Catatan Schotalk #4 SB Surabaya

Pemateri : Adjie Wicaksana

  • Master in Socian Entrepreneurship University of Southern California
  • Teknik Industri ITB

(Postingan ini merupakan hasil percakapan melalui WhatsApp, semoga bermanfaat 🙂 Semangat meraih mimpi !!)

Halo teman2 Sahabat Beasiswa! Salam kenal🙂

Sebelumnya perkenalan singkat dulu ya

Nama saya Adjie Wicaksana. Saya lahir dan besar di Bogor. Pindah ke Bandung sejak kuliah di ITB tahun 2007

Lulus tahun 2012 dan lanjut S2 di University of Southern California tahun 2015

S1 saya Teknik Industri, dan S2 saya Master in Social Entrepreneurship

Oh ya, disini sekarang jam 5 pagi, jadi saya akan izin sekitar 15 menit di jam 5.30 untuk shalat shubuh ya..

Atau disana jam 20.30

Singkatnya, saya lulus dari itb april 2012. Sejak lulus saya aktif bisnis dan kegiatan social entrepreneurship. Saya aktif di organisasi bernama ICDC (Innovation and Community Development Center). Tahun 2013 akhir, saya berencana untuk lanjut kuliah untuk menambah ilmu, jaringan, dan wawasan.

Terus saya mulai cari jurusan yang berkaitan dengan social entrepreneurship. Dan yang terlihat paling spesifik dan bagus ada di US, di University of Southern California. Nama programnya Master in Social Entrepreneurship.

Saya lihat susunan kurikulumnya dan tertarik dengan konsep nya secara umum. Selain itu, masa studinya bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 tahun.

2014 awal saya mulai proses apply ke kampus dan beasiswa. Waktu itu, target saya emang cuma ke USC dan HULT International Business School di San Fransisco (jurusan Social Entrepreneurship juga) untuk plan B.

Untuk beasiswa, jujur saya cuma ngejar LPDP, karena yang saya cukup familiar cuma beasiswa LPDP. Akhirnya saya apply USC, HULT, LPDP di awal 2014.

Singkat cerita, saya dapat LOA dari USC dan HULT, dan pengumuman diterima LPDP di sekitar pertengahan 2014.

Namun, HULT ga ada di daftar kampus tujuan LPDP. Sebenarnya ada awardee LPDP yang ke HULT sebelumnya, tapi harus mengajukan surat pengajuan khusus. Berhubung plan A nya di USC,  saya tetap ambil USC dan drop yg HULT.

Sebenarnya saya uda bisa start kuliah Juli 2014, tapi kebetulan waktu itu proyek2 di organisasi dan bisnis lagi cukup padat dan agak berisiko kalau ditinggal. Akhirnya saya mengajukan defer 1 tahun untuk kuliah, baik ke USC maupun LPDP.

Selain itu, anak pertama saya juga baru lahir Mei 2014, jadi masih terlalu dini buat ninggalin keluarga sementara di Indo. Berdasarkan banyak pertimbangan, singkat cerita saya mengajukan defer 1 tahun

Akhirnya, berangkat ke US bulan Juni 2015, dan insya Allah akan lulus bulan Mei tahun ini🙂

Actually saya dan temen2 adalah cofounder ICDC

Demikian gambaran perjalanan nya. Semoga bisa jadi awal diskusi kita.

Selanjutnya bisa tanya jawab aja ya biar lebih sesuai sama keinginan sahabat2 semua

Pertanyaan 1 :

Waah keren 😄, adakah kendalanya kak saat melalui proses beasiswa LPDP

Hmm kendala yang benar2 serius sih ngga ada ya.

