Meraih Asa di Negeri Paman Sam || STEM Education

WhatsApp Image 2018-03-14 at 19.55.04.jpeg

(Postingan ini merupakan hasil online talk melalui WhatsApp, semoga bermanfaat  Semangat meraih mimpi !!)

Pemateri :

  • Pujiati Sari
  • sal: Palu, Sulawesi Tengah
    Univ S1: Universitas Tadulako
    Jurusan: FMIPA
    PRODI: Pendidikan Matematika

    Kak Puji adalah…
    – Awardee LPDP Afrmasi Prestasi
    – Mahasiswa S2 di STEM Education, The Ohio State University, USA
    – Alumni Jenesys, Japan 2015
    – Alumni ISIC London 2013

    Motto ka Puji:
    Tak ada kata menyerah hingga titik darah penghabisan. Man jadda wajada!

Assalamu’alaikum sahabat semua dari Sabang sampai Merauke. Sebelumnya perkenalkan saya Pujiati Sari. Biasa dipanggil Puji. Orang Sunda tapi tak bisa berbahasa sunda hehe, karena lama menetap di kota Palu (Sulawesi Tengah). Sejak umur 5 tahun, saya bersama keluarga saya bertansmigrasi dari Tg Priok Jakarta ke Palu. Jangan tanya perbedaannya. Pindah ke Palu itu di zaman tahun 1995an itu serasa tinggal di Mars haha, karena apa-apa susah. Gak banyak transportasi, panas-gersang, dan serasa hidup serba susah di sana. Tapi sekarang kota Palu sudah menjadi lebih baik.

Lanjut. Saya menyelesaikan SD sampai kuliah S1 di kota Palu. S1 saya di Universitas Tadulako jurusan Pendidikan Matematika. Saat ini, saya hanyalah mahasiswa berotak biasa-biasa saja tetapi sangat beruntung, bisa mendapatkan kesempatan dari Allah untuk belajar di salah satu universitas terbaik di Amerika, The Ohio State University (ranking 72 se-dunia menurut EHE 2017) di jurusan STEM Education, spesialisasi Pendidikan Matematika (kuliah S2). Jika tak ada hambatan, insya Allah saya lulus di bulan Mei 2019. Saya mendapatkan beasiswa LPDP untuk bisa kuliah di OSU ini. Ini adalah rejeki yang amat luar biasa dari Allah karena tanpa perantara LPDP mana mungkin saya bisa kuliah di kampus mahal dengan total biaya kuliah sebesar 1M untuk 2 tahun studi.

❣❣❣Sistem Pendidikan di Amerika 🇺🇸

Generally…

Secara general, saya akui bahwa sistem pendidikan di Amerika jauh lebih baik dari Indonesia. di Amerika tidak ada istilah “Ujian Nasional (UN)” karena setiap negara bagian (State) punya kebijakan masing-masing. Mereka tidak mempunyai standar kurikulum (kayak di Indonesia). Meskipun demikian, inovasi dan perbaikan dari pmerintah dan para ilmuan terus dilakukan untuk pendidikan USA yang lebih baik.

💛Pendidikan di Sekolah💛

di Amrik, ada sekolah swasta dan juga sekolah negeri. Sekolah swasta di USA tidak berarti jauh lebih baik dari sekolah negeri. Jadi bisa saja sekolah negeri jauh lebih baik. Nah, sekolah negeri semuanya gratis dari tingkat SD sampai SMA. Semua orang didorong untuk mengenyam pendidikan minimal hingga SMA. Ada hukuman loh kalo nggak berpendidikan. Ada hukuman buat orang tua yang anaknya nggak sekolah. Mau tahu apa? ORANGTUA AKAN DIPENJARA kalo anaknya nggak sekolah. Itu sangsinya. Jadi orang tua selalu push anaknya untuk sekolah. *Udah gratis, jangan males-malesan ah. hehehe…

Sejak TK/SD, siswa dilatih untuk beropini secara tulisan maupun verbal. Tidak ada JAWABAN yang salah. Tak ada kata-kata “Jawaban kamu salah”, “BODOH!” apalagi “GOBLOK lu!” yang keluar dari mulut guru-guru sini hehe. Mereka selalu bilang “It’s interesting!”, “Good”, “That’s right”.

Saya pernah masuk di kelas SD kelas 6, dan semua dari mereka berani mengemukakan pendapat tanpa rasa malu, padahal di kelas ada profesor dari OSU. Siswa2nya kritis-kritis dan cerdas-cerdas. Gak ada tuh siswa yang pendiam, semuanya cerewet. Mungkin lebih cerewet dari saya. hehe..

Di kelas, jika saya bandingkan dengan sekolah di Indonesia, kurikulum SD di Amerika itu lebih mudah. Sehingga lebih enak untuk dijelaskan sesuai real life. Guru-gurunya selalu mengajar dengan menggunakan alat peraga/media pembelajaran, dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-sehari. Sebagai contoh, ketika mereka belajar materi tentang “probability”, siswa-siswanya diajak main basket, untuk melihat peluang dan kemungkinan seseorang untuk memasukan gol bola basket. Di sini juga, siswa diizikan pakai kalkulator, bahkan saat ujian.

Di Tingkat Kampus 💞💞💞

Tak semua warga amerika mengenyam pendidikan di universitas loh. Apa sebab? karena biaya kuliah di sini cukup mahal. Selain itu, S1 di sini juga sibuk kayak S2. Gak ada tuh kuliah santai2an kayak di Indonesia. Hari-hari makanan kami adalah “bacaan jurnal” hehe. Dan kami harus bisa ngasih masukan atau cari tahu apa kekurangan jurnal itu.

Untuk mendapatkan nilai A di Amerika itu mudah loh. Asal rajin dan tepat waktu tuk ngumpul tugas. Kata temen sih, lebih mudah dapetin nilai di sini, dibandingkan dengan Univ di Australia (*Ada temen yang S2nya di Australia, dan S3nya di Amrik).

