[Tanya Jawab] S2 Teknik Elektro – PPI Belanda

Narasumber pertama :

Nama: Atindriyo Kusumo P. (Atin)
Jurusan: Master Systems and Control, TU Delf
Asal Kampus: ITB
Pengalaman kerja: Proyek pembuatan modul praktikum renewable energy di Univ. Maritim Raja Ali Haji

Narasumber kedua yaitu :

Nama: Gharda Derrian Tradewa
Jurusan:  Master Electrical engineering
Kampus: TU Eindhoven
Pengalaman kerja 9 bulan sebagai robotics engineer di indonesia. Pas kuliah permah ngikut2 beberapa proyek elektronika.

Aktifitas saat ini: tim divisi humas ppi belanda. Lagi thesis semoga segera lulus. Waktu kosong biasa main dota🙂

Oke langsung dimulai menjawab pertanyaan yang general dulu ya, yg teman2 ajukan saat mendaftar, meskipun tidak semua tercover, tapi kita usahakan esensinya tercapai🙂

Untuk Ka atin dan Ka Gharda, silahkan bisa menjawab pertanyaan berikut :

Pertanyaan 1 :

1. Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?
(Hint: Berikan overview singkat tentang jurusan, berapa lama, jumlah ECTS, gambaran program seperti course based/research based, ada/tidak ada internship, ada/tidak ada thesis, dll)

Hi, saya gharda saya jawab untuk pertanyaan nomor satu dulu ya.

1. Perkenalkan saya Gharda. Saya sedang mengambil jurusan electrical engineering di TU Eindhoven. Sistem perkuliahannya secara garis besar yaitu:
– 1 tahun perkuliahan (coursework)
– 3 bulan internship
– dan 9 bulan thesis.

Kuliah terdiri dari 120 ects.

di jurusan saya ada 9 research group dan nantinya kita harus memilih research group untuk internship dan thesis. Biasanya orang2 memilih sesuai spesialisasinya.  contoh research groupnya (electronic systems, electrical energy system, signal processing, dll.)

1. Perkenalkan teman2, saya Atindriyo. Saya sekarang sedang mengambil MSc di Systems and Control di fakultas 3mE TU Delft. Di jurusan saya, sistem perkuliahannya terdiri dari 1 tahun perkuliahan, dan 1 tahun untuk selesaikan thesis. Sama seperti Gharda, di S&C saya harus selesaikan 120 ECTS (SKS) dalam waktu maksimal 3 tahun.
Research groupnya ada bermacam2, seperti wind energy, robotics, control theory, process control, dsb.

Pertanyaan 2 :

2. Mata kuliah apa saja yang menarik untuk Anda?
(Hint: ceritakan 2-3 mata kuliah yang menarik)

a. Salah satu mata kuliah yang menarik adalah Decentral Power Generation. Disini saya belajar sesuatu yang baru yang berkaitan dengan mengubah sistem kelistrikan menjadi sistem yang modern.

b. mata kuliah menarik lainnya adalah complex analysis. Mata kuliah ini menarik karena cukup menyulitkan dan benar2 matematis (emang mata kuliah dari jurusan matematik) sehingga pendekatan yang harus dilakukan untuk belajar sedikit berbeda

2. Kuliah yang menarik buat saya di sini adalah control theory, karena di situ saya belajar sangat banyak basic dari control, yang mana akan banyak terpakai dalam quarter2 (triwulan2) berikutnya. Selain itu ada juga filtering and system identification, kalau di sini kita lebih aplikatif dibandingkan kuliah yang pertama saya sebut tadi, karena kita belajar untuk identifikasi proses apa yang bekerja di dalam sistemnya dengan hanya mengetahui input dan outputnya saja.

