Catatan Scotalk SB Depok

Pemateri :ย Fathiya Rahma Arfira

  • Master FK UGM minat Kedokteran Molekuler

Oke,, kata pepatah kan ‘tak kenal maka taaruf’ (ini pepatah siapa yak?), ahaha, jd sy kenalan dulu yaa

Nama saya Fathiya Rahma Arfira biasa dipanggil Fathiya. Asal dari Jombang, Jawa Timur. Sekarang sedang asyik menjalani rutinitas mengajar di bimbel Nurul Fikri, wilayah Bogor. Kemarin alhamdulillah lulus dari Fakultas Biologi UGM bulan Mei tahun 2014. Dan InsyaAllah tahun ini akan melanjutkan pendidikan di FK UGM pada minat Kedokteran Molekuler..

Dulu biology ugm nya di bagian genetika juga kak? Maaf menyela kak momod๐Ÿ™๐Ÿป

Iya di genetika..

Okay,, mulai dari Apa itu LPDP?

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah sebuah lembaga dibawah kementerian keuangan yang mengelola sekitar 1% dari Dana APBN Pendidikan. Dana APBN Pendidikan Indonesia sekitar 20% dari total APBN, nah 1%nya dikelola sebagai investasi sehingga memunculkan dana abadi (endowment fund) yang digunakan untuk membiayai 3 sektor: pendidikan berkelanjutan, riset strategis dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam..

Kalo sejarah dll dari LPDP bisa dibaca lengkap di website lpdp ya, www.lpdp.kemenkeu.go.id

Nah, salah satu program unggulan LPDP dari sektor pendidikan berkelanjutan adalah BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA (BPI) yang dibagi menjadi BPI Reguler dan BPI Afirmasi.

BPI meliputi beasiswa magister dan doktoral dalam/luar negeri, beasiswa dokter spesialis, beasiswa tesis dan disertasi.

BPI reguler dapat diikuti seluruh WNI yang memenuhi syarat. Syarat2nya standar sih, paling umur aja yang perlu diperhitungkan, untuk master maksimal 35 tahun, doktor maksimal 40 tahun.

Nah kalo yang BPI Afirmasi, jalur khusus yang hanya bisa diikuti oleh teman2 dengan syarat tertentu, misalnya peserta Bidik Misi yang lulus S1 Cumlaude, WNI tidak mampu yang berprestasi, WNI dari daerah 3T, dan prestasi olimpiade

Persyaratan pendaftaran BPI untuk program magister (yang sy ikuti) lumayan gampang, standar aja.
1. Ijazah S1
2. Transkip Nilai S1
3. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat yang mengenal pendaftar (2 buah)
4. Surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, surat bebas narkoba dan surat bebas TBC (bagi yang ke LN)
5. Sertifikat TOEFL
6. Surat Izin Atasan bagi yang bekerja
7. KTP
8. Surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain (format lpdp)
9. Essay Rencana Studi, Peran untuk Indonesia, Sukses Terbesar dalam hidup

Tahap seleksi cuma dua tahap :

1. Seleksi administasi, menyeleksi berkas2 yang kita upload di akun pendaftaran. Proses submit berkas untuk BPI bisa dilakukan sepanjang tahun, tetapi untuk batas seleksi administrasi, dibagi jd 4 batch. Misal batch 1, 20 oktober-21 januari. Nah kalo submit berkas bulan november, berarti masuk seleksi administrasi yang Batch 1. Dan perkuliahan baru boleh dimulai 6 bulah setelah penutupan submit berkas per batchnya. Kalo ikut Batch 1, berarti paling cepet kuliah bulan Juli. Seleksi administrasi dilakukan paling lama 1 bulan setelah penutupan per batch. Untuk Batch 1 kemarin, pengumuman lolos seleksi administrasi pada bulan Februari.