Selain itu, sistem pendidikan di Amrik lebih menekan pada “Proses” bukan “hasil”. Jadi tiap sebelum kelas di mulai, mahasiswa sudah harus membaca bahan materi yang akan diajarkan, dan menuliskan reading reflection atau mampu berdiskusi di kelas. Mereka inginkan, materi yang diajarkan lebih meaningfull/berarti bagi mahasiswanya. Mereka menekannya “belajar karena kamu suka belajar” bukan belajar untuk sekedar mendapatkan nilai yang bagus. Ini yang saya suka dari sistem pendidikan di Amerika.

😍😍😍Suka-duka menjadi seorang Muslim di AMerika🧕🏻👳‍♂

Saat masih di Indonesia, saya berasa was-was untuk tinggal di Amerika. Namun ketika tiba di Amerika, dan hingga detik ini saya selalu bertanya2 dan tak percaya “Apa betul ini Amerika? Biasa aja tuh. Hehe”. Nggak wah banget juga, nggak kecewa juga.

Menurut saya, Amerika itu negara yang tak beridentitas. tapi semua negara bisa mempresentasikan ciri khasnya. Ibarat sebuah pameran, wadahnya itu negara Amerika, tapi produknya bisa macem-macem. Di sini, rajanya “FREEDOM”. Kebebasan dijunjung tinggi di negeri ini. Uniknya, bahkan ada WC khusus di OSU untuk yang tidak tahu dirinya berjenis kelamin perempuan atau laki-laki (Questioning, yang masih dipertanyakan). Juga para penyandang cacat, diperlakukan seperti raja, dapat santunan dana bulanan dari pemerintah.

Menjadi muslim di Amerika, itu gak ada dukanya hehe. Saya merasa bebas saja, berjilbab dan memakai baju gamis. Malahan harus PD nunjukin identitas muslim kita, sebagai ajang dakwah juga. Mereka itu gak akan pandang apa agamamu, atau dari mana asalmu, tapi yang dilihat itu apa kamu bisa dipercaya? Oiya sedikit cerita, tingkat trust di amerika itu rendah. American gak mudah percaya sama orang baru. Mereka akan percaya setelah yakin kalo kamu orang baik.

Muslim Amerika

Sejauh ini, american sudah cukup familiar dengan islam sejak kejadian 11/9 dulu. Di sini alhamdulillah banyak warga atau mahasiswa/i muslim dari berbagai negara seperti Palestina, somalia, mesir, Maroco, Afrika, yang mana mereka lahir di amerika sejak kecil atau dari lahir, dan mereka telah menjadi warga tetap di sini. Setiap berpapasan dengan muslim, sangat mudah bagi kita untuk mengucapkan “Assalamua’alikum” meskipun kami tidak saling kenal.

Masjid/Musholah di AMerika

Di OSU, yang saya ketahui, ada 2 tempat yang biasa dipakai shalat. Biasa juga digunakan untuk ngadain kajian keagamaan. Selain itu buat shalat, saya biasa juga menggunakan ruang kelas yang kosong atau mungkin di taman. Orang sini, gak peduli! Let u pray, as long as kamu nggak ganggu privasi orang lain. Seperti itu lah kira-kira.

Seputar makanan halal

Ini susah-susah gampang. Tapi sejauh ini cukup mudah untuk mendapatkan makanan halal. Disarankan untuk makan di restoran halal 100%, karena kadang ada satu tempat yang mereka jual misalnya burger halal, tapi dagingnya digoreng bersamaan dengan daging babi. Nah, ini sebisa mungkin harus dihindari. Kalo masih bisa diusahakan dapat 100% makanan halal (halal saat pemotongaan hingga disajikan), nah ini harus tetap dijaga. AGar Allah ridho, dan mempermudah kita dalam menuntut ilmu dan mempermudah urusan2 kita di negeri orang.

Tingkat diskriminasi/kriminal

Kata orang, masih ada diskriminasi di sini. Tapi sejauh ini saya tak pernah mengalami hal ini. Alhamdulillah.

Tingkat kriminal juga termasuk tinggi karena di sini penapan (gun) itu dilegalkan hehe. Tapi gak usah takut. Insya Allah aman. Asal kita mampu menempatkan diri. Selalu waspada setiap saat. Jangan waspadanya ketika sudah ketiban sialnya hehe. Misalnya kalo keluar malam tidak lebih dari jam 10 malam, dan tidak keluar sendirian di tengah malam. Atau jangan melewati jalanan yang sepi. Kunci pintu dan jendela rumah. Saat ini emang ada beberapa tindakan kriminal terjadi, makanya harus tetap waspada. Soalnya di sini banyak pendatang baru. Entah di Indonesia, Amerika atau di mana saja, harus tetap waspada.

💪🏻Tips Memenangkan Beasiswa LPDP 🙌🏻

Jika kamu baru sekali atau dua kali gagal dalam meraih beasiswa, jangan langsung menyerah. Ada orang loh, yang berhasil setelah mencoba 13 percobaan. Ada yang lolos nanti 10 tahun kemudian. Hehe ini lama banget. Ya, tapi intinya harus tetap dijaga semangatnya.

❣ Tips mendapatkan beasiswa apa saja, tapi khususnya beasiswa LPDP itu…

1)Apalagi sekarang semakin hari semakin ketat saja persaingan di beasiswa LPDP, kalian harus membuat daftar (Ngelist);

“APa yang berbeda dari anda?”
“Kenapa anda harus terpilih?”

Kalo anda tak punya kelebihan atau tak PD dengan kemampuan diri sendiri, jangan harap deh menangin beasiswa apa pun. Kehebatan di sini bukan sekedar nilai IPK yang tinggi loh, tapi rata2 beasiswa melihat poin kepemimpinanmu, dan kepribadianmu

2) Saran sih, siapkan diri untuk bisa punya skor TOEFL minimal 550. Kalo belum sanggup? Yaa mulai sekarang hari-hari belajar TOEFL ITP dulu. COba2 ikut tes prediksinya.

Saya akui bahwa salah satu kekuatan untuk bisa kuliah di LN itu punya sertifikat TOEFL iBT atau IELTS. Kalo sudah punya itu, kuliah di OXford / Harvard pun POSSIBLE! asal kamu punya skor minimal standar mereka hehe.