Well, secara general, kuliah2 di systems and control sangat matematis sekali. Sebisa mungkin pengetahuan Aljabar Linear (Matrix dsb) dikuatkan sebelum masuk kuliah 😄

Pertanyaan 3 :

3. Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

Pertanyaan ketiga, di TU/E ada 9 research groups di jurusan electrical engineering yaitu:

1. electrical energy system
2. electro optical communications
3. electromechanics and power electronics
4. electronic systems
5. mixed signal microelectronics
6. control systems
7. signal processing systems
8. photonic integration
9. electromagnetics

saya sendiri internship pertama di grup “electromechanics and power electronics” lalu internship kedua dan thesis di grup “electrical energy systems”

Pertanyaan ketiga, research group di Systems and Control adalah:

1. Mechatronics, micro-systems, production systems, robotics, smart structures
2. Petrochemical/chemical/physical and biotechnological production processes
3. Transportation systems (automotive systems, logistic systems, aerospace)
4. Physical imaging systems (acoustic and optical imaging)
5. Energy conversion and distribution
6. Biomedical Engineering
7. Embedded systems

Saya sendiri akan fokus di research group no.5

Pertanyaan 4 :

4. Apa program studi S1 kk? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang kk ambil? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 kk?

pertanyaan keempat

saya s1 di teknik elektro juga, yang sangat relevan dengan s2 saya (namanya aja sama).  saya kira jurusan s2 lain yang cocok untuk anak elektro ada
1. electrical engineering
2. system and control
3. sustainable energy technology
4. computer science (kadang cocok kadang engga)
5. automotive engineering
6. biomedical engineering

tapi ya semua juga bisa sih, banya juga anak s2 elektro ngambil MBA, atau manajemen🙂

4. Saya studi di Teknik Fisika ITB, yang mana bisa dibilang linear dengan S2 saya di TU Delft, karena spesialisasi saya di S1 adalah Instrumentasi dan Kontrol. Jadi dasar2 yang saya dapatkan di ITB bisa saya pakai lagi di S2 dari kuliah2 seperti Kontrol Otomatik, Kontrol Modern, Kontrol Cerdas, dan Kontrol Digital. Bahkan banyak kuliah yang mengulang kuliah S1, hanya saja tingkat pendalaman materinya yang lebih baik. Dari Teknik Fisika ke S2 di TU Delft, sebenarnya bisa masuk ke banyak program, seperti Systems and Control, Biomedical Eng., Sustainable Energy Technology, Material Eng., dsb.

Seperti yang dibilang Gharda, di sini juga ada jurusan management of technology, dan alumni Teknik Fisika juga ada yang sedang studi di situ.

eh ada typo di jawaban saya tadi di baris terakhir, seharusnya “s1 elektro”

Pertanyaan 5 :

5. Bagaimana cara mendaftar ke program studi ? Apa saja requirementsnya?
(Hint: bisa memberikan link admission/requirement dari website kampus dan jelaskan beberapa requirement yang penting jika ada, contoh: harus memiliki pengalaman kerja sekian tahun, harus pernah mengambil mata kuliah tertentu di studi bachelornya, dll)

5. https://www.tue.nl/en/education/studying-at-tue/admission-and-enrollment/graduate-programs/admission/bachelor-from-a-university-outside-the-netherlands/

untuk cara mendaftar disitu udah cukup oke. untuk lebih detailnya bisa liat di bagian kanan “interesting links” disitu bisa cari2 lebih lanjut.

dan syarat2nya sih menurut saya cukup umum seperti nilai IELTS/TOEFL, transkrip, motivation letter, dll

5. Cara mendaftar ke program studi di sini secara lengkapnya dapat dilihat di website: http://tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/admission-and-application/msc-with-international-degree/admission-requirements/

Secara garis besar, kita harus menyiapkan 2 recommendation letter dari professor di program studi kita, atau bisa dari otoritas di perusahaan di mana kita bekerja.

Kemudian ada IELTS atau TOEFL yang mana syaratnya minimumnya ada di website di atas.

Ada pula transkrip, motivation letter dll. Sebagian besar jurusan buka hanya pada musim Fall. Jarang ada yang buka pada musim Spring. Tergantung kebijakan masing2 jurusan.

Pertanyaan 6 :

6. Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah  menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

6. Dari TU/E sendiri ada beasiswa bernama ALSP. Dengan beasiswa ini tuition fee (uang sekolah) digratiskan + dapat uang saku 5000 euro pertahun. 5000 euro pertahun GA CUKUP untuk hidup jadi harus ada tambahan lagi sekitar 7000 pertahun (asumsi hidup perbulan 1000 euro).

