Kunjungan SST NTB ke Laskar Baca

Mataram, 26 April 2016

08.51 WITA

Assalamualaikum wr wb

‘Hidup terasa lebih hidup ketika kita bisa berbagi’

Alhamdulillah wa syukurrillah, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?? Syukur dan syukur tiada hentinya sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di tanah Lombok. Yaa salah satunya karena alhamdulillah sesuai dengan pilihan saya (waktu itu). Namun bukan hanya itu, mimpi-mimpi kecil yang dulunya sempat terkubur akhirnya muncul kembali. Tanpa rencana apapun. Hanya saja beda nama, kalau dulu inginnya SM3T tapi sekarang entah apa itu namanya saya ingin mewujudkannya disini, mengajar adek-adek di daerah pelosok.

Hal itu bermula ketika saya bergabung dengan SST NTB (Sahabat Sekolah TOEFL NTB) yang mana merupakan komunitas siswa Sekolah TOEFL dengan Founder Mas Budi Waluyo yang saat ini sedang menempuh pendidikan Phd di Amerika. Sebenarnya bukan juga kali pertama saya bergabung dengan SST karena sebelumnya saya juga bergabung dengan SST Jogja dan Jakarta. Alhamdulillah bersama mereka saya mendapatkan banyak energi positif yang tak ternilai harganya. Walaupun kami belum saling mengenal lebih dekat namun saya merasakan bagaimana eratnya kekeluargaan didalamnya.

Jadi kegiatan perdana kami yang dilaksanakan 24 April 2016 adalah kunjungan ke taman baca di Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Barat, yang namanya Laskar Baca. Bukan hanya kegiatan perdana SST NTB tapi juga kegiatan pertama saya di Lombok. Berawal dari visi misi kami untuk membuat komunitas yang didalamnya bukan hanya sekedar komunitas namun juga bermanfaat bagi orang lain. Sehingga muncullah gagasan untuk melakukan bakti sosial di Laskar Baca. Dalam waktu yang singkat dan intensitas pertemuan kami yang relatif sedikit (apalagi saya yang jarang kumpul -___-) namun alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar.

Ok, next to the point I would tell you what we did yesterday, a first wonderful day🙂

Kami berencana kumpul di Taman Sangkareang jam 7, biasalah jam karet jadi berangkatnya jam 8.30 WITA. Sebenarnya sudah ada yang berangkat duluan namun saya memilih berangkat akhir karena ya saya juga bingung mau ngapain orang jarang juga ikut kumpul dan saya tidak tau secara pasti bagaimana rundownnya. Sesampainya disana kami melakukan kegiatan sesuai dengan penugasan yang telah dibagi. Saya??? entahlah, yang awalnya disuruh jadi mentor namun karena saya belum tau gamesnya gmn dan pelaksanaannya juga sehingga saya lebih memilih membantu mentor saja😀

IMG-20160424-WA0012

Sumpah dah adeknya gemesinnn, pengen lagi kesana. Waktu itu mas Yogi bilang kami dari Sahabat Sekolah TOEFL, dan mereka tidak jelas gitu ngucapin TOEFL. F kedengeran jadi P, berasa seperti di daerah Sunda, atau memang telinga saya saja yang lagi error.

Nah, waktu games tuh paling seru. Kan dibagi 5 kelompok, ada kelompok yang hiperaktif, ada yang kalem bgt bgt, ada yang mengejek temennya terus, ada yang biasa-biasa saja. Wajarlah ya anak kecil, saya hanya tertawa melihat tingkah mereka. Games paling seru waktu itu menurut saya adalah game bisik-bisikan. Kalimat pertama ‘kakiku kaku karena kena kuku kakekku’. Mereka pada bingung jadi sampai belakang kalimatnya sudah beda. Maafkan kami dek, kalimatnya kepanjangan yah??. Ada games lain juga mindahin karet, terus apalagi ya (maafkan saya yang pelupa ini, hehe). Selanjutnya games edukasi, ada Mas Andri yang mengajarkan games matematika, Mas Heru mengajarkan games kimia fisika, dan sebenarnya ada lagi mb April7 mengajarkan tentang kreativitas membuat origami namun diskip karena keterbatasan waktu.