2) Jangan lupa untuk gabung di grup beasiswa baik online maupun nyata. Ini juga membantu untuk menjaga motivasi teman-teman. Aku dulu sudah gabung di milis beasiswa sejak kelas 2 SMP loh, saat dimana internet dan warnet baru booming2nya di kotaku…hehe

3) Harus siap berkorban waktu, uang dan pikiran.

Jangan kira coba sana sini beasiswa itu gak berkorban apa-apa. Kamu harus cukup dana. Harus pinter nabung atau kerja part time untuk bisa ikut tes TOEFL juga. Harus nyempetin dan rajin dftr beasiswa apa saja. Ngisi aplikasinya yang kadang ngeboringin. Yaa tapi harus dicoba. Setiap peluang yang ada harus dicoba….

Maaf aku cuma ngasih tips LPDP aja. Selebihnya nanti silahkan ditanyakan yaaa..atau jangan lupa didownload panduan LPDP, dan jangan lupa dibaca. Hehe…Budayakan membaca dulu, baru bertanya 🙂

Meskipun kalian mungkin masih siswa SMP atau SMA, mulai dari sekarang penuhi persyaratan beasiswa. Rajin2 baca panduan beasiswa. Rajin2 baca kisah pemenang beasiwa. Aku dulu suka baca cerita di sini http://motivasibeasiswa.org/ atau baca cerita beasiswa LPDP https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/cerita-generasi-pertama-penerima-beasiswa/

TANYA JAWAB

Kalau baca deskripsi sistem pendidikan di US, yang ada di pikiran cuma “Kereen ya sistem pendidikan di sanaa”. Tapi ada wiseword kalau ‘…no matter how good you are, there are always room for improvement.’ Yang ingin saya tanyakan, menurut kak Puji, adakah hal yang bisa dikritisi dari sistem pendidikn di sana? Sisi mana yang seharusnya bisa diimprove?

Good question. Sengaja gak aku kasih kekurangannya, biar ada yg tanya hehe…

Kekurangannya:

1) Terkadang bahasan materi di kelas, apa yang mahasiswa/siswa opinikan terlalu ngalor ngidul istilahnya. Mereka membhas terlalu menjangkau luas, yang terkadang poin utamanya gak kena,,,Juga terkadang teori kuat, tapi ada beberapa hal yang implementasinya belum maksimal.

2) Meskipun kampus di sini kelas internasional, tapi hanya 10% mungkin kita akan membahas atau membandingkan dengan negara lain. Mereka dosen2 sini juga, gak pada ahli gimana pendidikan di luar Amerika. Mereka punya kelas internasional hanya saja karena masiswa mereka beranega ragam (diversity).

Sejauh ini, hanya itu yang saya tahu…

Masa perkuliahan di LN yang saya rasakan cukup berbeda dengan perkuliahan saat S1 dulu di tanah air. Bahkan bisa dibilang berbeda dari apa yang saya bayangkan ketika sudah akan berangkat kuliah, dalam konteks saya, berangkat ke Australia. Bagaimana cara kak Puji bertahan dan terus berusaha selama perkuliahan di Ohio State University?

Sedikit curhat, dulu saya hampir dipulangkan ke Indonesia sama dosen pembimbing saya. Entah itu bercanda atau serius. hehe *Jangan bilang siapa2 yaa wkwkwk.

Sebab saya kesulitan untuk mengikuti perkuliahan di sana. Saya belum terbiasa dengan sistem di AMerika yang serba “cepat”. Ibaratnya, saya belum pantas menjadi mahasiswa S2 di luar negeri. Saya Tapi syukurnya, di semester pertama, dosen2 di sana very friendly bagi mahasiswa internasional. Mereka beri kemudahan buat mahasiswa asing di semester pertama. Mereka ngizinin saya untuk ngumpul tugas lelet2…Jika di awal2 dulu saya baca 1 jurnal bahasa inggris makan waktu sampe sehari, nah sekarang saya bisa baca dimaksimalkan selama 3 jam saja…Dulu saya tidak tau strateginya gimana, nah skrg ke sini2 sudah paham.

Tips dari saya:

1) Setiap ada tantangan, harus dihadapi dengan kepala dingin. Harus n=disharing dgn teman2 mhswa indo di amerika juga. Ada beberapa temen yang ikut bantu saat itu.

2) Setiap ada tugas, harus ngumpulin tugas. Sejelek apa pun itu, dosen tetap hargai hasil karya kita. Jangan nihil.

3) Selalu ingat perjuangan dulu, dan bandingin dengan sekarang. Betapa beruntungnya saya, dan byk org2 di blkg saya yg menginginkan posisi saya saat ini utk bs sekolah di LN. Jadi harus dimaksimalkan belajarnya. Meski lambt, tpi hrs ada progress

4) AKu selalu nelpon ortu. Tanya kabar mereka. Meski mereka gak tahu kalo aku itu sempat stress juga kuliah di sini, tapi mendengar Ibu cerita via telpon, buat aku semangat lagi utk belajar.

Ingat, skor IELTS 6.5 atau TOEFL Ibt 80, atau TOEFL itp > 550 itu sebetulnya belum menjamin kamu bisa bertahan kuliah di LN…Jadi sebaiknya skornya di atas itu

teman2 saya yg dri india, rata2 skor TOEFL ibt mreka 100 atau IELTS 7, sebab sejak S1 mreka sdh pake buku bhs inggris dan pengantar bhs inggris…

Ini yg membuat mhswa indo CIUT utk kuliah di LN…

Kuliah di Luar negeri itu aslinya tak seindah foto-foto yang terpublish di sosial media, tak seindah saat berpose memakai jaket tebal dengan background salju. Tak seindah itu kawan! Aslinya sangat berat! Bagi orang AMerika, orang2 yang mampu di S2 itu termasuk orang yang hebat dan pintar. Sebab, orang Amerika sendiri ada yang tak kuat dengan hiruk pikuk akademiknya. Kemarin aku nonton kembali film “3 IDIOT” yang fenomenal itu. Ada poin penting yang kita harus ingat kembali. Pertama, “Don’t chase success, but do everything excellently”. Yang artinya, jangan fokus mengejar sukses, tapi lakukan lah yang terbaik dalam melakukan apapun, termasuk dalam belajar. Do your best. Jika kamu lakukan dengan sebaik mungkin, insya Allah sukses akan menghampirimu. Kedua, Jangan belajar hanya karena ujian atau ingin mendapatkan nilai yang bagus, tetapi belajar lah karena kamu suka. Jadi belajar dengan sepenuh hati, cari cara agar satu materi betul2 kamu pahami dengan baik. Jadi lah yang expert di bidangmu masing2. Insya Allah kesuksesan akan menghampirimu. Yang terakhir, keep your dream! Ingat, Allah itu tidak pernah tidur! Tetap usahakan dan berdoa kepadaNya, insya Allah apa yang kita cita2kan segera terwujud 😊😊😊