Menariknya beasiswa ini adalah karena beasiswa ini disediakan oleh perusahaan, sehingga ada kemungkinan untuk diikat kerja setelah selesai berkuliah. Dan jumlah yang mendapatkan beasiswa ini juga lumayan banyak.

untuk beasiswa lainnya (bukan dari kampus) bisa dicari di tempat lain seperti LPDP, Stuned, dll.

6. Pilihan beasiswa sebagian besar mahasiswa di sini adalah  LPDP, kedua adalah Stuned, ketiga adalah beasiswa dari TU Delft. Saya sendiri adalah awardee LPDP, cara applynya bisa dilihat di website LPDP : http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/

Untuk stuned: http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master

Beasiswa TU Delft: http://www.tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/finances/scholarships-awards/tu-delft-excellence-scholarships/

Biaya hidup di sini rata2 600-800. Tergantung sekali pada gaya hidup dan pilihan akomodasi. Akomodasi yang private jelas lebih mahal dan harus persiapkan semua perabotan sendiri. Shared acommodation lebih enak dari segi finansial karena perabotan dibeli bersama, dipakai bersama, asal bisa mengorbankan privasi.

Oh iya itu biaya hidup perbulan

Kalau LPDP enaknya adalah bisa bawa istri/suami (kalau punya) dan anak2 juga, lalu dapat tambahan 25% x dana bulanan perindividu yang ikut serta

Pertanyaan 7 :

7. Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?
(Hint: Tujuan dari pertanyaan ini agar peserta bisa mendapatkan gambaran pilihan-pilihan lain yang sesuai dengan minat mereka. Sediakan link program studi dari kampus lain jika bisa, Atau paling tidak berikan deskripsi program studi dari kampus lain)

7. Ada, systems and control ada di TU Eindhoven dan University of Twente, kebetulan TU Delft dan 2 kampus tsb ada di bawah naungan 3TU, semacam konsorsium 3 universitas teknik terbaik di belanda. Kalau sepengetahuan saya dari teman orang Belanda alumni TU Eindhoven, TU Eindhoven lebih practical dan TU Delft lebih theoretical. TU Delft juga memiliki pendekatan yang lebih baik terhadap entrepreneurship. Kalau Twente saya kurang tahu. Hehe.

7. Jelas ada. Di TU Delft (TUD) dan Universiteit Twente (Twente) ada juga jurusan teknik elektro. Untuk menentukan kampus mana yang akan kita pilih saya kira banyak parameternya seperti misalnya topik yang kita sukai. Misal saya tertarik dengan power system, di twente topik power system tidak ada sehingga saya harus memilih antara TUD dan TUE. Nah di antara TUD dan TUE saya harus memilih lagi fokus mana di power system yang saya sukai. Contohnya TUD banyak riset di HVDC, sementara TUE banyak riset di smart grid.

Beberapa pertimbangan lain yang biasa digunakan orang untuk memilih kampus yaitu, lokasi, teman2, rangking, dll.

Pertanyaan 8 :

8. Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi ? Apa rencana studi setelah lulus?

8. Untuk prospek kerja untuk teknik elektro sangat beragam dan juga tergantung dengan spesialisasi di teknik elektronya. Bisa di industri telekomunikasi seperti PT Telkom, bisa di oil and gas seperti pertamina, bisa di kelistrikan sepert PLN, bisa juga bahkan jadi software engineer (seperti banyak teman saya).

Rencana saya setelah lulus yaitu akan pulang ke Indonesia dan bekerja di Indonesia.

8. Prospek kerja yang relevan: sangat banyak! Bisa di bidang otomotif, biomedical, energy, robotics, process industry, dsb. Rencana pribadi setelah lulus adalah kembali ke Indonesia dan bekerja di BUMN di bidang energy atau memulai start up di bidang renewable energy.

Pertanyaan 9 :

9. Bagaimana ilmu  yang di dapatkan bisa bermanfaat di Indonesia?

9. Ilmu yang saya tekuni sekarang adalah power system dengan renewable energy. Saya harap dengan ilmu saya ini maka jumlah pembangkit berbasis renewable energy dapat ditingkatkan. Menurut saya pribadi masih banyak masalah mendasar di sistem kelistrikan di Indonesia sehingga ilmu elektro yang saya miliki akan bisa banyak diterapkan.

