Catatan Schotalk SB Jakarta

Membuka Peluang Bagi Indonesia

Oleh : Fariz Alemuda

  • Candidate of Master in Computer Science, National Chiau Tung University (NCTU)

Notulen : Retno Wulandari

Sabtu lalu, 5 Desember 2015. Sahabat beasiswa chapter Jakarta kembali menyapa para pemuda yang haus akan inforamasi mengenai pendidikan di luar negeri dari pengamalan pemateri yang dihadirkan. Kali ini Sahabat Beasiswa chapter Jakarta mengundang salah satu mahasiswa Indonesia yang berhasil menyambangi Kota Taiwan untuk melanjutkan studi masternya. Candidate of Master in Computer Science ini berkuliah di salah satu universitas negeri di Taiwan yaitu, National Chiau Tung University (NCTU), beliau bernama Fariz Alemuda.

Dalam pemaparannya, Ale, sapaan beliau, Taiwan merupakan negara manufaktur elektronik. Artinya, negara yang menghasilkan produk-produk elektronik. Beberapa produk yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia yang merupakan hasil produk dari Taiwan adalah ASUS, ACER, HTC dst. Taiwan sangat bertumpu pada industri ini.  Taiwan memiliki sistem transportasi yang sangat bagus. Di Taipei sudah terdpat MRT yang setiap 5 menit menjemput para penumpang yang menghubungkan Taiwan paling utara hingga ke selatan. Bus kota pun sangat tepat waktu. Bahkan telah disediakan juga bus khusus dengan tujuan universitas-universitas di Taiwan pada waktu-waktu tertentu. Sehingga seluruh mahasiswa mampu mengakses dan mengunjungi universitas-universitas di Taiwan dengan sangat mudah.

Berbicara mengenai pengalaman studi di Taiwan, Ale membahasnya dengan sangat detail. NCTU merupakan Universitas Negeri dengan peringkat tiga terbaik di Taiwan. NCTU terletak di Hsinchu, tempat tinggal Ale di Taiwan, yang merupakan pusat industri di Taiwan, atau dikenal dengan Hsinchu Science Park. Sebutan ini dimaknai sebagai Silicon Valley Taiwan. Selain NCTU, Universitas besar yang memiliki kualitas sekelas NCTU adalah NTHU (National Tsing Hua University) dan CHU (Chung Hua University). Peluang untuk bekerja sangat terbuka lebar bagi mahasiswa khususna mahasiswa NCTU.

Ale memaparkan juga mengenai cara mendapatkan LoA di NCTU, berikut adalah prosesnya: 1) Mendaftarkan diri ke Universitas, 2) menunggu pengumuman LoA melalui pos Internasional. Uniknya kampus-kampus di Taiwan rata-rata tidak melakukan seleksi yang telalu ketat, seleksi hanya ada 1 tahap yaitu melalui seleksi berkas. Hal ini, menjadi peluang besar bagi pemuda Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri khususnya di Taiwan. Begitu banyaknya universitas yang ada di Taiwan memungkinkan bagi para mahasiswa Internasional untuk merasakan studi di Taiwan. Mengenai hal ini, pemerintah Taiwan menyadari bahwa jumlah universitas yang sangat banyak namun memiliki sumber daya manusia yang sedikit. Hal ini semakin membuka lebar kesempatan untuk berkuliah di Taiwan.

Kemudahan-kemudahan tersebut tentu didasarkan pada persyaratan yang diajukan kepada para calon mahasiswa NCTU. Persyaratan yang amat diperlukan untuk mendapatakn Letter of Acceptance dari NCTU adalah mengisi aplikasi online, membuat motivation Letter dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Cina., Fotokopi transkrip nilai dalam bahasa inggris, surat rekomendasi, Fotokopi paspor, Fotokopi sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500. NCTU tidak hanya membuka jurusan teknik saja namun juga seperti kimia, fisika dll. Untuk mengetahui lebih jauh jurusan apa saja yang tersedia di NCTU dapat diakses melalui www.ia.nctu.edu.tw/ezfiles/0/1000/img/4/ListofPrograms_Fall2015-16.pdf.

Perbedaan sistem perkuliahan menjadi tantangan tersendiri. Di NCTU kuliah terbagi menjadi dua yaitu kelas teori dan projek. Tugas projek dapat dikatan memiliki beban yang sama dengan skripsi di Indonesia. Universitas ini juga menggunakan prinsip paperless, semua tugas di submit melalui portal web. Semua informasi mengenai NCTU dapat diakses melalui link berikut www.ia.nctu.edu.tw.