Wassalamu’alaikum dan Good night,

Salam dari kota Columbus, Ohio….

terima kasih jg semua, jgn lupa add iq kak puji wkwk
@pujimustbebetter

dan baca2 cerita ka puji slma di ohio: www.pujiatisari.wordpress.com

1) Zara Paradita- Kekuatan terbesar apa yang membuat kk terus bertahan di rantau orang sebagai pejuang ilmu serta bisa menjadi inspirasi hebat hingga saat ini. Lantas, apakah yg kk jadikan sebagai dreaming canvas kk, hingga Allah wujudkan mimpi-mimpi kk?

Saya percaya bahwa Allah itu beri kita hidup itu hanya sekali, jadi harus berarti. Jangan disia-siakan. Ketika kalian sering dengar, banyak di luar sana yang sudah tua menyesal karena masa mudanya dilalui dengan maksiat atau mungkin biasa saja. Saya tak mau seperti itu. Saya lebih baik menyesal dari muda. Yakin saja, apa yang kita tanam di masa muda, di masa tua kita akan menuainya. Kalau diberi umur panjang, hidup selama sekitar 50-60 tahun itu teramat singkat, jadi jangan disia-siakan, jangan hanya seperti air mengalir. Harus punya tujuan yang jelas. Kombinasikan tujuan / kebahagiaan di dunia untuk capaian impian di negeri akhirat.

Yang menjadi pondasi kakak hingga Allah wujudkan mimpi-mimpi kakak yaitu YAKIN 100% sama Allah kalo semua itu akan terwujud, entah cepat ataupun lambat. Ingat, Allah itu mengikuti prasangka hambanya. Kalo kamu yakin 100% pasti bisa, atas izinNya juga pasti bisa. Sebagai contoh, sekitar 8 tahun yang lalu saya yakin bisa ke Amerika suatu saat. Saya hanya yakin itu bakalan terwujud cepat atau lambat. Keyakinan saya itu kadang bikin “ngeri” saya sendiri. Dan pada akhirnya bertanya-tanya pada diri sendiri, “yakin lo bisa ke Amerika?” “yakin lo bisa ke Amerika?” “yakin lo bisa ke Amerika?” tapi suara Malaikat di dalam diri saya, hehe mengatakan, “yakin aja Ji sama Allah. Doanya dikencengin. Apa sih yang nggak mungkin buat Allah?” Dan saya tak pungkiri kekuatan doa + mimpi yang selalu saya minta sama Allah pada akhirnya terwujud. Padahal hampir tak ada lagi harapan untuk ke USA.

2) Dewi Wulandari- Assalamualaikum . mba puji, mohon maaf, apa benar setelah LPDP banyak lulusan lpdp yg menjadi bingung mau lanjut kemana atau berkarir seperti apa? Dan yg kedua, bagaimana cara bertahan hidup di luar negeri, apa dana beasiswa cukup memenuhi kebutuhan sehari hari atau ada baiknya kita kerja part time ? 😁😊 maturnuwun

I could say, yes or no. Sebetulnya pekerjaan itu banyak sesudah pulang ke Indonesia, tapi kalo gengsinya para alumni terlalu tinggi maka dia merasa malu kalau dapat kerjaan yang gajinya kecil. Nah jadi banyak alumni yang memilih berkarir di LN atau di Jakarta. Saya pribadi ingin juga kerja di LN tapi hanya setahun atau 2 tahun gitu, supaya teori + prakteknya bagus. Terus kembali ke Indonesia deh.

Insya Allah dana beasiswa LPDP cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan berlebih dan bisa dikirim ke Indonesia buat ortu atau saudara kalo kalian jadi tulang punggung bagi mereka. Akan tetapi sebaiknya dicek kembali kota2 yang akan menjadi rencana studi kalian. Rata2 kalo kuliah di Newyork USA atau London UK, karena kota besar yang biaya hidupnya mahal jadi kadang uang beasiswanya pas-pasan atau bahkan kita harus nombok. Jadi pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

3) WH – Pertanyaan dari Adit kak : essay buat persyaratan LPDP biasanya mencakup apa? Manakah sebaiknya yang harus dilakukan, apakah mendaftar beasiswa terlebih dahulu atau mendapatkan LOA?  Apakah besiswa LPDP wajib memiliki pengalaman organisasi? Kalo tidak ada bagaimana?

Pertama, Poin-poin esai ada di panduan LPDP yaa dek, silahkan dibaca 😊 karena lebih lengkap di situ.

Kedua, Mana-mana bisa. Tapi saya sarankan untuk punya LoA dulu. Para pendaftar beasiswa yang selangkah lebih maju dari pendaftar yang lainnya biasanya lebih dipertimbangkan karena mereka lebih SIAP.

Ketiga, iya wajib ada minimal satu. Kalo tidak ada, sebaiknya kamu gabung di organisasi dulu. Gak mesti jadi ketua, anggota juga bisa kok. Gak mesti organisasi kampus, organisasi luar kampus kayak RISMA juga bisa kok. Pengalaman organisasi sangat penting loh untuk penilaian kepemimpinan.

