Coretan

Sukses Kuliah, Sukses Organisasi || Dewi Nur Aisyah

(Postingan ini merupakan materi KAFE#7 yang dilaksanakan pada hari Sabtu 15 Juli 2017 jam 20.00 WIB oleh FEB UNS . Supaya lebih bermanfaat, jadi saya share disini. Enjoy it)

Pemateri : Dewi Nur Aisyah

  • Penerima Beasiswa Presiden RI
  • PhD Student at University College London
  • Penulis Buku Awe Inspiring Me dan Salihah Mom Diary

Assalamu’alaykum Warahmatullaah Wabarakatuh untuk teman-teman semua (jawab dalam hati aja ya). Salam kenal bagi yg belum kenal ya 😁

Hari ini saya akan sharing sesuai dgn topik yg diminta oleh panitia, yaitu “Sukses Berkuliah, Sukses Berorganisasi”. Dengan spesifik tema yaitu, “Menjadi Pribadi Muslim yang Ideal (Baik Ngajinya, Baik Prestasinya, Baik Aktivitas Organisasinya)”. Yang saya sampaikan disini murni adalah sharing berdasarkan pengalaman saya pribadi. Yang baik-baik, silahkan diambil. Jika ada yg kurang sesuai, semoga Allah ampuni saya…

Saya awali sharing saya kali ini dengan sebuah kalimat…

IMG-20170715-WA0016

Dan sebelum kita memulai materi ini, coba kita baca sebuah pusi tradisional Afrika ini. Yang mengambbarkan, menjadi apapun dirimu hari ini, kita harus senantiasa BERLARI…

IMG-20170715-WA0015

IMG-20170715-WA0017

IMG-20170715-WA0018

Tema ini mengingatkan saya saat masih menjadi seorang mahasiswa. Dahulu, saya ditakdirkan untuk menjalani S1 di FKM UI, yg merupakan fakultas pilihan kedua sy saat SMPB (zaman dulu namanya masih SPMB ya 😀 ). Dan sebenarnya, sampai saat ini pun, status saya masih mahasiswa 😄

Pertama kali saya mengenakan jaket kuning dan dilabeli sebagai mahasiswa, siswa yg kedudukannya menjadi Maha, saya berpikir, sebenarnya menjadi mahasiswa ini manfaat nya apa sih. Untuk apa qt menjadi mahasiswa? Bisa apa? Dan seberapa besar kebermanfaatannya…

IMG-20170715-WA0019

IMG-20170715-WA0020

Lalu muncul pertanyaan paling klasik, saya harus memilih apa saat menjadi mahasiswa? Akademis atau Organisasi?

IMG-20170715-WA0021

Seingat saya dulu, ada 4 tipe mahasiswa. Ada kupu2, kunang2, kuda2, atau kura2. Mangga dibaca sendiri ya penjelasannya. Kira2 kamu yg mana? *dipikirkan dan dijawab dlm hati aja 😊

Naah… sekarang coba deh qt pikir2 keuntungannya menuntut ilmu apa sih. Yang paling saya pahami, tidak mungkin kita bisa memberi jika tidak memiliki. Artinya, tdk mgkn kita bisa bermanfaat tanpa memiliki pengetahuan atau skill yg dibutuhkan masyarakat. Ini menjadikan kedudukan ilmu begitu tinggi..

Sekarang pentingnya organisasi. Ada sederet manfaat saat qt mengikuti organisasi selagi menjadi mahasiswa ini. Terutama di bidang soft skills. Mungkin saat kuliah blm begitu terasa, tp saat sudah lulus kuliah dan bekerja, akan mulai berasa kebermanfaatannya…

IMG-20170715-WA0022

Jadi pilih yg mana kah?

Kalau saya pribadi, saya akan pilih DUA-DUANYA. Kalau bisa mengambil dua, knp ambil satu saja, itu prinsip saya. Selagi qt bs memaksimalkan potensi qt, mari dicoba dan bekerja sebisa qt..