Membahas mengenai studi di luar negeri tidak terlepas dari pikiran tentang biaya hidup selama berada di Taiwan. Beberapa mahasiswa bahkan hampir semua mahasiswa Internasional memanfaatkan peluang beasiswa untuk mencukupi kebutuhannya selama belajar di negeri tersebut. Taiwan memiliki skenario beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa, diantaranya adalah NCTU Scholarship senilai NT7000-15000/bulan (diperbaharui per semester), Taiwan Scholarship senilai NT20000/bulan (utk 2 thn), Chung Hwa Telecom Scholarship dengan nilai 15000/bulan (perbaharui per semester), Cacafly scholarship sebanyak NT10000/bulan (perbaharui per semester), LPDP memberikan NT20000/bulan (2 thn). Sebagai info tambahan NCTU scholarship dan Taiwan scholarship ditawarkan kepada seluruh mahasiswa universitas se-Taiwan. Sedangkan untuk Chung Hwa Scholarship dan Cacafly scholarship hanya diperuntukkan kepada mahasiswa NCTU dan yang terakhir LPDP hanya diperuntukkan bagi mahasiswa NCTU, NTU, dan NTHU Taiwan (3 Universitas dengan peringkat teratas di Tiawan). Khusus bagi penerima beasiswa kampus diwajibkan untuk mengambil minimal 4 kursus bahasa cinda dalam waktu 2 tahun.

Mahasiswa Indonesia merupakan mahasiswa Internasional terbanyak ketiga setalah Cina dan India. Mahasiswa Indonesia memiliki hubungan baik dengan mahasiswa yang berasal dari negara lain. Mahasiswa muslin Indonesia yang berada di Taiwan sanagt sulit menemukan makanan halal terutama di Hsinchu. Pilihan makanan yang dapat disantap hanya seafood, sayur dan telur. Namun berbeda di Taipei, makanan halal dapat diperoleh dengan mudah.

Beralih sesi, yaitu sesi Tanya jawab. Beberapa pertanyaan telah dirangkum untuk memperdalam informasi mengenai Taiwan, NCTU dan pengalaman Ale sebagai penerima NCTU Scholarship.

Q1 oleh Safitri Warti dari FE UNJ

Bang Ale kuliah di Taiwan dari beasiswa apa engga? Kalau iya, beasiswa apa dan apa aja yg di dapat? Bagaimana proses seleksi kuliah di NCTU? Apakah ada kesempatan bagi yg berlatar belakang ekonomi/akuntansi? Bagaimana peradaban bagi muslim di sana?Apakah bang Ale ada kendala dalam berkomunikasi di Taiwan?

Saya beasiswa dari kampus, besarannya NT7000 namun saya masih dapet gaji lagi dari dosen pembimbing saya NT8000. Beasiswanya itu melingkupi SPP dan BOP. Jadi nilai 7000 itu untuk living cost. Untuk proses seleksi, seleksi hanya berkas saja. Selama semua syarat terpenuhi, saya yakin, diterima. Terkait dengan kesempatan kuliah dengan jurusan ekonomi ada salah satu kawan yang kuliah di GMBA, Management Business. Muslim di Hsinchu itu minoritas (yaiyalah).Sholat Jumat tidak perlu khawatir, se Hsinchu, masjid ada di kampus saya (NCTU). Setiap kampus juga memiliki prayer room. Tapi ya jadi kangen suara adzan bergema seperti di Indonesia

Muslim disini aktif, kawan kita yg dari timur tengah, setiap jumat mengisi pengajian, minggu tutor bahsa arab. Kendala yang ditemui tidak ada selama masih ada jari buat nunjuk menu, hehehe. Anak muda Taiwan udah jago2 inggris.

Q2 oleh Dana dari UNDIP

Apakah ada peluang untuk jurusan perikanan bisa kuliah dan mendapat beasiswa di Taiwan kak? Motivasi kak ale pertama kali kok bisa ikut mendaftar di Taiwan itu bagaimana ya kak? Walaupun TOEFL tdk begitu dperhitungkan tetap saja ada persyaratan, nah awal kak ale bisa bhs inggris itu gimana kak? dan pesan kak ale buat kita dong.. terutama buat yang masih awal kuliah angkatan 2015 seperti dana.

Bisa banget

Saya pny tmn S1 perikanan ipb

Dia s2 di Taiwan, di NTOU (National Taiwan Ocean University)

Secara teknologi mereka kan maju, jd ok bgt, biar efisien nangkep ikannya.

Saya daftar di Taiwan sejujurnya karena accident dan ikut senior, tp ternyata, pas bgt, karena industri elektronika mereka maju. Perlu ilmunya dari sini. Buat mulai startup saya. Dulu saya les waktu SD kelas 4-SMP kelas 1. Trus nyambung lg kelas 1-2 SMA. Kl untuk b.ing fokus ngejar TOEFL, mgkn bisa les yg khusus toefl. Ayo kita kuliah yg rajin, bljr di luar, pulang kita bangun Indonesia yg lbh baik🙂

Q3 oleh Putri Ayu Maharani dari UNHAS

Judul thesis nya kak ale apa?

Thesis saya adalah Hand Gesture-based Control in Smart Home

Jadi memanfaatkan gerakan tangan buat ngendaliin peralatan rumah

Q4 oleh Kristin dari UGM

How’s your life there? Do you find any difficulties (it is unusuall if you weren’t)

So, what is the hardest part that you’ve faced while you’re there. Is it the language maybe, or the different habits from many international students there? And is there a spesific major, like biorobotics(?)there?  (like in Japan) ? Can we do a part time job there? Do we need a work permit (?)