2. Seleksi Substansi, meliputi Interview, LGD dan On the spot essay writing. Seleksi Substansi dilakukan di kota2 yang telah kita pilih saat mendaftar, ada jakarta, yogyakarta, medan, surabaya, makassar. Interview yang paling menentukan, sekitar 50-60% penilaian dari interview. Sisanya dari LGD dan On the spot essay writing. Aku ga jelasin detail yaa biar nanya.. ๐Ÿ˜

Pengalaman saat Persiapan Keberangkatan (PK), duuh ini susah kalo mau ditulis, harus ngalamin sendiri, yang paling inget saat aku ngomong dengan baper di depan forum karena ketua angkatan PK kami diganti akibat kesalahan yang terakumulasi lebih dari 25 poin selama 5 hari.๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ

Alasan kuliah di dalam negeri, ahaha, interviewer juga nanya gini ke aku..

Jadi awalnya memang aku sangat menggebu2 untuk kuliah di luar negeri, belajar toefl sm ielts, dll. Tapi setelah aku merenung dan berpikir lagi, sebenernya worth it ngga sih aku kuliah ke luar? Motivasinya apa? Emang beneran karena mau nyari ilmu, meneliti sesuatu, atau cuma karena gaya2an dan lagi ngetrend aja, atau karena biar dibilang keren, atau ngikut2 temen? Dan ternyata motivasi aku ngga sekuat itu. Hal yang ingin aku teliti, masih sangat mungkin diteliti di indonesia, ngga sangat urgent sehingga membuatku harus kuliah ke luar negeri. Beda dengan banyak kakak2 yang memang tau mereka akan melakukan apa dengan penelitian di luar negeri, meskipun nantinya penelitian itu ga bisa di aplikasikan di indonesia karena negeri kita belum sesiap itu untuk menerima teknologi..

And then, finally aku disini aja, meneliti suatu hal yang lebih down to earth dan bisa aplikatif secepatnya, oiya, penelitianku terkait gen diabetes InsyaAllah,,

Nah kayaknya ada fenomena ‘aji mumpung’ gitu sih emang. Dan karena itu tahun ini lpdp ketat banget seleksinya, soalnya mungkin yang kmrn banyak penyalahgunaan gitu, misal book allowance, kan banyak tuh duit book allowance, malah dipake nonton MU di Old Trafford,,๐Ÿ˜‚

Alasan kuliah di dalam negeri udah kaan itu tadi aku jelasin

Dan di sisi lain aku liat di UGM akreditasinya udah internasional, jd kuliahnya jg ala ala internasional,, sistem kurikulum dll juga bagus, lebih bagus daripada kampus2 lain,, ini juga ditanyain interviewer waktu itu

Oiyaa FYI, kalo milih kampus buat kuliah musti tau banget yaa tentang kampusnya, kelebihannya dibanding kampus lain,, kenapa yakin milih kampus itu,,

Belajar ielts sama toefl pas udah lulus,, wkwkwk, soalnya pas kuliah sambil kerja, jd ga sempet les2. Pas udah lulus baru belajar, nah yang ini jangan ditiru, kalo bisa pas semester2 akhir udah mulai belajar

Pertanyaan 1 :

Kak, gimana nih perjuangan nya buat berhasil dapat beasiswa dalam negeri di FK Kedokteran molekuler?

Oiya essay on the spot tuh murni faktor luck deeh..

Aku kmrn dapet 2 tema, akan dikemanakan anak2 korban bullying ketika proses hukum tersangka bullying sudah selesai? Sama ‘penanggulangan globalisasi agar tidak mempengaruhi budaya bangsa’. Yaa 30 menit musti mikir bikin essay dari salah satu tema itu, baru ketemu idenya, tiba2 udah tinggal 20 menit ajaa padahal belum nulis baru ngelamun nyari ide.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Ahaha tapi temen sebelahku yang psikologi, dapet tema pro kontra UN, aku bakal lebih milih tema itu krn aku berkutat di pendidikan,, dia juga ngarep dapet tema bullying biar bisa lebih mantap bahasnya.

