Catatan Schotalk #7 SB Depok

🗼 Study at France, How and Why?

Pemateri : Bhirawa J Arifi

  • Master Université Paris 1 Panthéon – Sorbonne, France
  • Beasiswa Bourse du Gouvernement Français (BGF, Beasiswa Pemerintah Perancis)

🎭 PERKENALAN

Bonjour, selamat siang semua!

Sebelumnya terima kasih teman-teman Sahabat Beasiswa Depok atas kesempatan untuk berbagi cerita soal perkuliahan di Perancis.

Nama saya Bhirawa J. Arifi, biasa dipanggil Bhirawa. Asal saya dari Jakarta tapi numpang lahir di Semarang.

Saya mahasiswa jurusan Ilmu hukum. Bulan Agustus tahun lalu saya baru lulus S1 di Jogja dan saat ini sedang menempuh studi S2 di Université Paris 1 Panthéon – Sorbonne. Dan saya sebetulnya baru angkatan 2011, jadi mungkin ada yang seumuran atau bahkan ada senior, langsung panggil dengan nama saja🙂

🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏

📚 PEMAPARAN MATERI

1.) Saya kuliah di Perancis dengan beasiswa Bourse du Gouvernement Français (BGF, Beasiswa Pemerintah Perancis). Jadi itu beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Perancis bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di Perancis. Mahasiswa asing yang dimaksud itu mahasiswa yang bukan warga negara Perancis.

2.) Kalo untuk BGF, persyaratan sebenarnya itu hanya perlu surat diterima di kampus (LOA), sertifikat bahasa yang sesuai dengan jurusan yang dipilih, dan surat motivasi yang menerangkan kepana kita butuh beasiswa tersebut dengan menjelaskan rencana studi kita. Nggak terlalu rumit kalo soal persyaratan berkas administrasi, setelah semua lengkap dan lolos, nantinya akan ada tahap wawancara dengan Atase Kerjasama Universitas Kedutaan Besar Perancis di Jakarta. Kurang lebihnya, di tahap wawancara sebenarnya yang paling menentukan.

3.) Sistem perkuliahan di Perancis dibagi menjadi 3 bagian: LGD, Licence (S1), Master (S2), Doctorat (S3).

Untuk Licence, program kuliahnya hanya 3 tahun. Disitu para mahasiswa mulai memilih jurusan yang mereka minat setelah selesai SMA (Lycée). Kurang lebih hampir sama seperti di Indonesia.

Untuk Master, disini yang lebih unik. Master di Perancis dibagi menjadi 2 tingkat. Master 1 dan Master 2. Masing-masing Master memakan waktu 1 tahun. Jadi kalo ada mahasiswa yang sudah lulus Licence, nantinya dia akan daftar Master 1. Dan nantinya kalo dia sudah lulus Master 1, kalo memenuhi syarat dan lolos seleksi, dia nantinya baru bisa lanjut ke Master 2.

Untuk Doctorat, sistem Perancis kurang lebih sama dengan sistem Indonesia. Rata-rata mahasiswa doctoral di Perancis kuliahnya 4 tahun. Tapi juga banyak yang menghabiskan waktu 7 sampai 8 tahun untuk menyusun disertasinya.

Kalo ada lulusan S1 di Indonesia dan akan ke Perancis, gelar S1 dia itu setara dengan tingkat Master 1 di Perancis. Karena kuliahnya sudah 4 tahun atau lebih. Contohnya saat ini saya sedang mengambil program Master 2, karena saya sudah lulus S1 di Indonesia.bIni hal yang membuat banyak pelajar Indonesia yang akan ke Perancis bingung. Sebagian besar dari mereka yang ingin lanjut S2 di Perancis justru mengambil Master 1 (mungkin karena melihat dari judulnya “Master”). Padahal mereka bisa langsung lanjut ke program Master 2 agar ngga rugi waktu 1 tahun untuk mengulang Master 1.

4.) Untuk jam perkuliahan, biasanya kuliah pagi dari jam 09.00 sampai sore jam 17.00, ada beberapa kelas yang sampai 19.00. Setelah itu ada beberapa hari ke perpustakaan, dan ada beberapa hari di kantor. Untuk weekdays, kalo lagi di perpus biasanya pulang jam 23.00 an, kalo lagi di kantor biasanya selesai jam 02h pagi. Karena aku di fakultas hukum, tugasnya kurang lebih sama seperti di jurusan hukum lainnya, sama seperti di Indonesia juga. Paper, analisis dan komentar putusan pengadilan, konsultasi hukum, penelitian, soal kasus-kasus, sidang di pengadilan, dll.

5.) Tempat tinggalku di daerah 14 arrondissement Paris, hanya beda 3 blok dari salah satu tempat kejadian serangan terorisme di Paris bulan November 2015 lalu.

