELTS 7.5. Ybs punya riset yang bagus sekali dan menang untuk dipresentasikan dalam event international. Nah mahasiswa ini melobby kesana kemari mencari dana buat bisa presentasi tapi tidak berhasil dan tidak berangkat. Jadinya ybs mencaci maki tidak karuan, akhirnya direject untuk dapat beasiswa LPDP. Karena ybs pinter tapi menggunakan kepintarannya untuk ‘ngata2in’ Indonesia. Jika ybs dapet beasiswa pasti nanti akhirnya tidak mau pulang dan mencari pekerjaan disana.

Terlepas dari 4 kriteria tadi, masih ada komponen-komponen lain yang dipertimbangkan :

– sikap saat wawancara

– integritas : kejujuran.

tidak boleh co-paste!! Terutama tentang research proposal bagi mereka yang akan mengambil S2 dan S3. Assessor memiliki software untuk mengecek apakah research proposalnya beneran orisinal atau hanya copaste.

Contoh lain adalah ada salah satu peserta yang diloloskan untuk mendapatkan beasiswa padahal IPnya pernah jatuh di dua semester. Waktu ditanya ybs jujur menjawab bahwa pada semester x ybs nilai jatuh karena sedang bertengkar dengan pacarnya (pada semester x itu peserta hamper kehilangan keperawanannya) sedang semester y jatuh karena pada semester itu orang tuanya meninggal. Assessor semua jatuh hati dengan kejujuran peserta ini dan akhirnya lolos. Psikolog sangat pintar dalam melihat apakah peserta jujur atau tidak, juga sangat pintar dalam develop pertanyaan untuk menjebak peserta.

– sukses terbesar dalam hidupku.

Pak Bagyo bilang, terkadang siswa yang sangat brilian (IP dan Bahasa Inggris sangat bagus), dalam menulis sukses terbesar dalam hidupku mereka banyak menulis tentang prestasi2 yang dicapai. Mereka lupa bersyukur kepada Tuhannya juga lupa bersyukur kepada kedua orangtuanya. Orang yang pintar cenderung menjadi sombong. Padahal kerendah-hatian sangat dihargai dalam jiwa seorang pemimpin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s