Hmm ipk saya ga nyampe 3,25..seinget saya yg penting di atas 3 buat apply beasiswa master melalui LPDP

Secara umum, kurikulumnya mirip dengan business school atau MBA. Perbedaannya adalah dalam pendekatan misi dan operasional bisnis yang lebih bertujuan untuk penyelesaian permasalahan sosial

Mungkin beberapa dari teman2 pernah dengar istilah social entrepreneurship atau bisnis sosial. Memang term ini masih baru, tapi pertumbuhannya cukup cepat, baik di skala global ataupun nasional

Pertanyaan 2 :

kak adjie itu semisal lulus nya telat apa masih bisa mendaftar beasiswa LPDP?? lalu kalo di US yang bisa lintas jurusan univ mana ya?? terima kasih.

Maksudnya telat lulus gimana? Ga 4 tahun gt?

Hoo. Setau saya ga masalah. Maksimal usia saat mendaftar beasiswa master kalau ga salah 35 tahun

Jadi ga harus lulus 4 tahun, yang penting lulus baik2 dengan ipk di atas 3, cukup buat syarat minimum administratif

Pertanyaan 3 :

Bagaimana  mempersiapkan persyaratan GRE ?

Oke, ini kasus khusus ya. Tapi saya awalnya juga ga aware sama GRE/GMAT. soalnya progran saya ga mengharuskan adanya GRE/GMAT

program=jurusan

Mayoritas program di US memang mengharuskan adanya GRE/ GMAT, tapi ga semua program.

Jadi lebih baik dilihat dulu requirement dari kampus dan programnya

Oia, untuk mempermudah dan memaksimalkan info buat temen2, beberapa pertanyaan yg saya pikir lebih bagus di “google” akan saya jawab “google” ya 😁

Mekanisme GRE/GMAT: google

Pertanyaan 4 :

Mau nanya tentang kehidupan disana gimana?terutama kondisi sosialnya untuk mhs muslim?

US negara besar dengan banyak negara bagian. Tiap negara bagian/ state punya aturan dan budaya yang beda2.

Saya tinggal di Los Angeles, negara bagian California. Di west coast

Saya hidup disini bareng 1 istri berhijab dan 1 anak toddler

Beberapa waktu terakhir cukup ramai masalah muslim banned oleh salah satu capres di US

Dan ada beberapa tragedi teror dan pembunuhan buntut dari peristiwa paris

Kondisi memang tidak seideal kehidupan di indo. Mungkin juga karena muslim di sini minoritas. Tapi so far saya ga ngerasa ada masalah berarti di kehidupan sini sebagai muslim.

Kebetulan tempat kuliah saya deket masjid, dan deket rumah juga ada masjid. Jadi suka ada beberapa kegiatan di masjid dan bisa ketemu muslim2 lain

Di kampus juga ada komunitas muslim yang bisa dimaksimalkan untuk berelasi

Pertanyaan 5 :

Apa bisa lintas jurusan?

Tergantung programnya. Biasanya requirement program beda2. Kalau univ biasanya ga terlalu detail

Pertanyaan 6 :

kalau fresh graduate yg langsung lanjut s2 (blm bekerja) ke usa. Gambaran prospek karir kedepannya seperti apa?

Untuk beberapa program, pengalaman kerja adalah syarat. Tapi banyak juga program yg tidak mewajibkan. Dari kacamata univ, mereka akan seleksi kandidat yg paling berkualitas. Jadi kalau kita ga punya advantage di work experience, kita harus tawarkan advantages lainnya

Pertanyaan 7 :

Kakak letter of recomendation itu kita bisa dipake untuk berapa lama ya kak? Terus baiknya minta rekomendasi dari siapa saja ?

Pertanyaan 8 :

Untuk akomodasi/fasilitas baik Itu dari beasiswa maupun kampus bagaimana Kak?

Pertanyaan 9 :

1. Minimal TOEFL disana berapa kak ?

2. Utk recommendation letter mendaftar LPDP, ada saran seperti apa kak ? Apakah dari professor di kampus ? Karena di tempat saya baru ada Prof. SuSy yg alumni ITB juga

3. Maaf, mungkin saya terlewat. Kakak dapat LOA dulu baru LPDP atau LPDP dulu ?

Salah satu aja, tergantung requirement program. Mayoritas pake toefl kalo di US

Pertanyaan 10 :

Kakak letter of recomendation itu kita bisa dipake untuk berapa lama ya kak?