Sure I found difficulties in the beginning, but later I’ll try with local coupling to handle the problems. For me, their work ethic become my major problem, because we already fimiliar to be lazy. They really focus when doing their job while I usually open fb in the while. Since I have the living cost support from my advisor, I need to do research work that being funded by the government. So we have to have the working permit. Yes you can also have part time job in the weekend time.

Q5 oleh Rahmawati dari Teknik Elektro ITN Malang

Mas fariz, jenis toefl apa yang dia gunakan untuk apply beasiswa ? IBT, ITP ? berapa IPK yg di minta ?

Kemarin saya pakai TOEFL IBT. IPK di atas 3,3 saya jamin didapet beasiswa.

Q6 oleh Garry dari likmi sisteminformasi

Nanya dong NT20.000 itu untuk uang jajan aja alias free uang kuliah atau 20.000 itu harus bagi” sama biaya kuliah, asrama dan makan ?Kakak diminta buat research proposal gk? Kalo liat list yg disebut kk di atas, pakai personal statement aja yah udah cukup? Untuk menutupi kekurangan uang dr beasiswa gmn kak? Memang punya tabungan atau boleh part time gt ? Kak daftar beasiswa kampusnya itu dpt LoA dulu kah baru ajukan beasiswa atau berbarengan pas submit application? Dulu ibt nya / ielts ya td scorenya brp hehe(bocoran dong)? Pdkt sama profesor sana ga pas daftar? Atau ada link dr senior pdktnya?

itu uang jajan tp nnt kita harus bayar dorm lg 6000 per semester. Kuliah ga perlu bayar lg. Jd duitnya kita pake buat jajan n makan. Research proposal nnt kl udah thesis. Oia biasanya normalnya kami abis 5000NT per bulan. Pengumuman beasiswa kampus dulu baru dpt LoA, karena di LoA ada keterangan kita dpt beasiswa dr kampus. Hahahaha toefl ibt saya cuma 517, hikz. Prof alias advisor kmrn dpt rekom dr senior, jd masuk lgsg sama beliau, tp bisa jg masuk sebulan baru pilih prof, yg penting dlm 6 bulan udh dpt advisor. Nnt kita dikasih list prof n ranah risetnya dia

Q7 oleh Halida dari UGM

Kakak waktu di Elins ngambil konsentrasi apa? Sempat bingung gak, mau milih negara dan univ mana buat lanjut S2?  Pendaftaran mulai bulan apa dan kuliah mulai bulan apa? Saat daftar sudah harus dapet ijazah ya?

Saya di ELINS konsentrasi Robotika. Kmrn yakin ke Taiwan karena udah ada senior dan bagus teknologinya. Saya angkatan spring 2015, masuk februari, ngirim berkas sept 2014 pengumuman desember 2014. Waktu daftar blm dpt ijazah, baru keterangan lulus.

Berikut saya lampirkan file sebagai refrensi teman-teman https://drive.google.com/folderview?id=0B2Pc1uh1HiISaWxuRlZScE1zaE0&usp=sharing

Q8 oleh Daniel dari USU

Peraturan di Indonesia kan kalau mau jadi dosen program studi S1 dan S2 harus linear. Kalau untuk program studi agribisnis ada gak di univ di Taiwan atau gak untuk pertanian univ. Mana yg paling bagus lanjut master?

Ada dong. Di NTOU. http://oia.ntou.edu.tw/files/11-1008-3412-1.php

Q9 oleh Ittaka dari Instrumentasi STMKG

Kebetulan saya juga jurusan instrumentasi, menurut mas fariz, kira2 selain computer science, utk master, jurusan apalagi yang cocok? dan selain taiwan, negara mana lagi yang cocok menjadi tempat belajar (yg maju industri elektronikanya) utk jurusan tsb?

Di Taiwan kita bisa masuk ke Electronic Engineering yg lbh fokus ke SoC (System on Chip) dan Chip Design. Sebenernya saya agak murtad ke ilmu computer. Selain taiwan, jepang, belanda, amerika. Tmn ada jg yg kuliah s2 di manchester dr electro tapi, cuma jdnya ke robotika jg di inggrisnya

Closing Statement

Jangan pernah takut buat kuliah di luar negeri. Karena pasti selalu ada jalan

Di era yg udah terbuka gini, smw informasi bisa gampang diperoleh. Semoga kalian bisa kuliah di luar dan melihat dunia lain di sini. Biar kita bisa belajar dr mereka dan membangun Indonesia. Jangan sungkan2 kontak sya kl ada yg mau tny lbh lanjut. Bisa via wa, atau fb di https://www.facebook.com/fariz.alemuda

Sangat welcome

Tumblr: sahabatbeasiswa-jakarta.tumblr.com
Twitter: @SBChapJakarta
Instagram : @sbchapterjakarta
Email: sahabatbeasiswa.jakarta@gmail.com
Facebook : Sahabat Beasiswa Chapter Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s