9. Well, saya pribadi melihat prospek renewable energy di Indonesia sedang berkembang, dan expert di bidang kontrol juga dibutuhkan di banyak bidang termasuk renewable energy, karena salah satu solusi untuk optimisasi daya yang bisa diperoleh dari instrumen2 tsb selain dari mengubah tatanan fisiknya.

Pertanyaan 10 :

10. Apa pesan ka Gharda dan Ka Atin untuk peserta diskusi?

wah apa ya

haha

pesan saya untuk mendaftar s2 sebaiknya teman2 sekalian  menentukan urutan hal2 yang akan dilakukan beserta scheduling plannya.

Contoh, akhir bulan mei saya harus sudah selesai TOEFL, akhir Juni sudah harus mendaftar beasiswa, dsb. Sehingga tidak ada cerita kelewatan deadline.

satu lagi rajin2 update ke web beasiswa atau web kampus karena kadang ada info2 menarik yang baru di update.

oh iya, kalau wawancara harus pede dan sudah siapkan jawaban sebelumnya, kalau keliatan bingung2 nanti bisa dianggap kurang motivasi

10. Terkait pendaftaran, siapkan sebaik mungkin dokumen2 sejak awal, jangan terlalu mepet deadline seperti halnya orang Indonesia pada umumnya hahaha. Ini berlaku juga untuk pencarian beasiswa.

Untuk beasiswa sendiri, dalam wawancara, pastikan benar teman2 yakin dengan pilihan teman2, dan alasan2nya.

Tahu ranking universitas idaman memang perlu, tapi jangan sampai ketika teman2 ditanya: Kenapa mau ke TU Eindhoven/Delft? Lalu teman2 jawab: karena rankingnya lebih baik daripada univ di Australia (misalnya). Lebih baik spesifik seperti: research di sana sesuai dengan keinginan saya, karena saya lebih ingin fokus di bidang A dan profesor di sana memiliki reputasi yang mendunia di bidang itu. Dan setiap pilihan ada kelemahannya, jadi siapkan jawaban teman2 apabila ditanya tentang kelemahan pilihan itu dan kenapa tetap memilihnya.

Terkait akademik, siapkan sebaik mungkin kemampuan berbahasa inggris secara aktif (bukan pasif seperti menonton film tanpa subtitle dsb), karena sedikit meringankan beban ketika menjalani perkuliahan di kelas, juga untuk bertanya ketika tidak paham suatu materi.

Kemudian, jangan hanya cari tahu tentang jurusan yang teman2 mau, tapi juga fokus researchnya. Misalnya teman2 tertarik kontrol tapi di bidang process, maka yang terbaik mungkin pergi ke Skandinavia (Norway, Sweden, dsb). Hal ini untuk mempersiapkan teman2 agar tidak galau di tengah2 kuliah hahaha.

Terakhir, serahkan semua pada Tuhan, saya tahu tidak semua orang se-faithful itu, terkadang saya juga. Tetapi saya akui semua yang terjadi di dunia ini tidak akan bisa terjadi tanpa seijin-Nya.🙂

Pertanyaan 11 :

1. Bagaimana caranya dpt beasiswa utk jurusan yg tidak diprioritaskan?

1. Sepengetahuan saya, untuk beasiswa LPDP, kita bisa mengajukan proposal sendiri yang isinya tentang pertimbangan2 teman2 dalam memilih jurusan itu. Rank univ yang dimaksud, reputasinya juga, kenapa univ itu lebih baik dari univ yang lain (yang mungkin ada di list jurusan yg diprioritaskan). Cuma untuk detailnya saya sendiri kurang tahu. Bisa ditanyakan ke pihak LPDP langsung.

1. Menurut saya cara paling utama adalah dengan berhasil meyakinkan pewawancara bahwa kamu akan bisa menggunakan ilmu dari jurusan yang tidak diprioritaskan tersebut untuk sesuatu yang akan berguna bagi masyarakat luas.

Karena motivasi saya kira sangat memengaruhi penilaian penerimaan beasiswa (untuk kasus LPDP saya kira seperti ini, karena kebetulan saya juga penerima beasiswa LPDP).

