Sc

Pemateri : Dyah Ayu Kartika

  • Institute of Social studies, erasmus university rotterdam jurusan Human rights, gender, and conflict studies: social justice perspectives

Nama lengkap saya Dyah ayu kartika tapi biasanya dipanggil kathy. Saya kuliah di Institute of Social studies, erasmus university rotterdam jurusan Human rights, gender, and conflict studies: social justice perspectives. Saya alumni psikologi UI angkatan 2010, jadi baru lulus 2 tahun yg lalu jadi masih terbilang fresh graduate hehe. Salam kenal ya!

Pertanyaan 1 :

Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

pertanyaan ini agak sulit dijawab secara singkat sebenarnya. saya kuliah di Institute of Social Studies (ISS). sebelumnya kampus ini adalah kampus mandiri namun sejak 2009 bergabung dengan Erasmus University Rotterdam. Fokus dari kampus ini adalah development studies atau studi pembangunan, sebuah studi multi-disiplin yang membahas perkembangan dan pembangunan negara, terutama negara berkembang dan relasinya dengan negara maju di masa kini dan masa depan. cakupan untuk disiplin ini sebenarnya sangat luas, untuk langkah awal bisa dibaca di link wikipedia ini, hehe: https://en.wikipedia.org/wiki/Development_studies

ISS punya posisi yang unik dalam melihat pembangunan, mereka menyebutnya critical development studies, karena cara memandang isu-isu ini ga seperti mainstream (melihat pembangunan negara dari GDP dsb) tetapi terus mengkritisi bagaimana kebijakan dibentuk dan dampaknya ke masyarakat. nah, karena cakupan yang luas itu makanya ISS membagi fokus kajian jadi 5 major dengan belasan spesialisasi. Major2 itu antara lain; Agrarian, Food, and Environmental Studies (AFES), Economic for Development (ECD), Governance, Public Policy, and Political Economy (GPPE), Human Rights, Gender, and Conflict Studies; social justice perspectives (SJP), dan Social Policy fo Development (SPD). Lengkapnya bisa diakses di sini: http://www.iss.nl/education/ma_programme/majors/

jurusan saya Social Justice Perspectives atau SJP. di sini, saya belajar bagaimana narasi pembangunan yang direfleksikan dalam kebijakan di tingkat internasional, nasional, maupun lokal berdampak ke masyarakat terutama kaum minoritas dan termarginalisasi, misalnya perempuan, anak, kaum difabel, LGBT, refugee dll. dibutuhkan 15.5 bulan dengan total 88 ECTS untuk kuliah di sini. 27 dari 88 ECTS itu diperuntukkan bagi tesis, jadi perlu ada tesis untuk lulus dan dapat master di sini. dua bulan pertama akan ada semacam matrikulasi untuk menyamaratakan pemahaman akan ilmu politik, sosiologi, dan ekonomi. jadi bagi yang ga berasal dari ilmu sosial tetap bisa ambil mata kuliah ini. Bagi yang memiliki latar belakang ekonomi/sosiologi/politik, kalian juga tetap diwajibkan untuk ambil mata kuliah yang sama di kelas yang lebih advance. selain itu, ada juga bimbingan untuk kompetensi akademis dan bahasa inggris. bahkan ada mata kuliah bahasa inggris  khusus orang indonesia lho meskipun ga termasuk dalam kredit. secara umum kuliah di sini cukup padat, kita kuliah setiap hari (kampus lain ada yang kuliah seminggu beberapa kali). kesempatan internship juga banyak meskipun tidak wajib. salah satu keunggulan dari kampus ini adalah karena lokasinya di Den Haag, banyak NGO internasional yang berkantor di kota ini juga, misalnya oxfam yang tinggal nyebrang dari ISS.

satu hal lagi yang menarik -entah keunggulan atau kerugian- dari kampus ini adalah, hampir seluruh peserta didiknya berasal dari negara berkembang, hanya sebagian kecil yang berasal dari Eropa, dan semuanya mahasiswa internasional. dari sini kita bisa banyak belajar bagaimana praktik di negara-negara berkembang, isu yang ada di sana, dan mungkin solusi yang bisa diimplementasikan juga di Indonesia (tentu dengan melihat konteksnya apakah mirip atau tidak). karena kampus ini kampus yang kecil, angkatan saya hanya 127 orang, setiap kelasnya diisi oleh kurang lebih 10-25 orang saja. ini memudahkan mahasiswa untuk dapat berdiskusi secara lebih leluasa dan lebih dalam.