Dua-duanya

IMG-20170715-WA0023

IMG-20170715-WA0026

Eits.. tapi ada stop pointnya! Hal-hal yg harus qt ingat saat qt mengambil pilihan ini. Yang paling pasti, tanggung jawab dgn pilihan qt. Jangan Baper-an! Lihat teman kupu2 ngiri dan ingin seperti dia jg. Aduh saya capek nih ikut bnyk kegiatan. Ya iyalaah.. kan sdh menjadi pilihan qt utk menjalani kedua hal. Maka wajar jika capeknya double. Lihat teman kunang2 jalan2, ga usah jg baper ngelihatnya. Tanggung jawab dgn pilihan qt, itu kuncinya! Dan percayalah, keberhasilan itu akan berbanding dgn perjuangan. Nanti akan sy kasih contohnya di slide2 berikutnya.

Hal yg tdk kalah penting adalah mengukur kemampuan. Kita mampu mengemban amanah brp banyak. Kalau maksimal sanggup tiga, jangan ambil 5. Karena nantinya ini adalah sumber dilema..

Tadi kita udah bahas pentingnya akademis pun organisasi. Ada satu lagi kuadran yg ga boleh dilupakan, yaitu PRESTASI. Iya, ini akan menjawab pertanyaan mendasar saya, bisa apa sih kita? Prestasi ini bukan ajang membanggakan diri, namun sebuah momen pembuktian bagi saya (utamanya kpd kedua orang tua sy), meskipun saya sibuk dgn kegiatan organisai inta dan ekstra kampus, saya jg masih bisa berkarya. Ini jg bentuk tanggung jawab qt kpd orang tua yg sudah susah payah menyekolahkan qt.

IMG-20170715-WA0024

IMG-20170715-WA0047

Dan saya ingin mengingatkan teman2, menjadi mahasiswa itu MENYENANGKAN! Knp? Krna hanya dimasa ini qt bisa ikut2 konferensi (gratis/dpt subsidi), mengikuti beragam kompetisi (kdg dibatasi kompetisi utk umum, lbh bnyk khusus yg utk mahasiswa), masa dmn qt bisa dapat beasiswa, dsb. Ini merupakan salah satu yg sy sayangkan dgn lulus 3.5 thn, privilege menjadi mahasiswa berkurang 6 bulan, pdhl msh banyak konferensi, workshop, atau kompetisi lain yg bs diikuti..

IMG-20170715-WA0027

Dulu saat menjadi mahasiswa S1, saya terbiasa mengikuti banyak kegiatan dan organisasi. Mulai dari BEM di kampus, grup alumni, sampai yayasan, pun kegiatan2 bakti sosial..

IMG-20170715-WA0028

Ini dokumentasi lain organisasi2 yg sy ikuti saat saya kuliah S1. Kalau boleh jujur, masa hectic saya berada pd semester ke-7. Di saat saya masih harus mengambil 4 sks kuliah, mengerjakan skripsi, magang di puskesmas, dan mengemban 13 amanah di 10 organisasi yg berbeda..

Meskipun begitu, saya ingin buktikan bahwa mahasiswa organisatoris itu bisa jg koq berprestasi. Ini adalah karya tulis ilmiah saya yg pertama saat menjadi mahasiswa, di semester 2 klo ga salah. Dan kami menjadi finalis KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa) saat itu. Ini adalah hasil dari percobaan pertama…

Hingga di percobaan selanjutnya dan selanjutnya, saya mendapatkan juara 1 untuk penulisan ilmiah Olimpiade Mahasiswa Universitas Indonesia

Saat itu sy jg berpikir utk menyeimbangkan otak kanan dan kiri saya, akhirnya saya mengikuti lomba menulis cerpen dan puisi. Dan ternyata, Allah takdirkan saya menjadi juara!