Game bisik-bisikan
Game mindahin karet
Game Edukasi

Selanjutnya ada cerita motivasi, kami membuat wayang yang menceritakan semangat anak-anak di daerah lereng Rinjani dalam meraih impian mereka. Waktu awal-awal cerita adek-adek Laskar Baca sangat antusias, namun mungkin karena sudah siang sepertinya mereka mulai lelah.

IMG-20160424-WA0022
Pertunjukan Wayang

Next. Acara menuliskan cita-cita. Banyak sekali dari adek-adek yang menuliskan ingin menjadi dokter, guru, polisi. Luar biasa, saya salut dengan semangat mereka yang memunyai cita-cita setinggi itu. Namun, bagaimana dengan semangat mereka dalam merealisasikan cita-citanya itu??? Semoga saja sama bahkan lebih dari semangat mereka dalam sekadar menulis cita-citanya. Dan itulah tugas dan tantangan bagi kami, kita, mereka, sebagai generasi muda untuk selalu menumbuhkan motivasi mereka, untuk menyalakan lilin di tengah gelapnya pendidikan di daerah timur khususnya.

Oh iya ada cerita menarik, waktu menuliskan cita-cita ada adek (lupa namanya) yang suruh nulis dia tidak mau, saya mau nulisin juga tidak mau hanya geleng kepala. Kemudian saya beralih ke adek-adek lainnya yang lagi nulis sambil tanya-tanya gitu, kenapa pengen jadi dokter dll. Eh tiba-tiba adek yang tidak mau nulis tadi nyamperin saya membawa kertas yang telah dia tulis nama dan cita-citanya, langsung deh dengan bahasa sasaknya cerita panjang lebar. Saya yang asli orang Jawa dan belum bisa bahasa Sasak ini ya hanya diam dengan muka bego saya mendengarkan cerita adek tersebut tanpa paham satu katapun. Setelah itu saya tanya pakai bahasa Indonesia, sepertinya dia paham apa yang saya maksud namun dijawab pakai bahasa Sasak lagi. Jadi saya mengira mungkin adek itu belum bisa bahasa Indonesia. Yasudahlah. Refleksi diri untuk saya pribadi khususnya, bagaimanapun juga saya harus belajar bahasa sasak dan menyesuaikan dengan lingkungan baru disini. Bagaimana bisa saya belajar bersama adek-adek disini kalau saya sendiri pun tidak mengerti apa yang mereka maksud😦

Simbolis seserahan sumbangan ke Laskar Baca
Penyerahan hadiah

Selanjutnya ada acara pembagian hadiah dan Foto bersama. Wah adek-adeknya seneng banget waktu bagi hadiah. Apalagi acara yang terakhir yang paling ditunggu adek-adek, pulangggg. Selesai…

================================================================

Hidup serasa lebih hidup ketika saya bergabung dengan Sahabat ST NTB. Ketika saya bisa tersenyum dengan ikhlas tanpa beban, ketika saya tidak lagi ‘malas’ bicara dan tidak lagi diam, ketika saya bisa teriak dan berbagi cerita serta motivasi bersama mereka. Disaat seperti itulah saya merasa nyaman..

Alhamdulillah berasa pulang kembali ke kampus lama dan kampung halaman, Jogja, ketika tak ada lagi diktator dan tekanan seperti di (bukan) kampus yang dulu. Ketika kami saling merangkul disaat ada yang tersandung, bukan malah tambah menjatuhkan. Thanks God for everything❤

❤ Terimakasih Sahabat ST NBT kalian luar biasa, semoga next agenda yang insyaAllah (baru gagasan) di Lombok Timur selanjutnya berjalan dengan lancar❤

Maaf belum bisa aktif ikut kumpul karena keterbatasan waktu dan juga belum bisa berbuat banyak. Apalah saya ini😦

Terimakasih juga teruntuk Laskar Baca yang sudah memberikan banyak inspirasi dan motivasi terkhusus bagi saya untuk selalu semangat dalam hal apapun🙂🙂🙂

Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s