Pertanyaan 12 :

2. Untuk s2 teknik telekomunikasi disana apakah kita harus mengambil peminatan lagi ? Apa saja ? Dan gaya belajar seperti apa yg diterapkan disana ? Apakah lebih banyak riset  penemuan baru atau presentasi ?

Nantinya akan ada beberapa research group yang umum dipilih oleh mahasiswa jurusan BTT ini seperti:

1. electro optical communications
2. photonic integration
3. electromagnetics

Gaya belajar di TU/e (mungkin juga di Belanda) menurut saya kita harus benar2 mengerti konsep dasar dari materi yang dijelaskan. Pertanyaan2 di ujian biasanya mengarah ke pemahaman konsep dasar ini

Untuk di electrical engineering TU/e sendiri untuk penilaian kuliah biasanya mencampurkan antara ujian dan project. walaupun beberapa mata kuliah ada yang ujian doang. Untuk riset biasanya dilakukan di internship dan thesis. total internship dan thesis hampir 1 tahun jadi ya pengalaman riset akan cukup banyak didapat.

2. Di TUE ada program khusus untuk teknik telekomunikasi namanya “Broadband Telecommunication Technology (BTT)”. Disini mata kuliah yang akan diambil sudah dipaketkan sehingga akan terfokus ke teknik telekomunikasi.

Nantinya akan ada beberapa research group yang umum dipilih oleh mahasiswa jurusan BTT ini seperti:
1. electro optical communications
2. photonic integration
3. electromagnetics

Gaya belajar di TU/e (mungkin juga di Belanda) menurut saya kita harus benar2 mengerti konsep dasar dari materi yang dijelaskan. Pertanyaan2 di ujian biasanya mengarah ke pemahaman konsep dasar ini

Untuk di electrical engineering TU/e sendiri untuk penilaian kuliah biasanya mencampurkan antara ujian dan project. walaupun beberapa mata kuliah ada yang ujian doang. Untuk riset biasanya dilakukan di internship dan thesis. total internship dan thesis hampir 1 tahun jadi ya pengalaman riset akan cukup banyak didapat.

Pertanyaan 13 :

3. Bagaimana kalo s1 nya bukan dari teknik elektro murni. Sedangkan saya s1 pendidikan teknik elektro dg peminatan arus lemah? Basic ilmu yg saya dapatkan tidak sebaik univ lain? Apakah ada cara supaya saya tidak terlalu ketinggalan dg materi nanti di kuliah S2 nantinya?

3. Untuk teknik elektro dari arus lemah tidak masalah, kebetulan saya juga dulu dari arus lemah.

Untuk basic ilmu seharusnya bisa dikejar, karena beberapa mata kuliah yang saya ambil juga dimulai dengan pengenalan konsep dasar.

Cara supaya tidak terlalu ketinggalan mungkin dengan rajin belajar dan megerjakan tugas, kadang2 di belanda tugas itu optional (tidak wajib dikerjakan) tetapi itu berguna untuk melatih pemahaman.

Cara lainnya yaitu mendekati ujian minta soal ujian beberapa tahun kebelakang supaya kita terbiasa dengan model ujian.

Pertanyaan 14 :

4. Kalau Computer Vision itu masuk teknik elektro ato Computer Science di Kampus kk garda dan kk atin? Klw anak elektro mau lanjut S2 dg riset mngenai computer vision ada saran kk?

4. Di TU Delft termasuk Computer Science. Bisa dilihat di sini http://visionlab.tudelft.nl/prb/courses/msc
Sarannya mungkin dari Gharda aja ya hehehe

4. Di TUE ada researh tentang video coding di research group electronic systems tapi saya ga terlalu ngerti detailnya dan ga punya temen disini juga

mungkin bisa di cek di

http://www.es.ele.tue.nl/research.php

Pertanyaan 15 :

5. ini saya mengerjakan skripsi mengenai antena mikrostrip, lebih banyak menggunakan simulasi komputer. Sejauh yang saya telusuri via web, khususnya TU/e, riset mengenai telekomunikasi cukup luas, di beberapa grup riset. Pertanyaan saya, bagaimana kegiatan grup riset Electromagnetics (EM) kini? Apakah serupa dengan kegiatan yang saya alami tersebut?

