Monolog Arsy

Ga sengaja barusan baca-baca blognya mb Deri, eh nemu ini🙂 Saya share disini semoga bermanfaat🙂

Monolog Arsy


Ada sebuah riwayat yang diceritakan oleh Ibn Husain, yang kiranya patut kita renungkan. Isinya tentang firman Allah SWT yang berbunyi :

“Demi kemuliaan dan kebesaranKu dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukanKu di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di hadapan manusia. Aku singkirkan ia dari dekatKu, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan, padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tanganKu dan hanya Aku yang dapat menyingkirkan-nya? Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pitu-pintu itu tertutup? Padahal hanya pintuKu yang terbuka bagi siapapun yang berdoa memohon pertolongan dariKu.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintuKu lalu tidak Aku bukakan?

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dan angan-angan dan harapan seluruh makhlukKu. Akan tetapi, mengapa mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hambaKu, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindunganKu?

Dan Aku pun telah memenuhi langitKu dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih padaKu, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hambaKu. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firmanKu. Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selain berpaling dariKu? Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain Aku?

Aku telah memberkan kepadanya dengan segala kemurahanKu apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi meminta kepadaKu untuk segera mengembalikannya, tatapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hambaKu? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milikKu? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tanganKu? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifatKu?

Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya daripadaKu?

Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ‘Mintalah kepadaKu!’ Akupun lalu memberikan kepadanya masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya.

Dan semua yang Kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKu meskipun sebesar debu.

Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?

Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmatKu. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepadaKu dan tidak memperhatikan Aku. Dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepadaKu.

*dikutip dari buku Kedahsyatan Doa-Abdullah Gymnastiar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s