Terkait culture, saya merasa bersyukur karena nggak terlalu menghadapi persoalan komunikasi disini. Kalo soal perjuangan, sepertinya hidup dimanapun pasti juga membutuhkan perjuangan hehe. Di Perancis, selama kita memberanikan diri untuk mencoba berbicara dalam bahasa Perancis, walaupun kemampuannya sangat terbatas, akan jauh lebih dihargai oleh warga lokal daripada ketika menggunakan bahasa lain, bahasa Inggris contohnya.

Dan di Perancis tidak seperti sebagian masyarakat Indonesia pikirkan. Warga Perancis adalah warga yang menurutku paling teloren (dari segi ras, asal usul, agama, pandangan politik, dsb.) di dunia. Dan menurutku jauh lebih toleran daripada Indonesia sendiri.

Kalo dari kacamata kehidupan mahasiswa, mungkin jelas disini lebih berat karena ngga ada warung burjo atau warteg yang bisa dikunjungi kalo lagi lapar malam-malam. Dan jangan pernah harap ada tukang bakso atau nasi goreng lewat kalo lagi kelaparan di apartemen hehehe. Disini pelajar dan masyarakat Perancis sangat terbuka, mereka ramah dan pengertian terhadap orang asing. Itu secara umum. Intinya selama kita baik dan mau mencoba memahami budaya yang ada disini mereka juga akan memahami budaya kita. Pastinya banyak kebiasaan dan hal budaya yang ngga mungkin akan ditemukan di Indonesia, tapi kita harus mengingat bahwa kita di negeri orang dan kita sudah cukup dewasa untuk membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk.

🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏

📲 SESI TANYA-JAWAB

Pertanyaan 1 :

Kak Bhirawa, bisa bantu aku untuk Kuliah di Prancis gak? Kenal orang dalam gitu…

👉🏻 Untuk pertanyaan Mifda, sejujurnya ketika aku mengajukan permohonan beasiswa ke IFI dan kedubes Perancis, aku ngga kenal siapapun dari pihak mereka. Tapi secara inisiatif aku datang kesana untuk mencari informasi dan menjelaskan kondisiku yang sudah keterima di kampus Perancis tapi memiliki kendala untuk pembiayaan kuliah.

Saranku untuk Mifda, kalo seandainya kamu berniat untuk lanjut kuliah di Perancis, coba mendekatkan diri di Campus France yang ada di IFI setiap daerah dan di Kedutaan Besar Perancis di Jakarta.

Pertanyaan 2 :

kalo misal lintas jurusan boleh gak? Misal di Indo ambil TI lalu disana ambil bahasa S1 boleh?

👉🏻 Untuk pertanyaan Refia, jelas boleh. Disana bebas untuk mengambil juruan apa saja untuk tingkat Licence (S1), hanya perlu memenuhi persyaratan yang diminta di setiap jurusan saja.

Pertanyaan 3 :

Saya dari jurusan pendidikan Biologi, ada niatan mau studi lanjut di bidang yang sama. Univ mana yg bisa direkomendasikan? Lalu untuk studi di Perancis itu apakah harus punya basic bahasa Perancis?

👉🏻 Untuk pertanyaan Ruroh, banyak sekali kampus yang menyediakan jurusan Ilmu Biologi dan spesialisasinya di Perancis.

Untuk di Paris, kampus terbaik untuk ilmu biologi adalah Ecole Normale Supérieure (ENS) http://www.capital.fr/carriere-management/actualites/facultes-de-medecine-biologie-et-psychologie-les-anglo-saxonnes-surpassent-les-francaises-596711

Selain itu, ada banyak juga yang kampus di Paris dengan reputasi jurusan biologi yang sangat baik:

Université René Descartes (Paris V)
Université Pierre et Marie Curie (Paris VI)
Université Denis Diderot (Paris VII)
Université de Paris Sud (Paris XI)
Université du Val de Marne (Paris XII)
(Paris XII offre, entre autres, une formation d’ingénieur en Biosciences avec l’ISBS Paris http://www.isbs.fr)
Université de Paris Nord (Paris XIII)
Université de Cergy-Pontoise
Université d’Evry
Université de Versailles Saint-Quentin-en-Yvelines (UVSQ)

Iya, secara umum untuk melaksanakan studi di Perancis membutuhkan beberapa standar kemampuan bahasa Perancis, tapi di setiap jurusan memiliki persyaratan masing-masing untuk tingkat bahasa

Untuk menentukan kemampuan bahasa Perancis yang diminta oleh kampus, ada namanya sertifikasi DELF/DALF. DELF adalah Diplôme d’Etudes de la Langue Française, dan DALF adalah Diplôme Approfondie de la Langue Française. Perbedaannya terdapat di tingkatannya. Tingakatan DELF terdiri dari level A1, A2, dan B1, B2. Sedangan tingkatan DALF terdiri dari C1, C2

Sebagian besar bidang keilmuan IPA meminta sertifikasi DALF minimal B1, dan untuk ilmu sosial umum DALF B2.