5. Untuk di grup (EM) di TUE sejauh yang saya lihat ada riset mengenai antenna ada mas. Memang grup EM ini cukup luas risetnya mulai dari biomedic, wireless communication, dll.

untuk lebih lengkapnya bisa dilihat lebih lanjut di :

https://www.tue.nl/en/university/departments/electrical-engineering/research/research-groups/electromagnetics-em/

Disitu ada list of projects, courses, dll

Pertanyaan 16 :

6. Saya S1 elektro, peminatan elektronika, saat ini sedang riset mengenai sel surya. Kalau ingin melanjutkan bidang riset yang sama di Belanda, kira2 ambil jurusan apa dan di mana ya?

6. Untuk PV teman2 bisa ambil Sustainable Energy and Technology di TU Delft or TU Eindhoven. Di Twente juga ada. Nanti pada awalnya belajar semua bidang renewable energy, lalu pada quarter tertentu bisa ambil spesialisasi di PV. Teman2 SET di TU Delft sendiri sebagian besar fokus ke PV.

SET di bidang PV: http://www.tudelft.nl/en/study/master-of-science/master-programmes/sustainable-energy-technology/programme-structure/specialisations/solar-energy/

6. Untuk di TUE sendiri riset mengenai sel surya ada di departemen applied physics

web research grupnya bisa dilihat di :

https://www.tue.nl/en/university/departments/applied-physics/research/functional-materials/photonics-and-semiconductor-nanophysics/research/research-areas/

Pertanyaan 17 :

7. Di Teknik elektro d Belanda, peminatan bagian apa yg fokus terhadap sensor. ?
Kemudian adakah penelitian yg berhubungan dg nano teknologi di teknik elektro?

Saya bantu jawab untuk no 7 krn saya bidang embedded system  Untuk fokus pada sensor yang saya tahu di TU Delft ada jurusan Micro Electronic, ini link nya , di sana membahas tentang sensor, micro electronic, dll  : http://www.tudelft.nl/studeren/masteropl/masteropleidingen/electrical-engineering/the-microelectronics-track/

Pertanyaan 18 :

8. Tambahan 7000 euro untuk living cost di TUE yang disampaikan mas Gharda itu biasa didapatnya apakah lewat part time? Apakah mudah untuk mencari part time? Apakah harus bisa bahasa Belanda untuk kebanyakan part time?

8. berdasar pengalaman, teman2 saya yang ALSP tidak ada yang menutup biaya dengan part time. Part time di belanda untuk mahasiswa waktunya dibatasi kalau ga salah 10 jam / minggu jadi walaupun dapat part time sepertinya agak susah untuk nutupin 7000 euro / tahun.

Pertanyaan 19 :

9.Saya memiliki ketertarikan pada dua bidang yaitu elektronik dan elektromagnet. Apakah ada saran untuk saya dalam memilih dari dua bidang tersebut?

9. Saran saya adalah untuk memilih jurusan sesuai dengan minat dan rencana mas ke depannya. untuk prospeknya saya kira kedua bidang tersebut masih akan meningkat. Teman saya ada yang sedang thesis di electromagnetics dan mengerjakan wireless sensor network yang berkaitan dengan Internet of Things nantinya.

untuk electronics teman saya banyak mengerjakan embedded system dan embedded system juga prospeknya akan sangat bagus.

jadi pilih aja mana yang mas lebih suka🙂

9. Menambahkan, setahu saya bisa masuk di Electrical Sustainable Energy. Contoh researchnya bisa dilihat di sini: http://www.ewi.tudelft.nl/en/the-faculty/departments/electrical-sustainable-energy/electrical-power-processing/research/projects/msc-projects/

Tapi agak susah menjawab pertanyaan ini, karena sangat luas sekali penerapannya hehe

Pertanyann 20 :

10. Saya ingin mengambil master by research bidang mekatronik, apakah program master di belanda memungkinkan untuk lulusan d4 seperti saya?