Tahun ketiga kuliah, saya bertekad untuk mengikut kompetisi2 di wilayah internasional. Di percobaan pertama saya, saya ditakdirkan menjadi finalis pd Altech Young Scientist Award

Dan lagi, berkat izin-Nya, tim kami menjadi perwakilan Indonesia di sebuah ajang kompetisi internasional di bidang teknologi. Alhamdulillaah.. hanya syukur yg bs saya panjatkan. Ini akan menjadi pembuktian kpd orang tua saya bahwa saya ttp bisa berkarya..

Pada semester 6, saya mengikuti ajang Mahasiswa Berprestasi, dan Allah takdirkan saya untuk menjadi juara 1 di FKM UI

Semua hal di atas adalah bukti bahwa, keberhasilan itu sesuai dgn besar usaha qt. Tidak mungkin menjadi mapres jika saya kupu2 saja, riwayat organisasi pun diminta. Jadi semua memang harus seimbang kondisinya…

Coba2 diingat perkataan Aldous Huxley ini…

Setelah akademis sudah, organisasi sudah, prestasi sudah, ada satu hal lagi yg tidak boleh terlupa. Iya, yaitu NGAJI! Ngaji ini sangat penting bagi diri saya pribadi. Karena bagi saya, ruhiyah adalah motor penggerak utama saya untuk menjalani kegiatan akademis, organisasi maupun mengukir prestasi

Saya menerjemahkan semua aktivitas atau kegiatan yg saya tempa sebagai… BAHASA SYUKUR. Syukur kpd Allah karena telah memberikan nikmat iman, nikmat sehat, nikmat menjadi seorang muslim. Maka sudah sepatutnya jika saya berusaha untuk menjadi bagian dari orang2 yg akan dibanggakan oleh Nabi-nya, mendapat kedudukan yg spesial di sisi Rabb-nya, berbekal amalan kebaikan yg coba diukirkan melalui setiap lini kehidupan. .

Bukankah Allah sudah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 105, bahwa setiap gerak langkah qt selalu dalam pengawasan-Nya. Sampai kapan qt mau menyia-nyiakan waktu yg sudah diberikan, sedangkan usia qt pun memiliki batasan yg qt tdk pernah tahu kapan. Maka sudah selayaknya bagi qt utk mengukir amal sebanyak2nya di sisi Allah SWT…

Bukankah Allah meninggikan derajat mereka yg berilmu, bahkan menyindir bahwa mereka yg berilmu tentu tdk dapat disamakan dgn mereka yg berilmu. Disitulah kedudukan orang2 ‘alim (berilmu)…

Mohon maaf bila penyampaian materi agak terhambat, 🙏

Itulah sebabnya di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan kata berlomba, bersegera, berangkat dan bekerja. Agar qt tidak menjadi orang2 yg lalai dalam menjalani kehidupannya…

Iya, bukankah umat muslim zaman dahulu disebut sbg “ruhbanun billail, firsaanun binnahar”

Hingga sejarah mencatat kegemilangan ilmu pengetahuan itu berawal dari kerja-kerja umat Islam. Cordoba pun mencatat sejarah kegemilangan ini. Lalu saat ini? Maka benar apa yg dikatakan oleh Syaikh Abul Hasan Ali Al Hasani…

 

Maka tugas qt lah, sbgd muslim pembelajar, untuk kembali membawa kegemilangan ilmu pengetahuan, layak disebut sbg umat yg terbaik yg Allah turunkan..

Oke, qt masuk ke pertanyaan inti. Jadi gmn caranya mba bisa begitu, akademis jalan, organisasi jalan, prestasi pun jalan. Saya bisa bilang bahwa kunci yg tdk boleh dilupa ada DISIPLIN kpd diri qt sendiri. Disiplin kpd prencanaan dan target2 yg ingin qt kejar.