4) Huriah – assalammualaikum kka puji saya ingin bertanya seputar:

1. Bagaimana tips dan trik membuat essay untuk beasiswa lpdp agar di terima tim penyeleksi

2. Bagaimana bisa mendapatkan LOA dari pihak kampus yang ada di Amerika

1) Tipsnya :

a) Menulisnya pake hati 😊 Paparkan panjang lebar your own story. Gimana perjuanganmu untuk kuliah, kehidupan di keluarga, dan pengalaman2 organisasi dan pengalaman2 yang berkesan yang lainnya. Buat tulisannya “menyentuh” para pembaca. Sedikit heroic atau mendratisir itu boleh agar tulisan jadi menarik.

b) Harus jelas rencana masa depannya. Kontribusi apa yang akan dilakukan. Gak mesti harus yang “wah”. Gak mesti bilang, ketika pulang saya ingin menjadi Menteri/presiden. Tapi paparkan mulai dari yang kecil tapi nampaknya besar buat masyarakat. Misalnya, ketika pulang, saya ingin buat “Rumah Baca untuk para disabilitas”, atau “pemberdayaan wanita korban kekerasan” dll

b) Jangan lupa untuk cari “proofreader” yang bisa ngasih masukan ke esaimu yaa.

2) Buka website kampus, dan biasanya ada menu “apply” to future student. Tiap website beda-beda dikit lah. Coba browsing 100 website kampus top Amerika. Ka Puji dulu kayak gitu. Dan memakan waktu hingga 2 bulan hehe. Sekalian pelajari persyaratan2 yang mereka minta. Jangan lupa juga untuk ngemail administratornya atau dosen di kampus tersebut. Biasanya mereka ngasih arahan step by stepnya. Tanya aja gpp. Mereka biasanya seneng, Kalo Bahasa inggris masih pas-pasan, tenang, kan ada google transtool hehe

5) Stella Grace – Kak Puji, saya mau tanya, apa di Amerika di perbolehkan kuliah sambil bekerja? Atau sama hal nya dengan pendidikan di Singapore yang mengutamakan pendidikan terlebih dahulu sehingga tidak diperizinkan kuliah sambil bekerja? Trimakasih sebelumnya kak

Di Amerika boleh bekerja. Maksimal 20 jam perminggu. Dengan gaji sekitar $9-$10 per jam. Lumayan kan? Hehe.

Tentang pengalaman bekerja saya di USA, bisa di baca di blog saya: https://pujiatisari.wordpress.com/2018/02/03/kuliah-dan-nyambi-kerja-di-amerika/

6) Anam – Mohon maaf mbak puji. Saya anam. Disini saya mau tanya. Bagaimana kak puji menyesuaikan diri disana? Terkait  dengan berbicara sehari-hari dengan full english. Kemana-mana pakai english. Apa sebelum kesana(ke LN) ada les/bimbingan bagaimana cara hidup di amerika?

Terima kasih

Kemampuan speakingku gak bagus juga. Dan tak jadi masalah besar sebetulnya kalo kita ngomong masih terbata-bata atau masih salah2 grammarnya. Tapi yang jadi kelemahan terbesarku adalah di Listening. Gimana mau ngomong ke mereka kalo saya gak paham apa yang mereka bilang? Di 3 bulan pertama, listeningku parah banget, tapi alhamdulillah sekarang sudah rada bagusan hehe…

Gak ada les tentang culture Amerika, sejauh ini saya Cuma nonton di Youtube dan tanya awardee yg sekarang kuliah di Amrik juga

7) Raudatul Munawwarah- Saya sangat termotivasi saat pemaparan materi oleh kak puji tadi😍.. yg ingin saya tanyakan yaitu mengenai penyesuaian budaya di Amerika kak. Karena seperti yg kita ketahui, budaya di Amerika itu berbeda jauh dari di Indonesia kan kak😂, hee mulai dari makanan pokoknya sampai aturan norma-norma yang berlaku disana. Biasanya kalau dari cerita yang saya dengar dari orang-orang yang pernah berkuliah di Amerika, mereka pernah mengalami ‘culture shock’ atau keterkejutan budaya saat masih awal pertama datang ke sana. Apakah kak Puji juga pernah ngalamin hal demikian kak? dan bagaimana kak puji menyikapi masalah culture shock tersebut? Thanks kak🙏😊

Untuk shock culture, kak puji tidak mengalami hal itu. Yang kak Puji alami adalah Shock academic. Kaget ngikutin system perkuliahannya. Sebagai contoh, di semester pertama, saya gabung di satu mata kuliah yang mana pesertanya mahasiswa S3 semua. Jadi kalo mata kuliah umum gitu. Ada dimana kemungkinan S1, S2 dan S3 bertemu. Tapi entah kenapa saat itu Cuma saya dan mahasiswa S3 yang lainnya. Jadinya saya Cuma clingak clinguk di kelas. Mereka bahasannya teoritis dan filosopi sekali.

8) Resita Arya Kumala- Kak, bagaimana prosedur pendaftarannya? Apakah daftar di universitas dulu, baru daftar beasiswanya atau bagaimana? Lalu apakah beasiswa tersebut dibatasi oleh jurusan tertentu atau tersedia untuk semua jurusan? Kebetulan sayaa kuliah di bidang kesehatan, dan rasanya jarang ada beasiswa untuk jurusan kesehatan tapi saya berharap ada 😂. Terima kasih kak puji

Coba cek pertanyaan no.3 dek. Ini sama yaa.

Beasiswanya tersedia untuk semua jurusan kok untuk LPDP. Silahkan pelajari panduan LPDP yaaa. Download di google.

9) Inara Yunita- Assalamualaikum.. Kak puji. Terimakasih untuk materinya..

1. Saya mau bertanya kak.. Kakak kan dulu s1 ambil prodi matematika tu.. Kan banyak sih kak menurut anak anak kalau matematika itu susah emang iya.. Nah pada saat lulus s1 mau cari beasiswa s2 apalagi LPDP tuh kak yang katanya susah kalau boleh tau dulu kak puji dari waktu lulus s1 nunggu waktu berapa lama untuk bisa tembus beasiswa LPDP s2 nya kak. Dalam hak belajar nih kak kita pasti merasa jenuh dan capek apa kakak puji ada motivasi tersendiri untuk membangkitkan semangat untuk mengejar s2 saat mengalami down atau malas saat belajar nih kak.. Apalagi harus belajar matematika nih dalam kuliah kakak plus bahasa inggris juga sebagai bahasa harian.. Apalagi buat yg merasa down kak untuk yg lagi kuliah s1 pas ditengah semester kita merasa salah ambil jurusan tuh.. Jadi kayak gak ada semangat kan buat lanjut kuliah padahal kalo lihat yg nempuh Pendidikan s2 itu berat dan butuh perjuangan keras juga.. Apa motivasinya kak..

