Serangan Kabut (FG) Pagi Hari

Mataram, 20 April 2016

10.18 WITA

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah setelah sekian lama ga posting akhirnya kali ini saya sempet-sempetin dah buat nulis. Hmm sebenernya banyak sekali yang ingin saya ceritakan, namun karena keterbatasan waktu dan kemalasan saya juga (#jangandicontoh hihi) jadinya saya cerita tentang kabut dulu. Kabut yang beberapa waktu lalu sempat mebuat saya benar-benar khawatir dan cemas paling cemas yang pernah saya rasakan.

Kabut (FG), Lion Air, Significant Wheather. Pengalaman pertama yang paling nano nano selama PKL.

Waktu itu, awal bulan April (saya kelupaan belum mencatat tanggal di note saya), saya mendapat jadwal dinas malam (MO) masih dengan Pak Makhfu. Seperti dinas malam sebelumnya, sekitaran jam 2 sampai 7 dini hari biasanya kalaupun cuacanya significant hanya ada Haze ataupun Mist yang alhamdulillah saya sendiri sudah bisa membuat laporan synop maupun metar untuk significant wheather tersebut. Kali ini berbeda, untuk pertama kalinya saya mendapati Kabut atau yang dalam istilah meteorologi disebut sebagai Fog.

Ok sebelum saya menuliskan lebih lanjut, saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang apa itu Haze, Mist, Kabut, berdasarkan pemahaman saya yang yang bersumber pada buku WMO (World Meteorological Organization) No.8 Guide to Meteorological Instrumens and Methods of Observation pada Subbab 14.2.2.1 Object of Observation.

In reports that take into account the atmospheric conditions during the last hour, Haze should be distinguished from Mist or water Fog. With Haze, the air is relatively dry, whereas with Mist or water Fog, there is usually evidence of high humidity in the form of water droplets or rime on grass, leaves, etc. If the station is equipped with measuring instruments, it is fairly safe to assume that the obscurity is Haze if the relative humidity is less than a certain percentage, for example, 80 per cent, and if the visibility is within certain limit values, for example, greater than 1 km in the horizontal, and greater than 2 km in the vertical. Mist is to be reported at high humidity values and at a visibility of 1 km or more. In synoptic reporting, Fog is regarded as applying to water or ice Fogs, generally reducing the horizontal visibility at the Earth’s surface to less than 1 km.

Berdasarkan kutipan tersebut dapat diketahui bahwa :

Haze (HZ)

Udara relatif kering dari pada ketika Mist ataupun Fog. Biasanya terdapat embun pada rumput atau daun. Untuk visibility belum pasti, misalnya saja 80 % dengan visibility horizontal lebih dari 1 km dan visibility vertikal lebih dari 2 km.

Mist (BR)

Kelembaban udaranya tinggi dan visibilitynya lebih dari sama dengan 1 km.

Fog (FG)

Fog biasanya memiliki nilai visibility horizontal kurang dari 1 km.

Tambahan, berdasarkan pemahaman saya yang bersumber dari searching di internet, baca buku, tanya Observer dan Forcaster yang lebih ahli :

Haze (HZ) dan Mist (BR) itu sebenarnya hampir mirip, jujur saya pun belum bisa membedakan secara pasti kedua significant cuaca tersebut. Yang saya pahami Haze dan Mist itu seperti kabut tapi lebih tipis dan membuat jarak pandang (visibility) menururun dan kabur. Nah untuk ketebalannya biasanya Mist itu lebih tebal dari pada Haze. Selain itu ketika ada Mist maka kelembaban udara (RH) akan lebih besar sama dengan 95%, untuk RH Haze kisaran 90% – 94%.

Sama halnya dengan Mist (BR), Fog (FG) juga memiliki nilai kelembaban udara (RH) lebih dari 95%. Namun biasanya Fog lebih tebal dari pada Mist sehingga visibility ketika Fog juga menurun dengan nilai visibility kurang dari 1 km. Berdasarkan pengamatan saya ketika terjadi Fog pada tanaman terdapat embun yang lumayan tebal.

Ok, sekarang sudah jelaskan apa yang dimaksud dengan Haze, Mist, dan Fog atau yang lebih dikenal dengan Kabut???

Sebelum lanjut ke cerita berikutnya saya akan menjelaskan apa itu Metar. Metar adalah data cuaca untuk penerbangan yang diupdate tiap setengah jam sekali dan atau jika ada significant wheather secara tiba-tiba (Speci) misal hujan, petir, kabut, dll. Dalam Metar ini terdapat banyak informasi penting tentang cuaca yang dalam pengirimannya dituliskan sebagai sandi/kode yang berupa kumpulan angka maupun singkatan huruf.

Next lanjut ceritanya ya

Pagi itu sekitar pukul 05.30 WITA saya sudah mengirim Metar sesuai dengan pengamatan kondisi cuaca pagi itu. Setelah selesai mengirim Metar saya pun langsung melanjutkan pekerjaan saya untuk input data cuaca lalu.

Sekitar 5 menit kemudian saya terima telfon dari pihak maskapai Lion Air yang menanyakan visibility. Sesuai metar yang saya kirim, saya jawab 3 km. Beliau tanya beneran 3 km soalnya ada kabut di luar. Ya saya jawab iya soalnya barusan saya lihat keluar sekitar 5 menit yang lalu memang masih 3 km. Akhirnya telfon pun ditutup.

Setelah itu saya coba lihat ke luar ruangan lagi. Astagfirullah.. begitu kagetnya saya ketika ternyata hanya dalam beberapa hitungan menit muncul kabut yang begitu tebal. Sebenarnya mudah saya bisa telfon pihak Lion atau mengirim Speci untuk menurunkan visibility. Namun, karena kebingungan yang super akut waktu itu, takut kalau pesawatnya bener-bener Take Off, dan juga jikapun harus telfon balik ke Lion saya tidak tahu nomornya. Alhasil saya meminta bantuan pegawai lain yang juga dinas. Beliau juga kaget karena ternyata visibility waktu itu bahkan tidak mencapai 1 km hanya 300 m. Akhirnya beliau mencoba telfon balik ke Lion namun juga tidak tahu nomonya. Bingung, khawatir, takut, bercampur aduk waktu itu. Bagaimana jika pesawatnya tetap terbang, bagaimana jika nanti terjadi sesuatu. Oh God please help me. Hingga beberapa menit telfon sana sini ke tower, BO, air nav, dll akhirnya beliau mendapatkan no Lion. Entah dapatnya dari mana yang jelas saya lega karena kami berhasil telfon Lion dan mengabarkan bahwa visibilitynya berkurang menjadi 300 m dan sebelum kami telfon balik memang pihak Lion sudah menunda penerbangannya. Syukur alhamdulillah. Beribu-ribu syukur saya panjatkan kepada Allah SWT waktu itu. Bagaimanapun juga semua itu berkat bantuan Allah. TanpaNya mungkin kami khususnya saya hanya bisa pasrah apapun nanti yang akan terjadi. Namun karenaNya, Lion memang sudah menunda penerbangannya begitu pula kami dapat mengabarkan visibility yang paling uptodate. Thanks God, You are everything :*

Sekian cerita dari saya, pengalaman menggetirkan di tempat PKL yang tak akan pernah terlupakan.

Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s