Membelah Selat Lombok

Ceritanya nyusul gih, lihat foto-foto dulu..🙂🙂

**Pengalaman paling berkesan selama perjalanan laut ini adalah ketika saya untuk pertama kalinya bisa lihat langsung ikan lumba-lumba atau hiu atau entah ikan apa muncul ke permukaan laut. Tidak loncat-loncat seperti lumba-lumba di pantai Lovina Bali namun hanya terlihat sirip atas dan sebagian atas badan ikan. Hal yang paling disesalkan yaitu tidak sempat memfoto karena ikannya cepet sekali menghilang (note : foto di atas diambil dari internet, selebihnya adalah dokumen pribadi).

================================================================================

Bandara Internasional Lombok, 04 September 2016

09.34 WITA

Setelah disempat-sempatin baru pulang dinas malam lanjut buat nulis postingan ini entah bagaimanapun hasilnya yang penting saya telah merekam pengalaman perjalanan saya selama di Selat Lombok. Agar suatu saat pengalaman ini tidak menguap begitu saja dan juga tulisan ini sebagai bukti bahwa saya pernah hidup dan blog ini lah saksi bisu catatan perjalanan hidup saya.

Oke next. Sebenarnya sudah lama ingin liburan ke Bali walaupun ini juga sudah ketiga kalinya namun saya tidak akan pernah bosan untuk mengunjungi Bali. Namun untuk kali ini bener-bener persiapannya sangat mendadak hanya beberapa hari sebelum hari H saya baru mempersiapkan cari info destinasi, tempat menginap, dan tentunya jalur perjalanan yang akan saya gunakan. Mencoba pengalaman baru melalui jalur laut tanpa seorang teman pun merupakan suatu tantangan tersendiri bagi saya. Perjalanan seorang diri melalui jalur darat kereta, bis, angkot, dan jalur udara pesawat sudah terlalu mainstream. So I try for the new challenge 😎

Perjalanan ini dimulai pada hari Jumat 26 Agustus 2016 sepulang dinas malam dan tanpa ijin bos (klo minta ijin ga bakalan dikasih). Sekitar pukul 09.00 WITA saya diantar ke Pelabuhan Lembar oleh mb Anggi yang saat itu sedang dinas pagi. Emang sengaja minta tolong mb Anggi supaya ga ketahuan bos kalau saya sedang liburan (anyway yang tau cuma Mb Anggi, Mas Kresna, Mas Haror). Perjalanan BIL – Pelabuhan Lembar memakan waktu sekitar satu jam. Sesampainya di Lembar saya langsung membeli tiket Kapal  Ferry penyebrangan Lembar – Padang Bay yang harganya 40.000 rupiah. Oh ya FYI untuk penyebrangan ini ga perlu kuatir ketinggalan kapal, karena kapal bakal ada setiap jamnya.

Tiket Kapan Ferry penyebrangan Lembar - Padang Bay
Tiket Kapan Ferry penyebrangan Lembar – Padang Bay

Tiket sudah di tangan, saking antusiasnya saya tidak sabar untuk ngebolang sampai-sampai langsung masuk kapal tanpa menyerahkan e-ticket ke petugas sehingga petugasnya pun menghampiri saya.

Next. Naik kapal Ferry untuk kedua kalinya, kali ini berasa beda besaran kapal yang ini daripada kapal Ferry penyebrangan Gilimanuk – Ketapang selain itu juga fasilitas kapal yang lebih oke. Tidak ada aktivitas yang saya lakukan di kapal selain duduk termenung menggalau, wkwkk bah apaan ga gitu juga kali. Waktu itu saya bersebelahan kursi dengan orang asli Bali jadi saya menyempatkan diri untuk mengobrol seputar tempat wisata dan juga kebudayaan Bali. Ini juga pengalaman berkesan bisa berinteraksi dengan penduduk lokal.

Tidak lama setelah saya masuk, kapal pun segera berlayar. This is time for saying good bye to Lembar Harbour in Lombok🙂

Suasana dalam kapal yang lumayan sepi.

20160826_103245
Passing by Lombok Strait by Ferry

You should know wherever we see there is just the beautiful blue ocean. Oh ya saat di tengah selat sempat lihat lumba-lumba yang muncul ke permukaan beberapa keli mengikuti perjalanan kapal. Namun tidak sampai meloncat-loncat seperti di Pantai Lovina Bali, hanya terlihat sirip bagian atas dan setengah badan bagian atas juga. Ini adalah kali pertama saya lihat lumba-lumba langsung di tengah laut.

Kurang lebih 4 jam perjalanan laut akhirnya saya sampai juga di Pelabuhan Padang Bay. MasyaAllah bagus juga pantainya. Dan ini juga untuk pertama kalinya saya lihat pantai dengan air yang warnanya hijau tosca. Heu heu maafkan saya yang kuper (di Jawa belum nemuin sih kaya ginian).

Welcome to Padang Bay Harbour in Bali😎

Sampai di Padang Bay saya langsung mencai mushola untuk menunaikan shalat jama’ Dzuhur dan Asar. Then cari bis menuju Terminal Ubung, namun dikarenakan suasana yang kurang nyaman dengan banyaknya calo akhirnya saya memilih keluar dari Pelabuhan dan mencari Ojek.

Perjalanan Padang Bay – Ubung ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam selanjutnya saya menunggu Raras yang sudah janjian sebelumnya di Ubung.

Selesai🙂

My second story exploring bali >> click here

 

One thought on “Membelah Selat Lombok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s