2. Dalam mecari beasiswa LPDP yang katanya susah ini ya kak.. Selain harus mempersiapkan TOEFL, kan katanya sa essai juga kan untuk bisa dapat beasiswa nya nah biasanya Esai nya itu seperti apa kak.. Mungkin kakak bisa bantu dulu dari pengalaman yg mungkin kriteria nya hampir memenuhi dan kemungkinan bisa dapat beasiswa nya..

Mungkin itu saja dari saya.. Terimakasih untuk jawabannya

1) Kak Puji S1nya bukan Matematika murni yaa, tapi yang Pendidikan. Pendidikan matematika. Jadi lebih banyak belajar ilmu psikologi Pendidikan matematika.

Ka Puji S2 setelah 5 tahun selesai S1. Iya lama sih. Soalnya belajar Bahasa inggrisnya yang lama. Dan baru dapat LPDP.

Jika kamu merasa salah jurusan, tapi memang dari awal jurusan itu yang kamu pilih. Sebetulnya itu bukan salah jurusan. Tapi kamu belajar tidak dengan totalitas. Ingat, belajar bukan sekedar mendapatkan nilai dan ijazah, tapi karena kita suka belajar. Cari cara gimana supaya materi yang dipelajari bisa mudah untuk dipahami.

Untuk membangkitkan semangat, yang kak Puji lakukan yaitu:

a) memotivasi orang. Hehe. Biasanya suka posting di fb / ig menyemangati orang lain, tapi padahal aslinya buat nyemangatin diri sendiri 😊

b) Perbarui mimpi atau capaian jangka pendek dan jangka panjang minimal sebulan sekali

c) Nonton video motivasi di Youtube

d) Baca Novel2 motivasi kayak Ahmad fuadi, Andrea Hirata dll

e) Ketemu dengan teman2 seimpian.

f) Selalu optimis bahwa untuk menjadi seorang pemenang, kita perlu melewati rintangan2. Itu ujiannya. Kalo kamu gak bisa hadapi, berarti kamu KALAH! Kamu gak pantas jadi the WINNER!

2) Bisa dicek jawaban no. 4

10) Gerphil Flores-Pertanyaan dr saya mbak. Mbak Puji Sempat mau di pulangkan oleh dosen pembimbing karena lelet di bandingkan mahasiswa/i lainnya. Lalu bagaimana cara mbak puji sehingga bisa bertahan sampai selesai ?

Pertama, lengkapi semua tugas2 kampus. Saya berusaha kumpul tepat waktu meskipun karya saya mungkin tak sebagus teman2 yang lain. Kedua, saya coba pelajari gimana strategi agar bisa membaca cepat tapi tetap memahami materi kuliahnya. Itu banyak di Youtube, teman2 bisa pelajari juga seperti Teknik skimming dan scanning. Ketiga, Tiap hari saya dengerin radio Amerika untuk mengasah kemampuan listening saya. Ke empat, karena apa yang kita pelajari di buku atau di internet terkadang lebih sulit di dunia nyata, makanya saya mengambil keputusan untuk bekerja part time. Alasan utama saya karena saya ingin ningkatin kemampuan listening saya. Karena saat interaksi di kelas sangat terbatas, sedangkan saat bekerja. Itu lebih optimal karena saya dengerin banyak instruksi. Tentang pengalaman bekerja saya di USA, bisa di baca di blog saya: https://pujiatisari.wordpress.com/2018/02/03/kuliah-dan-nyambi-kerja-di-amerika/

11) Yulva-Bagaimana cara utk bisa menemukan ‘Hal Spesial’ dri diri sendiri kak,  sejujurnya saya masih bingung utk menilai diri saya,  saya merasa belum memiliki hal spesial yg patut saya banggakan untuk diterima beasiswa,  saya termasuk mahasiswa yg biasa saja,  tidak punya prestasi, Saya masih bingung kak pujii.. bagaimana cara nya saya bisa menemukan ‘hal spesial’ itu sehingga pantas untuk menerima beasiswa…??

Dan bagaimana cara untuk terus konsisten dalam rencana yg telah kita buat,  terkadang bnyak sekali rintangan yg menghambat tercapainya rencana yg membuat saya jdi down…

Berharap pencerahan dari kak pujii,, 

Hal special itu berkaitan dengan hobi atau kebiasaan kita. Misal kalo kamu hobi makan, berarti ada kemungkinan kamu bisa mengasah kemampuan di bidang masak-memasak. Itu memang tidak terjadi dengan sendirinya. KAMU HARUS BERLATIH! Selagi muda, makanya setiap kesempatan itu dicoba. Ikut berbagai organisasi, pelatihan gratis, seminar2, lomba2, diskusi2, kajian2, yang semuanya itu hari perhari bahkan tahun per tahun, seiring berjalannya waktu, kamu akan pahami ooo ini sepertinya bakat kamu. Terus gali potensi kamu. Potensi tidak datang dengan sendirinya, tapi telah diasah bertahun-tahun. Potensi terkadang berkaitan dengan hobi, sesuatu yang kamu lakukan dengan penuh suka cita meskipun gak dibayar. Ingat yaaa, jangan jadi orang pemalas. Kalau kerjanya Cuma uring2an di Kasur, ngelamun dan galauan, yaaa mana mungkin bisa temukan potensimu. Kamu harus banyak aktivitas, dan optimis.

Ingat, seorang penulis hebat sekelas Asma Nadia, dia mulai jadi penulis tetap nanti ketika berumur 27 tahun. Itu terbilang lambat, tapi dia yakin dia bisa. Hingga pada akhirnya sekarang yaa mungkin umur 40 tahun sudah jadi penulis hebat. Jadi kamu belum terlambat untuk mewujudkan cita-citamu. Ingat juga, setiap orang punya kelebihan! Jangan mau kalah sama hewan hehe.