Jd essay on the spot temanya beragam banget, kadang ga terduga, kadang gampang,,

Kalo perjuangan dapetin beasiswanya alhamdulillah mungkin ini kekuatan doa orang tuaku, yang tak pernah lelah mendoakan aku,, *tsah

Ini kali pertama apply untuk beasiswa magister dan Alhamdulillah langsung lolos, tapi kuncinya lebih ke persiapan sih. Kan yang menentukan poin paling banyak tuh di interview, aku sampe minta simulasi interview sm temen2 kantor, sama anak psikologi, trus baca2 tips and trick interview. Dan kalo LGD sama on the spot essay, aku banyak baca2 berita sih, buat nambah wawasan sama perbendaharaan kata..

Oiyaa, trus musti jujur sejujur2nya, kalo jawab pertanyaan jangan ngarang, pasti ketahuan. Jdi dirimu sendiri aja, psikolog pasti tau kalo kamu pura2 jd orang yang bukan dirimu..

Nah di UGMnya sendiri ada tes bahasa inggris (toefl) sama tes Potensi Akademik Pascasarjana (Paps), dan itu ga susah kok.. :):)

Pertanyaan 2ย :

Kak Fathiya dulu waktu tes wawancara ditanyain apa saja?

Pas wawancara, disuruh memperkenalkan diri. Trus ditanyain, kenapa milih kuliah disitu? Jurusan itu? Nah dihubung2in sama S1 aku, kegiatanku seabreg2 ditambah kerja part time, gimana bisa dapet IPK bagus? Besok pas S2 bisa gak dapet IPK lebih dari ini? Trus kelemahan diri kamu apa? Dan ditanya, kenapa ngga ke luar negeri kuliahnya? Kamu punya potensi lhoo.. (diiming2in yang bikin goyah kalo ga kuat iman๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ). Di akhir2 ditanya2 dosen pembimbing thesisnya ntar siapa rencananya? Penelitiannya gimana? Trus abis kuliah mau jadi apa? Yang paling ga nyangka, dikepoin rencana nikah., ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ

Pertanyaan 3ย :

Pertanyaannya to the point saja ya kak. Tadi kan udah dijelaskan terkait persyaratan program magister point 4 tentang surat keterangan sehat dari pemerintah, bebas narkoba dan bebas TBC.

Kalo saya pahami, suratnya ada 3 ya? Atau satu surat menerangkan tentang ketiganya (sehat, bebas narkoba, dan bebas TBC)? Kemudian dari pemerintah itu maksudnya gimana ya? Puskesmas termasuk gak? Terima kasih.

Haai Melia, untuk suratnya ada 3, terpisah satu sama lain. Dan harus dari RUMAH SAKIT PEMERINTAH, jd ga boleh puskesmas, ga boleh RS swasta juga

Pertanyaan 4 :

Kak apakah ada perbedaan BPI dari LPDP yg ke LN dengan dalam negeri? Perbedaan dari segi apa aja yang ditanggung oleh LPDP.

Halo Yoga,, enggak sih, secara umum sama aja, semuanya ditanggung, bahkan tunjangan keluarga juga. Paling besaran allowance aja yang beda, kayak di london sm Sheffield gitu pasti beda dikasi allowancenya karena biaya hidup di london lebih mahal. Sama insentif top 20 Univ, jd kalo kamu ketrima di salah satu dari 20 umiversitas dg ranking tertinggi dunia (aamiin), kamu dspet insentif tambahan 50juta.

Oiya sama kalo ke LN mungkin lebih ribet ngurus2 pencairan allowancenya karena currency mata uang dari rupiah ke valas ya,,

Pertanyaan 5ย :

Kak, mau tanya tentang cv. Diformat cv, kadang ada yang mencantumkan kolom publikasi untuk diisi. Publikasi seperti apa tepatnya yang bisa dicantumkan dicv (dan/atau itu menarik bagi LPDP) Besarkah pengaruh publikasi ini untuk cv kita (bagi LPDP)? Makasi.