Terus baiknya minta rekomendasi dari siapa saja ?

LOA umumnya 1 tahun. Kasus saya karena mau defer, jadi harus bilang ke kampus untuk diurus soal defer nya.

LOS kalau saya buat 2 kategori: dari akademisi dan praktisi. Dan kalau bisa mereka kredibel dan uda dikenal di bidangnya.

*sorry untuk pertanyaan nomor 5, maksudnya LOS tuh letter of support/ surat rekomendasi

Pertanyaan 11 :

Jurusan/program apa saja yg membutuhkan gre/gmat?

Setau saya mayoritas program teknik dan manajemen bisnis minta GRE/ GMAT. Bagusnya dilihat requirement khusus dari masing2 program

Pertanyaan 12 :

Assalamualaikum, kak apa yang sudah kakak persiapkan setelah selesai studi dan kembali ke indonesia nanti? Kan kalau beasiswa LPDP harus balik ke indonesia lagi dan berkontribusi untuk indonesia

Saya akan melanjutkan bisnis saya dan kemungkinan besar akan buat bisnis baru juga hasil dari tugas akhir disini (program saya tugas akhirnya bangun business plan)

Pertanyaan 13 :

Bagaimana metode pembelajaran dan tingkat kesulitan perkuliahan di US ?

Mayoritas kelas menuntut diskusi aktif dan presentasi dari mahasiswa. Saya yakin most of business school kaya gt. Tapi saya ga yakin bidang2 lain gimana.

Tingkat kesulitan relatif ya menurut saya. Yang pasti ga terlalu berat sampai kitanya ga bisa handle. So far saya masih bisa ngikutin dan kompetitif di kelas

Pertanyaan 14 :

Apakah study US dapat diperuntukan untuk semua jenjang kak, diploma sarjana magister?

Saya ga tau sih mekanisme diploma disini gimana. Ga pernah dengar sebelumnya. Yg common ya college dan univ.

Saya ga yakin college itu setara apa, tapi yg pasti di atas high school

Btw, tadi di atas ada yg ngangkat tema ttg CV. Trus saya tanya rata2 disini tingkat berapa..

Soalnya, CV itu harus “dibangun”, bukan sekedar ditulis.

Pertanyaan 15 :

Antara diterima LPDP sama LOA lbh baik dahuluan yg mana menurut kakak?

Pertanyaan 16 :

pengalaman organisasi pengaruh ga buat dpt beasiswanya? Trs track record univ itu pengaruh jg ga ka?

Hmm saya bukan penilai beasiswa sih, jadi ga tau persis. Tapi secara personal saya yakin itu sangat mempengaruhi.

Kalau LPDP mencari bakat2 pemimpin muda masa depan, tapi yg apply ga pernah terlibat organisasi kampus atau kemasyarakatan yg ngasih dampak positif, mungkin jadi ga terlalu menarik buat penilai

Mungkin dapat diberi tips kak untuk pembuatan CV yg bagus dan dapat menjadi pertimbangan kampus

Track record kampus juga sepertinya sangat mempengaruhi. Walau kata orang “don’t judge the book from its cover”, tapi kenyataannya orang akan dapat impressi awal dari hal2 yg mudah dilihat.

Lulus dari univ yg bergengsi adalah satu keunggulan, tapi bukan golden ticket.

Begitu juga kalau bukan dari univ top rank, bukan berarti kans nya jadi kecil. Cuma harus bisa convince people dari sisi lain aja

semua balik lagi ke tujuan kita sih. Kalau kita mau jadi peneliti atau akademisi, kira2 cv kita harus banyak apanya? Pengalaman riset, nulis paper, konferensi, dll.