10. Saya belum pernah dengar kasus ini di kampus saya, tapi ada teman saya di Perancis yang bisa S2 melalui D4. Mungkin ditanyakan langsung saja dengan pihak univ-nya supaya lebih clear. Lagipula di Belanda orang2 sangat terbuka dengan pertanyaan, termasuk via email. Kalau untuk bidangnya sendiri sebenarnya luas, beberapa di antaranya biomedical, biomechanics, robotics, dsb. Kebanyakan di bawah fakultas 3mE (Mechanical, Maritime, and Material Engineering)

Pertanyaan 21 :

11. Saya mau tanya, saya minat di energy trutama di bidang perencanaan dan konsep dan smart grid. Yg sya tanyakan seberapa jauh perkuliahan membahas ttg itu, apa saja? dan apakah ilmu2 tsb reliable untuk diterapkn di indonesia?

11. Untuk perencanaan dan konsep smart grid ada spesialisasi khusus di grup electrical energy system di TUE mas. bisa dilihat di sini

https://www.tue.nl/en/university/departments/electrical-engineering/research/research-groups/electrical-energy-systems-ees/research/projects/intelligent-power-grids/

untuk mata kuliah di TUE yang berkaitan dengan smart grid ada

1. planning and operation of power system
2. decentral power generation
3. ICT in smart grid

Saya kira ilmu yang akan kita dapat bisa diterapkan di fase perencanaan dan pengembangan infrastruktur smart grid di Indonesia. Sejauh ini saya belum dengar kabar mengenai project di Indonesia yang berkaitan dengan smart grid, mungkin mas nanti bisa jadi pionir nya🙂

11. Menambahkan aja, di TU Delft, ada di bidang Electrical Sustainable Energy http://www.ewi.tudelft.nl/en/the-faculty/departments/electrical-sustainable-energy/

Pertanyaan 22 :

12. Saya kuliah dari d3 kemudian melanjutkan ke s1 di kampus yg berbeda, namun jurusan yg sama. Apakah untuk proses pendaftaran s2 harus melampirkan kedua ijasah tersebut?

Untuk no 12 saya akan bantu menjawab : Untuk requirement bsa dilihat di admission document, untuk studi S2 yang saya tahu hanya meminta ijazah S1, berdasarkan info yang saya dapatkan

tetapi setiap kampus biasanya memiliki kebijakan sendiri, jadi yang paling aman adalah cek di website kampus, dan kalau ada yang belum di pahami bisa Email ke pihak kampus tersebut, semoga bisa menjawab

Pertanyaan 23 :

13. saya sekarang kuliah baru semester 2 tapi saya dulu bukan dari jurusan teknik elektro,melainkan dari jurusan listrik,saya minta tolong untuk di kasih saran,lebih baik saya focus dibidang elektro tentang apa? Agar tidak kebingunan nanti saat skripsi dan melanjutkan studi s2

13. Menurut saya jurusan yang paling cocok untuk jurusan listrik adalah electrical power engineering. Lebih berkaitan dengan kelistrikan soalnya mas/mbak.

Pertanyaan 24 :

14. Mau tny klo d tu/e maupun delft untuk loncat jurusan boleh apa tdk. Misal dari elektro k aero engineering. Trs apakah ada syarat khusus?

14. Bisa. Beberapa teman saya loncat dari engineering ke management of technology, tetapi harus dinegosiasikan dengan pihak kampus perihal syarat2nya. Kasus teman saya adalah ketika masa perkuliahan belum dimulai.

14. Bisa sesuai dengan persyaratan dari jurusan yang dituju. Biasanya di persyaratan disebutkan bahwa jurusan a, b, c boleh mendaftar

kalau pindah di tengah2, resikonya adalah masa kuliah yang semakin panjang

karena harus mengejar kuliah yang harus diambil padahal sebelumnya belum kita ambil di jurusan sebelumnya

not recommended tapi. mantapkan pilihan dari pertama

ada teman saya yang pindah jurusan di tengah2 dari sustainable energy ke teknik elektro

kalau ga salah harus diskusi sama direktur program teknik elektronya dulu

jadi ada syarat2 yang saya belum tau

👏👏👏👏👏

Trmkasih kak Rizky sbgai momod yg luar biasa..  Kak atin dan kak gharda narasumber hebat…
Sukses selalu.
.
.
Doakan kami bisa menyusul kaliaaan.. ☺☺

😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s