Hei mutmut imut,, iya, penting mencantumkan publikasi di cv, juga di form pendaftaran lpdp ada tuh isian buat publikasi. Yang penting relevan sama bidang aja sih, trus di jurnal yang terakreditasi,. Pernah ada yang ditanya pas apply ke univ top dunia, kamu belum punya publikasi, yakin mau kuliah ke situ?

Pertanyaan 6ย :

Kak mau tanya dong tips dan trik lolos LPDP sepengamatan kakak tadi kan ada tuh ketua PK yang dikeluarkan kok bisa gituloh?

Tips and tricknya cuma jadi diri sendiri aja,, dan tau sebanyak mungkin hal yang diperlukan. Misal, tau tentang univ tujuan, tau tentang penelitian, tau tentang dosen2 di univ itu. Trus tau berita2 nasional yang jd bahasan LGD sm essay. Ketua PK ga dikeluarkan, tapi diganti. Karena akumulasi kesalahan peserta PK. Dan PK ini ga akan berpengaruh apapun terhadap status kita sebagai awardee lpdp ya, jd mau lulus PK atau nggak, kita tetep awardee lpdp. Tapii, biasanya yang ga lulus PK jadi ‘catatan’ buat lpdp kalo awardee ini nantinya melakukan pelanggaran berat, bisa dicabut beasiswanya..

Iya ada, ga dapet sertifikat, tp ga bakal ngaruh ke beasiswa sih tenang ajaa,, selama berkelakuan baik pasti ga kenapa2 kok..๐Ÿ˜‰

Pertanyaan 7ย :

Pertanyaannya seputar seleksi wawancara LPDP. Beasiswa LPDP kan tujuan univ-nya bisa dalam & luar negeri ya ka..

Saya pernah konsul dgn salah seorang Awardee LPDP, beliau cerita ada calon Awardee LPDP yg ikut interview.

Sebenarnya tujuan univ-nya ke LN, berkasnya jg udah sesuai standar.

Tapi saat interview ada satu pertanyaan yg tidak mampu dijawab atau jawabannya kurang memuaskanย  (tentang alasan mengambil jurusan).

Dia tetap lolos seleksi namun tidak bisa kuliah di univ tujuan dia di LN.

Akhirnya dia dapat LPDP di univ DN.

Pertanyaannya, apakah benar ada yang seperti itu?

Mohon penjelasannya ka..

Btw, selamat ya ka karena telah berhasil menjadi Awardee LPDP.. ๐ŸŽ“๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป
Doakan kami agar bisa segera menyusul. โ˜บ
Aamiin yaa Rabb..

Hello fahri,, hmm, ada cerita begitu ya? Baru denger aku..

Soalnya setahuku, ada nilai passing grade hasil akumulasi seleksi substansi yang hatus dilampaui peserta agar layak dinyatakan lolos sebagai awardee. Jd ga bisa tuh kayak gitu, kecuali kalo dia udah dapet beasiswa ke LN, trus ternyata dia ga bisa dapet LoA dalam waktu satu tahun setelah dinyatakan lolos, nah bisa ada pilihan dia pindah ke univ dalam negeri, atau statusnya sebagai awardee dicabut.

Tentang kriteria lolos tidaknya, bisa dibaca nih https://risya29.wordpress.com/2015/12/13/tidak-lolos-lpdp-memang-penilaiannya-seperti-apa/

Pertanyaan 8ย :

Menurut kakak apa yang menjadi pokok dan inti yang dicari oleh penyeleksi LPDP sehingga aplikasi kita jadi “BOOM”?