Tips yang pertama adalah menjadikan impian qt tidak sekedar MIMPI namun CITA yang berarti.. Bedanya apa? Orang yg bermimpi masih akan asik dgn bayangannya sendiri, tak berusaha untuk mulai bekerja dan berlari, sdgnkan orangnya yg bercita akan sungguh2 bergerak mewujudkan mimpi…

Tips yg selanjutnya SUNGGUH-SUNGGUH…

Dan TERUS MAJU, pantang mundur. Meskipun berat dirasa, lelah dan penat mengiringi perjuangannya…

Pertanyaan yg paling banyak ditanyakan selanjutnya adalah… bagaimana cara membagi waktu

Cara yg pertama adalah MEMBUAT PERENCANAAN. Lalu buat turunan jadwal hingga harian. Kalau sdh buat jadwal, DISIPLIN dgn jadwal qt.

Yang kedua, ingat2 rumus keberhasilan BERBANDING LURUS dgn perjuangan

Ini adalah ilustrasi gambarannya… usaha minim masa mau hasil maksimal. Apa mungkin sama mereka yg sudah bekerja selama 6 bulan dgn yg bekerja selama 3 bulan?

Yang ketiga, EVALUASI.. Coba direnungi apa saja targetan yg tdk tercapai dan knp itu sampai tdk tercapai. Mereka yg suka mengevaluasi pasti memiliki sikap ke depan yg lebih matang lagi

Mari mulai berani MENGAMBIL RESIKO…

Dan coba evaluasi apa sumber kegagalan qt…

Dan tips terakhir adalah Bagamana Meningkatkan Kapasitas qt…

Ini adalah rangkuman penting dari cara menyeimbangkan antara akademis dan organisasi. Mulai dari biasa menanggung beban, kerja cepat, penguatan keimanan, taat, teguh, ikhlas, cinta sbg semangat kerja, dan siap berkorban…

Jangan lupa tanamkan rasa OPTIMIS…

Dan jangan takut MENCOBA…

Dan teruslah bergerak…

Sudah hampir di penghujung sharing saya.. saya hanya ingin mengatakan…

Waktu akan diperpanjang sampai jam 21.30

Benar qt adalah seorang muslim, jangan pernah jual murah jiwa qt. Jangan jadi bagian mereka yg terlena dan sibuk mengejar dunia. Namun jadilah seorang hamba, yg setiap gerak aktivitasnya hanya tertuju kpd kerihdoan-Nya…

Dan sebagai epilog…

Sekian mungkin sharing yg bisa saya sampaikan hari ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dan semoga bermanfaat. Saya kembalikan lg kpd moderator..

Ok, sekarang langsung ke sesi pertanyaan.

Assalamualaikum saya Raka dari FEB uns. Mau tanya, disamping saya kuliah. Saya juga punya usaha online shop yg mengharuskan tiap hari harus jualan buat uang jajan

Sedangkan saya juga ikut organisasi” untuk menambah pengalaman. Saat saya sedang UKM -an saya meninggalkan penghasilan. Begitu sebaliknya. Yg harus dilakukan apa ya kak

Salam kenal Raka.
Kalau memang ada kebutuhan khusus sehingga harus bekerja utk kuliah, tentu meniadakan kegiatan yg satu dan lainnya diperbolehkan. Kalaupun dikarenakan bekerja ia tdk bisa aktif di organisasi, itu pun tak mengapa. Kalau bisa mengerjakan ketiganya (kuliah, kerja, organisasi) itu akan lebih baik lagi. Lagi-lagi, qt harus bisa mengukur kemampuan diri. Btw, sy jg bukan dr keluarga kaya, sy berasal dr keluarga sederhana. Dulu saya kuliahpun mengandalkan beasiswa (uang SPP aja tanpa uang buku). Dan sembari bekerja. Mengajar les bahasa inggris di sebuah lembaga maupun mengajar privat atau interpreter. Alhamdulillaah… semuanya bisa terlaksana. Jadi ini semua mmg akan kembali kpd kapasitas qt. Insya Allah tdk apa2, selama qt memastikan setiap detik waktu qt berada dlm kebaikan dan mengerja kebaikan untuk-Nya…
Saat S2 pun, saya sempat usaha online shop, yg fan page FB nya dulu sdh sampai 8000. Setelah saya melahirkan, saya berhenti jualan. Jadi memang akan bergantung dr situasi dan kondisi. Dulu saat S1, saat masih single, mmg waktu sy bnr2 digunakan maksimal. Makanya akademis, organisasi, prestasi, ngaji, maupun bekerja masuk ke dalam agenda harian diri. Alhamdulillaah Allah mudahkan..
Jadi silahkan ukura kapasitas diri, jika mmg sanggup menjalani, bismillah… niatkan segala urusan utk-Nya, dan biarkan Ia yg mudahkan setiap urusanmu di dunia…

