Sosmed yang ulaulalaa

12424694_333903123446982_522058943_n

BIL, 25 Oktober 2015

23.31 WITA

Assalamualaikum hallooo apa kabar

Anyway mohon maaf kalau postingan saya beberapa minggu ini nyepam bgt pun dengan isinya yang ga enak dibaca juga. Tapi entahlah beberapa minggu ini lagi pengen curhat disini.

Jadi gini akhir-akhir ini saya lebih jarang baca sosial media apalagi instagram, facebook, dan blog, padahal dulu addict banget sama ketiga sosial media tersebut. Saya lebih suka baca broadcast di grup whatsapp mulai dari info beasiswa talk sampai promosi hijab pun saja baca (ini nih yang bikin komsumtif.. haha). Sepertinya sosmed yang satu itu lebih enjoyable dan lebih terasa kebermanfaatannya dari pada sosmed lainnya. Tidak ada maksud apapun, kecuali untuk menghindari baper mode on.

Pada awalnya saya memilih ketiga sosmed tersebut karena ketiganya memunyai manfaat masing-masing. Klo ga ada manfaatnya ga bakalan dong saya addict sama ketiga sosmed itu😀

Facebook. Tujuannya untuk meningkatkan semangat saya dalam akademik maupun karier. Lohh kok bisa?? Bisa dong. Karena selain untuk menghubungkan dengan teman-teman saya juga lebih banyak ngefollow page beaasiswa dan schoolarship catcher yang sudah sukses meraih impian besarnya. Orang besar pastinya yang diposting pun berbobot juga lah ya. Selain itu biasanya banyak juga info-info beasiswa maupun kata-kata penyemangat jadi kalo baca itu jadi ikut terdoktrin semangat gitu. Kalo mereka bisa saya juga harus bisa.

Instagram. Tujuan awalnya untuk meningkatkan spiritual saya. Emang bisa ya?? Bisa lah. Jadi saya lebih suka ngefollow tentang tausiyah Islam gitu. Lebih praktis aja bisa dibawa kemapun dan dibaca kapanpun. Dan yang paling penting ga bikin bosen karena ada gambarnya dan pembawaannya santai ga seserius penulisan di buku walau pada dasarnya materi yang ditulis itu sama. Oh iya saya juga suka lihat video yang lucu-lucu gitu klo lagi jenuh. Biasanya saya buka instagram kalau lagi banyak pikiran atau sebut saja galau.

Blog. Nah klo blog ini lebih ke hobi sih. Saya orangnya suka jalan jadi blog ini sebagai memory perjalanan saya. Selain itu juga karena saya suka nulis sembarang sesuai mood saya saat itu juga, yaa jadinya seperti ini blog juga sebagai tempat curhat juga.

Nah udah taukan kan sekarang kenapa saya suka main facebook, instagram, dan blog.

Seiring bergantinya tahun sejak 2009 ketika pertama kalinya saya membuat akun di sosmed tersebut akhirnya saya pun mulai merasa bosan.  Bukan karena tidak lagi terasa kebermanfaatannya, tapi masalah pada diri saya sendiri yang lebih sering baperan klo baca status teman, apalagi yang sudah wisuda, hikss.

Why???

Kebanyakan dari mereka yang saya follow terutama di facebook sejak beberapa tahun lalu sudah wisuda dan banyak banget foto wisudaan bertebaran di beranda. Duh kalau ngomongin wisuda dibilang sudah ikhlas ya ikhlas tapi kadang hati masih berontak. Yaa gimana disaat teman seperjuangan sudah bikin skripsi saya masih berkutat dengan tahun pertama kuliah. Huhuhuhu. Tapi ketika mereka menjadi job seeker nanti saya alhamdulillah sudah dapat pekerjaan malah udah punya tabungan sendiri, hahaha ketawa jahat, maafkan saya maaf. Semoga kita semua dilancarkan dalam hal akademik maupun karier masing-masing. Aamiin..

Nah untuk yang instagram masih sama sih untuk tausiyah ataupun bacaan yang bermanfaat lainnya namun yang drastis bgt perubahannya dulu itu saya suka lihat video lucu dagelan dan video bayi imut gemesin yang secara otomatis muncul di search. Sekarang yang muncul disearch itu kebanyakan wisuda sama nikah. Wisuda? idem dengan tulisan di atas. Nikah?? hmmm baper? ga juga karena saya punya prinsip sendiri untuk hal tersebut. So what??? saya pun juga bingung. Oh iya ada lagi sekarang sering muncul foto yang menurut saya tidak pantas ataupun tidak sesuai untuk diposting jadi saya lebih sering ngedumel sendiri klo lihat, duh maafkan saya. Ah emang zamannya sudah beda.wp-1477404579626.png

Klo blog masih sama seperti dulu jadi tetep enjoy ga ada masalah dengan blog.

Jadi kesimpulannya setiap sosial media itu pastinya ada dong kebermanfaatannya namun adapula mudharatnya. Lebih berat mana klo dirasa lebih banyak manfaatnya ga masalah tapi sebaliknya ketika mudharatnya lebih banyak pun saya akan membatasi penggunaan sosmed terseebut sesuai dengan tujuan awal saya menggunakan sosmed itu.

Sekian dan terimakasih.

Mohon maaf klo jadi spam beranda.

Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s