[Coretan] Prinsip

Tangerang, 13 Januari 2016

17.36 WIB

Sebenarnya saya bingung mau memulai tulisan ini dari mana. Mungkin karena terlalu banyak hal yang ingin saya tulis disini atau mungkin karena saya belum pernah memposting prinsip saya seperti ini sebelumnya.

Jadi gini, sebenernya sudah lama (sejak sma) saya berprinsip tidak akan berpacaran ataupun menjalin hubungan khusus dengan lawan jenis sebelum halal. Dan alhamdulillah Allah selalu menjaga saya hingga saat ini. Kalau sebatas kagum mungkin itu wajar, namun saya juga harus membatasi diri saya juga. Saya percaya bahwa Allah telah menentukan jodoh kita masing-masing. Tak perlu pacaran, semua sudah diatur oleh Allah.

Untuk saat ini saya hanya ingin fokus belajar, meraih impian-impian yang pernah saya tulis di dream list maupun tidak tertulis. Saya ingin sekali mewujudkan impian orang tua saya sebelum wisuda sarjana, paling tidak ketika saya sudah punya gaji nanti niat ini sudah bukan lagi sebatas niat. Tapi, insyaAllah akan segera terealisasi walaupun keberangkatan beliau entah tahun kapan.

Back to the topic. Bicara soal prinsip, sebenarnya saya tidak ada niat untuk menuliskan disini. Tapi entahlah mungkin karena terispirasi oleh mb Maulida yang beberapa hari yang lalu baru saja melangsungkan pernikahan dengan mas Almaududy (Ketua PPI Dunia). Saya pun tak tahu pasti apakah mereka memalui pacaran atau tidak. Yang saya tahu mereka beda angkatan kuliah walaupun satu almamater di USU, master Belanda dan UGM, phd di Australia, bertemu di dunia mana coba. Orang hebat ketemu orang hebat.

Ada cerita lagi, mb siapa saya lupa namanya, asalnya Jawa Tengah dia berprinsip tidak berpacaran juga. Siapa sangka ketika S2 di Russia beliau ketemu dan menikah dengan orang Russia muslim yang berprofesi sebagai dokter.

Ada juga mb (lupa namanya), suka sama Turki dan pengen banget kesana. Beliau dikenalkan atau istilahnya ta’aruf dengan orang Turki dan setelah beberapa minggu langsung nikah dan pindah ke Turki.

Seindah-indahnya rencana kita, rencana Allah itu lebih indah.

Kita memang tidak tahu jodoh kita siapa, bertemu dimana, kapan, dan bagaimana. Tapi saya percaya orang baik itu untuk orang baik begitu juga sebaliknya. Jodoh kita mencerminkan siapa diri kita yang sebenarnya.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nur : 26)

Coba baca ini : Tafsir An-Nur 26

Siapa sangka mungkin jodoh kita hanya tetangga sebelah atau malah beda benua, sudah kenal lama atau bahkan baru saja kenal. Who knows??? Hanya Allah yang tahu.

Beberapa ayat Quran dan dalil yang melarang pacaran :

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur ayat 30)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nur ayat 31)

Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu‘Abbas.R.A)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)

Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s