Kalau mau jadi professional? Pengalaman magang, organisasi keprofesian, lomba2 yg berkaitan, dll

Kalau mau jadi pengusaha? Pengalaman bisnis, organisasi, kompetisi, dll

Saya waktu apply kampus kekuatan utamanya ada di track record bareng ICDC. saya ga punya pengalaman kerja, tapi pengalaman di ICDC cukup kuat dan konkret untuk ekspektasi kampus

Sedari awal dibangun visi ke depan gimana, biar kita lebih terarah aktivitas2nya.

Saya asumsi disini pada mau lanjut kuliah dengan beasiswa (karena namanya sahabat beasiswa, hehe). Tapi jangan lupa, visi dan plan kita jauh lebih penting daripada “kesempatan” beasiswa itu sendiri.

Mksudnya, dari sekarang kita define karaketristik seperti apa yang akan memuluskan jalan kita nanti: pengalaman internship, organisasi, skill, dll

Darisitu kita rancang cv kita dan jalanin perannya sampai cv itu benar2 jadi kenyataan.

Kebanyakan orang bikin cv ketika diminta dan akhirnya bingung mau nulis apa karena banyak latar belakang yang ga relevan

Hehe maap intermezzo

Pertanyaan 17 :

Saya telah mendapat LOA conditional, biasa itu masa berlakunya sampai kapan? Krn yg tertulis hanya batas pembayaran deposit (25 februari), sedangkan saya baru mendftr lpdp tahap 2. Deadline deposit apakah sama dengan masa berlaku LOA?

secara persyaratan, setau saya LPDP ga mewajibkan, tapi sangat MEREKOMENDASIKAN.

Karena makin kesini peminat semakin banyak dan kompetisi makin tinggi, bagusnya dapet LOA dulu sebelum apply LPDP

LOA tergantung yg menerbitkan sih. Setau saya rata2 setahun masa berlakunya

Pertanyaan 18 :

Maaf..ganggu perbincangan LOA itu apa dan bagaimana?

LOA itu Letter of Acceptance, semacam surat pernyataan diterima dari kampus. Detail: Google

Ada tips kah untuk pendidikan tehnik, manajemen, atau keagamaan gitu untuk lanjut kesana

Hmm tips bakal umum sih: dari sekarang siapin persyaratan minimum (ipk, toefl, gre, gmat, dll). Kalau ada kakak kelas/ kenalan yg uda menempuh program yg sama, jadiin mentor biar bs ngasih arahan. Bangun cv nya agar memiliki daya tarik. Selebihnya doa yg banyak agar diberi yg terbaik. Hehe

Tips lainnya: pastikan plan dan visi kita ke depan. Sejujurnya, saya pikir banyaknya peluang beasiswa adalah satu hal yg sangat baik tapi di sisi lain juga bisa membuat bias dalam pikiran kita.

Mungkin kita pikir kuliah di luar negeri adalah sangat utama, padahal menurut saya ngga. Kuliah di luar negeri bukan masalah negaranya apa, univnya apa, programnya apa, tapi lebih ke kitanya: plan kita apa dan kenapa jadi penting buat kita untuk kuliah.

Kita bisa menghabiskan waktu 1-2 tahun untuk jenjang master. Belum termasuk persiapan dan apply2.

Dan kita akan menghabiskan miliaran rupiah. Asumsikan itu uang kita sendiri. Is it worth it to pursue the study?

Pertanyaan 19 :

terkait requirements scholarship gak LPDP saya apakah ada poin tentang publikasi atau semacamnya yg menjadi salah satu fokus penilaian?