12) Yusuf-Kak yg sy ingin tanyakan pertama terkait seputar sistem pendidikan di Amerika. Apa data menunjukkan warga yg kuliah lebih banyak daripada mereka yg sampai hanya di bangku sekolah?

Terus apa profesi mereka dan bagaimana masyarakat di sana memandang mereka yg hanya mengenyam pendidikan sampai SMA dan tdk kuliah?

Apa ini sdh dua pertanyaan ya? 😅

Ka Puji belum punya data itu dek. Tapi di sini banyak juga yang Cuma sampe kayak D1 atau D2 gitu. Bahkan Cuma lulusan SMA. Alasannya kenapa? Mereka berpikir, ngapain sekolah kalo toh gaji gak beda-beda amat. Ehehe…

Lagi pula mahasiswa Amerika sini kalo kuliah itu ngutang (istilahnya pakai loan). Mereka mandiri, tidak minta2 ke ortu lagi. Tapi habis lulus harus bayar utang2 itu plus bunganya. Jadi rugi juga menurut mereka.

Di sini, biar Cuma lulusan SMA, tapi gajinya tinggi. Memang lebih tinggi yang punya gelar S1 atau S2 tapi gak jauh berbeda.

13) Sasi Dewiati-Membaca dari pengalaman kak puji dan sistem pendidikan di Amerika kelihatannya sangat menarik, yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang membuat kak puji memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan di Amerika dibandingkan di Indonesia, padahal kak puji mengetahui bahwa biaya pendidikan diluar negeri sangatlah mahal ?

Pertanyaan kedua:

Kira2 apa yang menyebabkan penerapan pendidikan di Amerika lebih bagus dibandingkan di Indonesia ?

Iya biaya kuliah di Amerika sangat mahal, itu kenapa kak puji usahakan dapat beasiswa LPDP dulu. Alhamdulillah kuliah gak mikirin biaya kuliah lagi, tinggal belajar yang rajin. Alasan kak Puji milih Amerika karena rata-rata jurusan Pendidikan sains yang bagus itu di Amerika. Apalagi banyak ilmuan / dosen Indonesia lulusan dari OSU. Dan lagi pula, kurikulum Indonesia, sebagian besar mengikuti systemnya Amerika. Jadi lebih baik belajarnya langsung di Amerika. Dan benar saja, di sini sangat bagus jurusan pendidikannya. Di OSU yaaa…..

Selanjutnya, yang membuat pendidikan di Amerika lebih unggul:

– Dukungan fasilitas internet, online discussion 24 jam, dan integrated online learning memungkinkan siswa dapat mengakses materi kuliah, silabus, nilai, jurnal dll dengan mudah. Rata2 fasilitas ini ada di negara maju.

– Anak2 dilatih untuk PD dengan jawaban mereka sendiri, dan tidak menyontek

– Semua orang bekerja dan belajar dengan totalitas dan sungguh2. Nggak ada yang males-malesan!

– Semua orang diberi kesempatan untuk Berjaya dan sukses. Tak memandang warna kulit, agama dll.

14) Kharyanti-pertanyaan sya apakah kak puji pernah mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran selama study di US karna menggunakan bahasa inggris yg fasih dan cepat ☺☺ maaf pertanyaan sy kaya gini

Ya tentu. Tapi sebetulnya itu lumrah di 3 bulan pertama. Karena apa yang kita pelajari secara teori terkadang tak sesuai realita. Dan lebih sulit di dunia nayatanya. Hehe… SIlahkan baca jawaban No.10

15) Wahyu Gaman-Assalamualaikum… Kak puji yang sangat menginspirasi 😍

Saya ingin bertanya. Menurut kk apakah kita bisa melanjutkan kuliah dengan jurusan yang berbeda? Saya sedang kuliah S1 jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Apakah saya bisa melanjutkan S2 jurusan Psikologi? Dan bagaimana lpdp menanggapi hal ini?

Sangat bisa dan memungkinkan. Asalnya harus ada benang merah, antara jurusan S2 dengan pengalaman kerja atau rencana masa depan kamu. Jangan kamu pilih jurusan Psikologi hanya karena sekedar suka atau hobi saja. hehe

16) Hesti- Dulu, saya sempet daftar KGSP (Korean Government Scholarship Program) 2018, pada bulan September 2017. Dan alhamdulillah dikasih kesempatan buat coba lagi tahun depan :’) .

Moment menunggu, saya isi dengan coba ngikut BDGS (Brunei Darussalam Government Scholarship) 2018, Februari 2018. Dan alhamdulillah juga dikasih kesempatan buat coba lagi karena skor TOEFL yang kurang :’).

Tapi, In shaa Allah… kalo masalah SEMANGAT malah bertambah.

In shaa Allah bakalan apply scholarship yang lainnya 🙂

Intinya,

“Berdoa dan Usahakan yang terbaik, namun juga jangan lupa untuk bersiap yang terburuk”

Selama kita berharapnya ke Allah, kita gabakal kecewa. Karena pada akhirnya, apa yang kita dapet nantinya, pasti bakal jauh lebih baik dari apa yang kita pengen. 🙂

Banyak kisah ‘coba lagi’, ada yang 13x, bahkan 118x (Sering baca kisah ‘coba lagi’, hehe) . Dan saya ga pernah merasa ‘gagal’, saya anggepnya ‘coba lagi’, karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kita menyerah dan tidak mau untuk berjuang kembali. :’)

Itu curhat kak, hehe

 Dan pertanyaan untuk ka Puji, bagi “trik” ‘rahasia’ dong kak. Pasti ada hal yang khususon dilakuin sama ka Puji, tapi engga sama orang lain. ^^

Terima kasih,

Jazakillah

Pertama, Kalau saya selalu muliakan orangtua. Terutama IBU. Dan terkadang malah Ibu saya suka puasa, dhuha atau shalat malam ketika saya sedang ujian atau bertepatan dengan hari kelahiran saya. Kenapa harus muliakan IBU? Karena saya belajar dari saudara2 saya, ada yang tipe suka “membangkang/melawan” hingga hidupnya selalu susah. Tapi ada yang penurut dan suka nyenengin ortu, hingga rejekinya ngalir terus. Nah, ayo mulai sekarangan muliakan orang tua. Dan jangan lupa minta doa restu dari mereka yaa….