Pertanyaan 2 :

2. Mata kuliah apa saja yang menarik untuk Anda?

sebenarnya banyak sekali mata kuliah yang menarik di sini. tapi yang bagi saya ga hanya menarik tapi juga menantang adalah Discourse analysis and interpretive research yang merupakan bagian dari metode penelitian. ga semua universitas menawarkan metode penelitian ini lho karena metode ini berfungsi untuk mengupas dan mengkritisi hasil produksi manusia, seperti teks, kebijakan, pidato, video, musik, novel, ds). mata kuliah ini bisa membantu saya melihat bagaimana penyaji melakukan framing dan melihat posisinya dalam perdebatan terkait isu tertentu, bagian mana atau pihak mana yang tidak dibahas dalam karyanya. mata kuliah ini juga membantu saya untuk menulis dan membaca, bisa melihat secara lebih kritis dan komprehensif.

mata kuliah lain yang menarik adalah Contemporary Perspective on Social Justice. ini adalah mata kuliah wajib major SJP. setiap major juga akan punya mata kuliah wajib major, tapi setelah itu, di term 2, kita bisa ambil mata kuliah apapun yang kta suka meskipun dari major lain. jadi batasan antar major juga ga gitu berarti. nah kenapa saya suka dengan mata kuliah ini? karena di sini saya dapat overview permasalahan social justice, baik melalui pendekatan HAM, gender, maupun konflik dan kekerasan. di sini saya diajarkan pemahaman filosofis dari permasalahan-permasalahan keadilan sosial, seperti apakah HAM universal atau relatif, kenapa keadilan sosial itu diperlukan, dsb.

Pertanyaan 3 :

3. Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

karena cakupan ilmu di sini luas sekali, kita bisa ambil topik penelitian apapun yang masih berhubungan dengan ilmu sosial. karena yang penting adalah bagaimana kita melihat dan memposisikan diri dalam suatu permasalahan. misalnya, salah satu tesis yang mendapat penghargaan di sini melakukan riset yang menggunakan ilmu psikologi dan ekonomi. ketika menganalisa permasalahannya, penulis menggunakan teori dan perspektif ekonomi pembangunan. jadi memang tergantung bagaimana melihat permasalahan itu sendiri. kalau mau liat bagaimana jenis2 penelitian di ISS bisa coba eksplor di web ini ya: http://www.iss.nl/library/

saya sendiri berencana untuk melakukan penelitian yang berada dalam payung konflik. topik saya adalah peran psikolog dalam penahanan tahanan politik 1965. meskipun terkesan seperti topiknya anak sejarah, sebenarnya topik ini sangat berhubungan dengan manajemen konflik yang dilakukan pemerintah pada masa itu yang bisa memperkaya penelitian terkait manajemen konflik dan juga menjadi kepingan dalam puzzle pelanggaran HAM berat masa lalu terkait 1965 yang masih problematik hingga saat ini.

Pertanyaan 4 :

4. Apa program studi S1 Anda? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang Anda ambil? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 Anda?

Program studi S1 saya psikologi. mungkin terlihat ga relevan ya, padahal sebenarnya ilmu psikologi itu luas sekali, ga hanya terkait kejiwaan seseorang (psikologi klinis) tetapi juga psikologi sosial yang dekat sekali dengan sosiologi. selain itu, belakangan pembahasan dan penelitian terkait behavioral economic mulai banyak berkembang, termasuk di development studies. di ISS sendiri ada mata kuliah dengan topik serupa tapi nampaknya karena kurang peminat (masih sedikit yang melihat relevansi dan signifikansi psikologi di pembangunan), mata kuliahnya dibatalkan.

bagi saya, belajar di ISS bisa melengkapi ilmu yang saya peroleh dari psikologi. di psikologi, saya belajar manusia dalam tataran mikro sementara di sini saya melihat situasi yang ada dari tataran makro. pendekatan human-based approach yang saya peroleh di psikologi juga saya dapatkan dalam program master ini. ini penting karena seringkali dalam membuat intervensi ke orang/kelompok lain seringkali kita menggunakan pendekatan top-down, sementara psikologi dan ilmu yang saya dapat di ISS menggunakan pendekatan bottom up, berdasarkan kebutuhan dari kelompok itu sendiri.