Hmm saya apply LPDP dengan 0 publikasi sih. Tapi plan ke depan saya jadi pengusaha, dan pengusaha ga ada hubungannya sama publikasi. Jadi balik lagi ke plan nya. Kalau mau jadi akademisi, saya pikir penting untuk ada pengalaman publikasi

Pertanyaan 20 :

Tips2 buat bisa lolos beasiswa LPDP bgmn?  Misalnya sprti pertanyaan stlh lulus apa yang akan anda perbuat untuk Indonesia,  mengapa anda harus diberikan beasiswa,  boleh share jawaban kk kmrn sprti apa…

Atau ada masukan2 untuk menjawab pertanyaan sprti itu..

Setahu saya banyak banget yang uda share cara2 khusus bikin esay, jawab pertanyaan wawancara, dll. Technically, itu bisa jadi referensi kamu. Detail: Google.

Tapi..

Tips dari saya: jujur aja, jangan dibuat2. Jujur tapi serius dan maksimal. Maksudnya, bener2 diri kita, pengalaman kita, tulisan dan kata2 tuh seirama. Jadi kuat dan berintegritas.

Kalau nanti ditanya mau apa abis lulus? Kita pikirin mau apa setelah lulus. Yg bener2 bikin kita merefleksikan nilai2 dalam diri kita. Proses ini sejatinya juga bakal bikin kita lebih yakin sama apa yg kita usahakan.

Jawaban saya waktu itu: mau bikin social enterprise yg leading di Indo

Pertanyaan 21 :

Oh iya PPI di amerika friendly kah, sama inggrisnya yg dipakai disana beda yah dgn inggris british

Disini PPI namanya PERMIAS (persatuan mahasiswa indonesia di AS). Setiap kota dan negara bagian ada permias masing2. Asa juga permias nasional. Kulturnya agak beda sama PPI.

Aksennya memang beda dengan inggris british. Tapi ga beda jauh kok. Kalau sering nonton film atau bioskop barat, ya gitu2 lah aksennya. Yg pasti beda sama aksen Harry Potter, hehe

Apakah mencolok perbedaan nya dgn bhs inggris yg dipelajari di Indonesia

Nope

Pertanyaan 22 :

Di Lpdp ada pernyataan tentang rencana akademik diprogram yg kita pilih, bagaimana cara kita merencankannya? Apa menyesuaikan kalender akademik disana?

Iya. Sepengalaman saya, saya nulis ttg kurikulum program yg akan saya ambil. Waktunya kapan. Berapa sks. Dll

Yg tertarik sama LPDP. coba ikutin twitter dan web nya LPDP. Mereka juga banyak roadshow dan pameran. Di youtube juga kayanya ada beberapa ttg LPDP. banyak resources yg bisa diakses untuk tahu lebih detail ttg LPDP

Pertanyaan 23 :

Biaya hidup di US tinggi kah, fasilitas yg kita dapat disana, sama resiko kalau sudah ditetapkan dr lembaga beasiswa s2 2 tahun tp kita molor gmana kak??

biaya di US beragam. Di kota2 besar kaya New York, Los Angeles, Boston, dll cukup tinggi. Biaya dari LPDP juga disesuaikan dengan living cost di masing2 kota. Yang pasti, beasiswa dari LPDP menurut saya lebih dari cukup untuk hidup layak disini. Asal kitanya pinter2 ngatur pengeluaran.

Hmm..setau saya LPDP cuma akan bayarin sampai 2 tahun. Saya ga tahu risikonya apa kalau ga lulus dalam 2 tahun..

*2 tahun untuk jenjang master

fanspage? Kayanya saya ga punya deh 😅

Hmm paling email ya, tapi ga janji fast response..bisa ke adjie.wicaksana@gmail.com

Fb : adjie wicaksana

Twitter @adjiewicaksana (uda lama banget ga buka)

IG @adjiewicaksana (bukan buat serius2an sih, hehe)

Hmm to be honest WA ga prefer siih hehe

Segala sesuatu berawal dari niat, dan setiap kita akan mendapatkan apa yg kita niatkan. Smoga Allah menguatkan niat kita dan langkah kita menuju kesana.

Thanks guys

Good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s