Lombok Bergoyang???

Info Gempa Mag:4.7 SR, 09-Jun-16 09:40:31 WIB, Lok:9.00 LS,115.84 BT (42 km Tenggara KLUNGKUNG-BALI), Kedlmn:109 Km ::BMKG

Info Gempa Mag:4.7 SR, 09-Jun-16 09:40:31 WIB, Lok:9.00 LS,115.84 BT (42 km Tenggara KLUNGKUNG-BALI), Kedlmn:109 Km drskn di Denpasar II-III MMI (II SIG-BMKG) dan Mataram II-III MMI(II SIG-BMKG) ::BMKG

Info Gempa Mag:6.2 SR, 09-Jun-16 11:13:06 WIB, Lok:11.42 LS,116.24 BT (286 km BaratDaya SUMBAWABARAT-NTB), Kedlmn:10 Km ::BMKG

PENJELASAN GEMPABUMI SAMUDERA HINDIA SELATAN LOMBOK 9 JUNI 2016

Hari Kamis, tanggal 9 Juni 2016, pada pukul 11.13.06 WIB, wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,0. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 11,42 lintang Selatan dan 116,18 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 305 kilometer arah selatan Kota Mataram, Lombok, pada kedalaman hiposenter 11 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map), dampak gempabumi ini menimbulkan guncagan pada skala intensitas di Mataram III-IV MMI (II SIG BMKG), Denpasar IV MMI (II SIG BMKG), di Karangkates II MMI (I SIG BMKG), di Bima I-II MMI (I SIG BMKG). Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempabumi.

Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi tektonik dengan hiposenter dangkal di luar zona subduksi (outer rise). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi memiliki mekanisme sesar turun (normal fault). Hasil analisis parameter sesar menunjukkan nilai Strike1=61, Dip1=49 Rake1=-122 dan Strike2=286, Dip2=50, Rake2=-57.

Jika kita memperhatikan letak episenter gempabumi, tampak bahwa pusat gempabumi yang terjadi berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise yang mengalami tarikan pada Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi. Mengingat gaya yang bekerja berupa tarikan (tension) lempeng, sehingga relevan jika mekanisme sumber gempabumi yang terjadi merupakan penyesaran turun.

Patut disyukuri bahwa walaupun gempabumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatan dan kedalaman hiposenternya tidak mendukung terjadinya perubahan dasar laut secara signifikan untuk dapat memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempabumi belum terjadi gempabumi susulan.  Untuk itu masyarakat pesisir selatan Sumbawa, Lombok, dan Bali dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.***

Dr. Daryono, S.Si.,M.Si.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter : daryonobmkg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s