Pertanyaan 5 :

5. Bagaimana cara mendaftar ke program studi Anda? Apa saja requirementsnya?

ketentuan dan persyaratan untuk masuk ISS bisa dilihat di link ini: http://www.iss.nl/prospective_students/academic_requirements/ meskipun dalam link tersebut disebutkan bahwa membutuhkan pengalaman bekerja, kenyataannya banyak mahasiswa fresh-graduate (baik fresh-graduate S1 maupun S2) yang juga menjadi peserta didik di sini, contohnya saya hehe. jadi bukan tidak mungkin fresh graduates belajar di ISS. dan karena jurusan ini multi-disiplin, saya tekankan lagi, orang dari latar belakang jurusan apapun bisa daftar terutama mereka yang bekerja di isu pembangunan. salah satu mahasiswa ISS tahun lalu ada yang berlatar belakang sastra, ada juga yang latar belakangnya teknik. jadi sangat terbuka kesempatannya asal memang tertarik dan mau belajar, terutama jika memiliki pekerjaan di bidang serupa. satu poin lagi yang penting dan seringkali menjadi pertimbangan dalam pendaftaran, mendaftar di ISS tidak membutuhkan uang pendaftaran.

Pertanyaan 6 :

6. Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah Anda menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

Ada banyak beasiswa untuk kuliah di sini, antara lain Stuned, LPDP, NFP, beasiswa unggulan dikti, spirit, dan world bank (tapi tahun ini ga ada mahasiswa ISS indonesia yang pakai program beasiswa world bank). Semua beasiswa ini adalah beasiswa full yang ga hanya membiayai uang kuliah tapi juga uang buku, kehidupan sehari2, dan perjalanan jakarta-belanda-jakarta. saya sendiri pakai beasiswa stuned untuk kuliah di sini. kalau mau tau lebih detil terkait beasiswa untuk mahasiswa indonesia di ISS, bisa kunjungi blog ppi kota kami di ppikotadenhaag.org ya *promosi*

Pertanyaan 7 :

7. Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

nah ini pertanyaan yang agak ribet lagi jawabnya. karena sebenarnya setiap major di ISS juga punya jurusan dengan tema yang spesifik. misalnya untuk development studies ada juga di Leiden University, Maastricht University, University of Amsterdam, Wageningen University, dll. rasanya hampir di setiap kampus ada. sementara untuk major saya, social justice perspectives sejauh ini saya ga menemukan jurusan serupa – dengan nama social justice-, tetapi karena jurusan ini lingkupnya adalah HAM, gender, dan konflik, saya rasa hampir semua universitas punya jurusan ini. salah satu universitas yang cukup terkenal untuk studi HAM dan konflik dan juga gender adalah Utrecht University yang menurut beberapa survei merupakan universitas terbaik di bidang ini. meskipun begitu baiknya kita lihat juga ke kurikulum yang disajikan setiap kampus, apakah memenuhi kebutuhan kita atau ga. misalnya bagi yang tertarik isu HAM dan ingin mendalami aspek hukumnya, mungkin lebih cocok masuk ke Utrecht university karena di ISS akan lebih banyak melalu pendekatan socio-legal. jadi memang harus dilihat dari kebutuhan kita dan apakah mata kuliah yang ditawarkan menjawab kebutuhan kita. semua informasi ini ada di web setiap universitas, jadi kalian bisa coba mempertimbangkan matang-matang. kalian juga bisa cari jurusan yang diiinginkan di studyfinder.nl (untuk univ di belanda) atau masterportal.com (untuk univ di seluruh dunia).

