Coretan, Lombok

Kondangan Ala Adat Sasak

Jadi kemarin itu sempat datang ke acara kondangan pegawai asal Lombok Tengah. Berhubung ini adalah kali pertama saya datang ke kondangan adat sasak jadi saya excited banget pengen lihat gimana sih prosesinya. Yang ada di benak saya itu ya seperti adat Jawa gitu, ada banyak tamu, terus ada tenda, pengantennya di rias. Nah saya sudah mengisi baterai HP full buat foto-foto entah itu makanan khas Lombok, atau baju adat Lombok, pokoknya yang khas lombok di kondangan itu, terus saya juga ingin foto dengan orang yang pakai pakaian adat Lombok.

Tapi ternyata expetasi saya terlalu jauh, acaranya cukup sederhana. Beberapa orang menggunakan (mungkin) pakaian adat yang saya pun kurang tau namanya apa pokoknya seperti sarung tapi warna hitam untuk laki-laki dan bagi perempuan menggunakan kain istilahnya ‘jarik gendong’ kalau di Jawa.

Sesampainya disana kami bersalaman dengan beberapa orang dan kami dipersilahkan masuk rumah. Di dalam rumah kami mengucapkan selamat kepada pengantin dan memberikan amplop secara langsung. Ini nih yang beda dengan adat Jawa, biasanya kalau di Jawa ada kotak amplop jadi pengunjung bisa memasukkan amplop ke kotak tersebut. Selanjutnya kami duduk lesehan dan disuguhi makan.

Saya kira cukup unik untuk penyajian makanannya. Pertama-tama kami disuguhi makanan ringan yang telah ditata di piring. Masing-masing piring hanya terdiri dari sekitar 3 biji makanan. Selanjutnya piring tersebut ditata di atas nampan besi seperti pada gambar di bawah ini.

wp-1483001457331.jpg

Selanjutnya setelah acara makan makanan ringan ini selesai kami diberi plastik besar. Saya sempat bingung, untuk apa plastik itu masa iya suruh bawa makanan -_- . Eh ternyata beberapa pegawai yang memang asli Sasak memasukkan semua sisa makanan tersebut di plastik dan membawanya pulang. Hahaha, owh jadi seperti itu kultur disini. Sangat beda dengan adat di Jawa, klo di Jawa khususnya daerah saya biasanya mau makan banyak aja riweuh (atau rikuh istilahnya di daerah saya) gitu sama yang punya gawe apalagi mau bawa sisa makanan. Intinya ya makan secukupnya saja. Tapi setiap daerah itu punya kultur masing-masing, maka mari saling menghormati dan melengkapi.

Next makan besar. Kami disuguhi makanan nasi yang telah disiapkan di piring masing-masing. Sedangkan lauknya dipisah dipiring lain untuk dimakan bersama. Lauk yang disajikan ada masakan ayam (seperti ayam penyet), masakan sapi bersantan, sayur nangka, dan sayur apa gitu saya kurang tau (mungkin rawon???). Cara penyajiannya pun sama menggunakan nampan besar seperti penyajian makanan ringan.

wp-1483001318284.jpg

Demikian cerita saya kondangan ala-ala adat Sasak. Thanks for reading.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s