Informasi lebih mendalam soal tes sertifikasi DELF/DALF bisa ditemukan disini http://www.ifi-id.com/ujian-internasional-bahasa-prancis-delf-dalf

Pertanyaan 4 :

Saya mungkin ingin lebih tahu terkait kultur islam. Seperti akses peribadatannya (masjid, mushola), makanan yang ‘halal’, serta kajian-kajian keislaman disekitar universitas.

👉🏻 Untuk pertanyaan Raka, kehidupan masyarakat muslim di Perancis tidak sulit, walau tidak semudah di Indonesia tetapi fasilitas ibadah dan kebutuhan lainnya mudah diakses disini. Banyak masjid yang terletak di kota Paris, biasanya dicari melalui situs http://www.trouvetamosquee.fr/. Situs ini juga memberikan info seputar kehidupan islam di Perancis serta lokasi seluruh masjid yang ada di Perancis.

Biasanya, aku jumatan di Grande Mosquée de Paris atau di KBRI Paris (disana menyediakan fasilitas sholat jumat untuk warga Indonesia dan warga Perancis umumnya).

Makanan halal disini banyak ditemukan, baik di pasar, supermarket, atau di restoran. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa makanan di luar halal ngga ada. Intinya kita harus teliti soal apa yang kita makan dan minum.

Karena universitasku kebetulan kampus yang fokus pada keilmuan sosial yang memiliki reputasi ilmu teologis yang kuat, jadinya kajian seluruh kepercayaan yang ada bisa ditemukan, termasuk kajian soal agama islam dan budaya syariah. Untuk soal intensitas kajian agama islam di kampus secara khusus, aku kurang memahami, tapi yang jelas semua kajian dan penelitian soal Islam bisa ditemukan dengan mudah di jurnal ilmiah Paris 1 https://search.univ-paris1.fr/cgi-bin/search.cgi?q=islam&ue=/ent/

Pertanyaan 5 :

Apakah ketika apply ke univnya harus sudah punya proposal penelitian?

👉🏻 Untuk pertanyaan Rahmi, untuk S1btidak perlu mempersiapkan proposal penelitian atau thesis. Tapi untuk lanjut S3 perlu, seperti persiapan S3 pada umumnya. Yang biasanya perlu dipersiapkan untuk apply ke universitas di tingkat Licence dan Master hanya: Surat motivasi, surat rekomendasi, transkirp nilai atau ijazah terakhir, CV, pas foto, sertifikat kemampuan bahasa, keterangan finansial.

Pertanyaan 6 :

Seberala pentingnya riwayat organisasi yang terlampir di CV? Serta bagaimana kesempatan bagi mahasiswa yg tidak pernah berorganisasi?

👉🏻 Untuk pertanyaan Marita, riwayat organisasi sangat penting karena salah satu faktor yang memberikan aku kesempatan mendapatkan LOA dan beasiswa adalah riwayat organisasiku dulu ketika S1. Ini menjadi poin penting karena pihak kampus dan pihak pemberi beasiswa akan melihat kemampuan extra akademis kamu, salah satunya dari riwayat organisasi dan profesional yang akan diuji melalui wawancara.

Tapi tentunya itu semua hanya pelengkap, karena yang akan menjadi hal utama dalam berkas pengajuan diri sebagai mahasiswa baru dan beasiswa adalah transkrip akademik serta rekomendasi dari kampus.

Pertanyaan 7 :

Apakah jika kita lolos beasiswa LPDP maka otomatis kita lulus masuk salah satu univ?

👉🏻 Lolos beasiswa LPDP tidak menjamin kita akan mendapatkan kampus di Prancis. Berbeda dengan kampus di Australia atau Inggris, kampus di Perancis tidak membutuhkan dana besar dari mahasiswanya karena disubsidi penuh oleh Pemerintah. Dan juga, sistem penerimaan mahasiswa baru disini menguji secara keseluruhan kemampuan dan niat mahasiswa itu sendiri secara sangat selektif. Banyak teman-temanku para penerima beasiswa LPDP yang ditolak kampus di Perancis, dan justru yang keterima adalah para pelajar yang awalnya belum mendapatkan beasiswa sama sekali ketika diberi LOA.

🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏

Best Regards,
SB Chapter Depok
© Sahabat Beasiswa
Everyone can get scholarship~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s