Pertanyaan 8 :

8. Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi Anda? Apa rencana Anda setelah lulus?

banyak sekali, terutama yang berkaitan dengan praktik-praktik pembangunan, misalnya kerja di pemerintahan, NGO lokal maupun internasional, badan-badan dunia seperti UN atau World Bank, organisasi donor seperti Asia Foundation, US Aids, dan Aus Aid. lapangan pekerjaan lain yang sering dipilih adalah jurnalis dan peneliti.

kalau saya sendiri setelah lulus akan kembali ke Indonesia dan ingin bekerja sebagai peneliti atau terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan di masyarakat

Pertanyaan 9 :

9. Bagaimana ilmu Anda bisa bermanfaat di Indonesia?

di Indonesia masih banyak orang-orang yang seringkali luput dalam diskusi terkait kebijakan publik, seperti masyarakat adat, perempuan, anak, kaum difabel, LGBT, dan berbagai kaum minoritas lain. Ilmu ini bisa digunakan bagi pemerintah maupun stakeholder lain untuk melihat kompleksitas permasalahan di masyarakat sehingga kebijakan yang diproduksi juga bisa lebih memanusiakan manusia yang juga sesuai dengan salah satu sila pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pertanyaan 10 :

10. Apa pesan Anda untuk peserta diskusi?

sebelum menentukan mau lanjut kuliah dimana, ada baiknya mengetahui tujuan dan alasan kenapa kita mau melanjutkan kuliah master. hal ini memudahkan kita untuk memilih universitas mana yang akan kita pilih karena masing-masing universitas punya keunggulan dan limitasi masing-masing. kenali kampusnya, coba diskusi dengan orang yang berkuliah di universitas tersebut dan jangan ragu untuk mengkontak staf universitas jika ingin mengetahui lebih lanjut (lebih dari yang tertampang di web universitas) terkait perkuliahan dan kehidupan di kampus tersebut.

banyak orang yang ragu untuk mendaftar karena IPK dan nilai IETLS/TOEFL tidak mencukup standar atau tidak memiliki pengalaman bekerja. bagi saya itu bukanlah tujuan utama dari pendidikan, kalau memang memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan memang merasa kalau kuliah di luar negeri bisa menantang diri dan menambah wawasan, perjuangkanlah hal itu.

Pertanyaan 11 :

1. Saya bermaksud ambil S2 ISS social justice perspective erasmus uni. Gimana jika saya tdk punya background ttg HAM, gender, atau conflict studies? Saya hanya pernah ambil matkul HAM dan resolusi konflik, seberapa besar posibilitas saya utk diterima dan apa pertimbangan univ utk menerima mahasiswa?

2. Dari persyaratan masuk ISS erasmus uni, dibutuhkan 3 surat rekom. Apa utk jurusan social justice perspective saya perlu mendapatkan rekomendasi dr pegiat HAM?

3. Apa di jurusan social justice perspective terdapat kesempatan magang di NGO yg berkaitan dgn HAM?

1. Maksudnya kamu ga punya background pekerjaan di bidang itu ya? kalau boleh tau background pendidikan kamu apa? Sebenarnya saya juga ga bisa menjamin diterima/tidaknya, tapi pengalaman di bidang terkait tentunya akan membantu kamu ga hanya untuk diterima di ISS, tapi juga untuk menjalani hidup selama menjadi mahasiswa di sini. Sekedar share, di ISS tahun ini yang dari indonesia ada 4 fresh graduates, dua di antaranya jurusan SJP. Tapi kami berdua setidaknya pernah intern di LSM terkait HAM/gender/konflik. Meskipun begitu ga menjamin juga kamu diterima/ga diterima ketika daftar di sini.

2. Sebenarnya ga harus dari penggiat HAM kok, saya sendiri dulu minta surat rekomendasi ke 3 dosen, tapi selain menjadi pengajar, mereka juga aktif dalam aktivisme sih..

3. Sudah di jawab dibagian internship ya. Ada beberapa lembaga internasional di sini yang berkaitan dengan HAM juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s