Coretan, Lombok, My Journey

Festival Bau Nyale 2017 || Pantai Seger Lombok

Pantai Seger Kuta Lombok, 16 Februari 2017

Dini hari

Ramenya masyaAllah, ini sudah menjelang pagi yang datang makin banyakkkk

Alhamdulillah wa syukurillah ga nyangka saya bakal dapet kesempatan menyaksikan Festival Bau Nyale yang diadakan sekali setahun di NTB ini. Dari awal saya di Lombok memang ingin sekali menyaksikan festival ini. Namun dikarenakan acaranya dini hari jadi saya tidak terlalu berharap bisa melihat secara langsung. Bisa melihat nyale itu seperti apa aja sudah bersyukur. Alhamdulillah rekan-rekan kantor malah ngajakin nonton. Memang rezeki anak sholehah ahaha.

Malam itu saya baru saja selesai dinas siang dan rencana langsung pulang. Sebelumnya saya iseng (iseng yang serius >.< ) mengajak mereka untuk menyaksikan festival. Namun sepertinya ‘keisengan’ itu hanya sebuah angin lewat saja hingga akhirnya saya memutusnya siap-siap pulang. Waktu saya mengambil motor, ada yang menggil saya menyanyakan jadi ikut ga. Alhamdulillah akhirnya saya kembali memarkirkan motor dan bersiap untuk menyaksikan Festival Bau Nyale.

Kami (saya, Mas Ari, Mb Anggi, Mas Khafid, Mb April, Mas Yudhit) bersama Pak Wildan (security kantor) berangkat dari kantor di BIL sekitar pukul 00.00 WITA menuju Pantai Seger. Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih memakan waktu 45 menit. Sampai di pantai ternyata ramainya masyaAllah seperti ada pameran (iya kali pameran di pantai). Namun masyarakat yang ingin mencari bau nyale belum berdatangan, dan kami baru sadar ternyata kami datang terlalu malam πŸ™„ . Akhirnya kamipun memutuskan untuk menunggu festival dengan tiduran di pinggir pantai beralaskan pasir putih, beratapkan gemerlap bintang, dan alunan deburan ombak 😎 sampai pukul 3 dini hari.

Suasana berburu nyale masih jam 3.20 WITA, belum begitu ramai

Festival bau nyale selain untuk mempromosikan kawasan wilayah selatan NTB (daerah Mandalika Lombok) ternyata juga memunyai cerita adat yang sangat menarik untuk untuk diketahui. Festival yang sudah menjadi tradisi ini dikaitkan dengan cerita Putri Mandalika yang konon diperebutkan banyak pangeran. Sang putri tidak bisa menentukan pilihan dan akhirnya memutuskan menceburkan diri ke laut.

Ini nyalenya

Nyale yang keluar setahun sekali di Laut Selatan Lombok Tengah ini dipercaya merupakan jelmaan rambut Putri Mandalika. Kemunculan nyale ini memang unik. Selama ini nyale muncul setahun sekali di sekitar Pantai Kuta dan Seger pada saat musim hujan. Nyale-nyale selalu muncul dua hingga tiga malam, tepatnya saat sebelum fajar menyingsing.

Uwoooww ada warna hijau, kuning, coklat, dll

Masyarakat setempat meyakini bahwa nyale berhubungan dengan kesejahteraan dan keselamatan. Nyale bisa menyuburkan tanah agar hasil panen memuaskan. Jika banyak cacing yang keluar dari laut, berarti pertanian mereka berhasil. Nyale yang sudah ditangkap di pantai biasanya akan ditaburkan di sawah, bahkan ada yang mengolahnya menjadi santapan dan obat. Hayoo siapa yang berani mencoba olahan bau nyale??

Berikut ini gambaran ‘perburuan’ bau nyale di pantai seger Lombok Tengah :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s