Hola Maryam,, sebenernya aplikasi kita asal memenuhi syarat administratif, udah pasti lolos seleksi administrasi sih. Format aplikasinya udah ada sendiri, jd bukan kita upload CV gitu, ada form yang harus diisi. Nah menurutku, mungkin akan kelihatan eye catching ketika poin2 yang ada di form itu bisa ‘terisi sempurna’, misal, ada form prestasi, publikasi, karya ilmiah yang perna ditulis, buku yang pernah ditulis, dll.,

But, banyak juga yang aplikasinya nyaris sempurna, tapi gagal dapet beasiswanya, padahal kalo diliat dari achievementnya, udah pasti lolos nih. Jd balik lagi, sejauh apa kita bisa meyakinkan interviewer, sejauh apa kita bisa santun dalam berpendapat di forum LGD, sejauh mana kita mengeksplorasi opini dalam menulis essay, itu yang lebih menentukan. Aplikasi kita akan berhenti di seleksi administrasi, tp kepribadian dan self esteem kita yang akan terlihat saat seleksi substansi..

Pertanyaan 9ย :

Klo beasiswa LPDP itu apakah bisa universitas swasta mendapatkan peluang di terima yg sama seperti universitas negeri?

Hai dwii -bukanWiOL๐Ÿ˜‹-, bisa bangeet, banyak awardee yang S1nya bukan berasal dari univ negeri, jangankan swasta terakreditasi, ada yang kampusnya skala lokal, tp dia bisa meyakinkan interviewer bahwa dia bisa berbuat lebih untuk Indonesia, dia lolos. Yakinkan interviewer, bahwa kita dibutuhkan oleh Indonesia, untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Pertanyaan 10 :

Hello ka Fathiyaa.. Kakak berapa lama mempersiapkan semuanya dari les TOEFL sampai berkas komplit. Oh iya mau dibagi ceritanya dong kak pas sesi LGD, tips dan trik biar ga mendominasi dan ga pasif.
Terima kasih.

Halo wanita sholihah, biasanya mar’atus dibarengi sholihah, semoga sholihah sampe surga yaa..๐Ÿ™‚

Les Toefl cuma 3 bulan pasca lulus, jd aku kan lulus Mei, trus msh ada kontrak jd asisten sampe Juli. Jd sambil les, kan udah ga kuliah. Nah abis itu langsung kerja. Ngumpulin duit dulu buat tesnya yang bayar pake dollar ituu.. nah baru tahun depannya (2015) aku apply lpdp karena musti multitasking banget,, ๐Ÿ™ˆ

Kalo fokus mah 4-6 bulan cukup banget buat ngelengkapin berkas, tes toefl, dll..

Aku kan disambil kerja, sambil bahas soal2 SBMPTN, wkwkwk.. ๐Ÿ˜‚

Oiya cerita LGD..

Jadi intinya, LGD itu menguji, seberapa santun kita dalam menyampaikan pendapat, dan seberapa teguh kita pada pendapat yang sudah kita lontarkan.

Kmrn aku volunteer jd moderator sih pas LGD, karena jd moderator ya tugasnya kayak momod ini, cuma nyambung2in, sm ngumpul2in pendapat, trus temen satu LGDku yang ga lolos lpdp, pas aku perhatiin dia terlalu memaksakan pendapatnya di forum, padahal pendapatnya bener sih, tp forum isinya bukan dia doang.

๐Ÿ™‚

Jd meskipun pendapat kita benar, jangan terlalu maksa ya, hargai yang lain, dengerin yang lain juga

Jika kamu ingin menggapai mimpi, maka yakinkan dirimu bahwa kamu benar2 menginginkan mimpi itu terwujud. Percaya pada dirimu, percaya pada kemampuanmu. Jika kamu saja tidak bisa percaya pada dirimu, bagaimana kamu berharap orang lain akan percaya padamu?

Just be your self, okay?

Iyaa tanya ajaa chat boleh, pm fb boleh, email boleh, telepon boleh, jangan pager sama fax ya aku ga punya.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Aamiin semoga terwujud semua mimpinya yaa.. ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s