Assalamu’alaikum saya Beny Dari Univ pgri semarang. Bagaimana sih cara agar Kita bisa istiqomah melakukan kegiatan yg sdh Kita jadwalkan. Terkadang saya sdh menjadwal sedemikian rupa namun ada saja yg membuat jadwal itu terhenti. Dan seringkali juga malas utk memulai kembali. Bagaimana tips nya agar istiqomah. Jazakumullah..

Wa’alaykumsalam Warahmatullah Wabarakatuh

Salam kenal Beny
Pertanyaan lain yg srg muncul adalah ttg istiqomah. Istiqomah utk terus mengerja kebaikan (bertanggung jawab dgn amanah organisasi maupun akademik) di tengah ujian yang pasti akan selalu datang. Menjadi orang yg istiqomah memanglah bukan hal yg mudah, baik istiqomah dalam beribadah, maupun istiqomah dlm kebaikan serta tdk terpengaruh dgn lingkungan sekitar. Kalau saya, kunci istiqomah itu adalah sepenuhnya menghamba kpd Allah, memahami dan mengamalkan syahadat dgn benar. Sedangkan dlm shalat pun qt selalu mengucapkan “Sungguh, hidup dan matiku hanya untuk Allah”, maka ini yg harus qt refleksikan. Kedua, senantiasa berteman dgn orang2 yg dpt mengingatkat qt dan berlomba dlm kebaikan. Baik dlm ibadah, maupun prestasi. Dan ketiga, berdoa sbgmn doa Rasulullaah SAW: “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim).
Ingat juga saat ujian yg datang membuat qt malas utk bergerak ke depan, membuat kata istiqomah goyah dalam hati qt. Saat masa ini tiba, hendaknya qt berkaca kpd akhlaq Nabi Muhammad SAW. Kalau saja Rasulullah menyerah tidak melanjutkan berdakwah di tengah ujian2 berat yg dihadapinya, tidak mungkin Islam akan sampai kpd qt. Kalau Rasul dan Nabi2, pun orang2 mukmin terdahulu sudah pernah diberi ujian yg jauuuuh lebih berat dibanding qt, mengapa qt yg mungkin ujiannya hanya seujung jari kuku mereka sudah mau menyerah. Maka kalimat ini yg selalu sy ingat
“Bertahanlah sebentar lagi… Bukankah demi kebenaran, api dingin untuk Ibrahim dan laut terbuka bagi Musa. Haruskah juga kita tampik kesabaran zakaria? Atau nyata kita sudah bebal seperti Samiri atau setipe dengan Yudas? Duhai diri, beristighfarlah kita.. Dan lihat saja Salman Alfarisi bercumbu dengan siksa dan Mush’ab yang baik mengecup derita, sedangkan kita yang muda tak hadapi seujung jari kuku dari ujian-ujian mereka…”
Selanjutnya ttg malas. Menghilangkan rasa malas adalah dgn kembali mengingat motivasi. Jika motivasi qt benar dan lurus karena-Nya, Zat yg kekal keberadaannya, maka tak ada alasan utk patah semangat dlm perjalanannya. Kalau motivasi qt goyah krna dunia, bisa jadi qt akan lebih mudah menyerah dlm prosesnya. Maka luruskan kembali niat qt, agar Allah menjadi tujuan dan Zat yang menguatkan di saat kelemahan atau kemalasan datang…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s