Kedua, berbaik sangka sama Allah. Yakin 100% sama Allah. Ngerengeknya sama Allah aja. Aku biasanya shalat Dhuha.

Ketiga, jangan pelit ilmu. Berbagi pengalaman ke orang lain. Insya Allah, Allah beri jalan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih “wah” lagi.

17) Desy Alhasyah-Pertanyaan saya

1. Bagaimana tips memilih jurusan yang tepat sesuai dengan bidang ahli atau linear dg jurusan waktu s1? Sedangkan kita masih bingung mencari kampus  tujuan (LN) yang termasuk peringkat terbaik pada jurusan yg ingin kita pilih?

2. Saya sharing dengan mahasiswa yang berkuliah di Jerman, beliau bisa bekerja sambil kuliah sebab perkuliahan s2 tidak sesibuk s1 dulu (mungkin hanya pandangannya heheh). Tentunya di amerika berbeda dg di Jerman, seperti lebih di sogokan dengan jurnal2 internasional. Jika ada tugas penelitian, atau kelapangan adakah kesulitan bagi mahasiswi Muslimah. Apakah ada yang bercadar? Jika ada bagaimana penerimaan masyarakat disana (berhubung dikampus saya kemarin lg viral ttg wanita bercadar yang ‘hampir’ dilarang krn hal ttt) sedangkan di negara sekuler cadar malah tidak dilarang.

Terimakasih ☺☺

1) Coba kembali ke pertanyaan no.4 bagian kedua. Ka Puji dulu abisin waktu selama 2 bulan untuk baca2 silabus jurusan. Linear atau tidaknya bisa ketahuan saat baca deskripsi silabus mata kuliahnya. Kalo belum jelas silabusnya, bisa kontak bagian univ. Kalo mau jujur, emang kita gak bisa mengharapkan banyak bantuan dari para alumni atau agen beasiswa. Kamu hanya akan tahu kulit luarnya aja. Emang sebagai seorang pemburu beasiswa, kamu harus AKTIF MENJEMPUT BOLA. CARI TAHU SENDIRI. Sebab efeknya lebih ngena. Dan day by day, kamu bakalan paham sendiri bedanya apa antara satu jurusan dengan jurusan lain. EMang di awal2, ka Puji juga bingung. Tapi lama2 paham sendiri setelah survey website mereka.

2) Di kelas Amerika, cadar diizinkan kok. Di kampusku nggak ada mahasiswa bercadar, Cuma jilbab hitam panjang. Tapi di kampusnya temenku di Illinois ada beberapa temannya bercadar, Dan itu fine2 saja. Mereka mengutamakan “FREEDOM” kok, selagi itu nyaman dengan bercadar, ya dipake saja. Cuma mungkin pas di bandara, ada kemungkinan mereka minta pengecekan. Dan lagi pula di visa Amerika, wajah harus terlihat.

18)Huda-

Assalamualaikum kak puji…

Saya mau tanya kak.. alangkah baik manakah kuliah di dalam negri dulu atau langsung kuliah di luar negri??

Dan bagaimana cara kita mempertahankan semangat kita dalam meraih impian2 kita kak?? Gimana caranya agar bisa berbahasa inggris dengan fasih dalam waktu singkat kak puji.. ala kak puji

Kalau bisa S1 langsung di luar negeri itu luar biasa. Tapi Ka puji pribadi gak ngotot harus S1 di LN. Soalnya kalo mau S1 di LN harus prepare dari kelas 1 SMA. Ada temen yang ngotot S1nya di LN, eh malah udah 2 tahun gak kuliah-kuliah S1. Rugi juga kan umur? Nanti malah lupa materi SMA yang buat modal S1. Hehe. Jadi mending S1 di dalam negeri. Lagi pula beasiswa S1 itu tidak sebanyak beasiswa S2.

bagaimana cara kita mempertahankan semangat kita dalam meraih impian2 kita kak?? Ini sama dengan jawaban di pertanyaan no.9…Silahkan dicek yaaaa.

Mengenai agar bisa berbahasa inggris dengan fasih dalam waktu singkat, ini ka puji juga belum lancar2 amat sih ngomongnya wkwkwk. Ingat, belajar Bahasa itu butuh proses. Ka Puji kalo ditotal2 habis 2 tahun untuk mendalami IELTS dan TOEFL. Sudah pernah baca tulisan kk yang ini belum? Dibaca yaaaa.

https://pujiatisari.wordpress.com/2017/07/14/tips-mendapatkan-skor-ielts-min-6-5-dan-toefl-itp-550/#more-3632

19) Naufal Kurniawan-assalamau alaikum mb puji. kreteia dan kata-kata kunci essay LPDP apa saja nggih Mb, tip wawancara dan FGD sebagai bekal april dibukanya lpdp ini mb ? bagaimana management waktu mb puji sampai ngatur meraih mimpi, dan amalan apa yang mungkin di lakukan mb puji untuk biasa sebagai penguatan rohani ?

Ini sama dengan pertanyaan no.4 yaaa. Silahkan dicek.

Ka Puji pernah nulis panjang lebar tentang esai, wawancara dan FGD di blog ka Puji. Cob abaca: https://pujiatisari.wordpress.com/2016/05/12/lpdp-love-story-my-second-attempt-to-defeat-lpdp-scholarship/

Management waktu: Ka puji buat catatan harian, apa yang urgen dilakukan hari ini dan apa yang tidak terlalu urgent. Di-list target harian, bulanan dan tahunan.

Ka Puji biasanya suka dengerin motivasi atau ceramah2 via Youtube, kayak Ust. Salim A.fillah, Ust.Hanan Attaki, Jamal Azzaini. Shalat dhuha, dan tilawah.

20) Ditri-Asslamualaikum kak. Sy ditri. Sebelumnya terima kasih motivasinya. Rasanya jadi on fire lagi ngejar beasiswa lanjut kuliah. Hehe. Pertanyaan 1. Kak berapa lama persiapan untuk IELTS nya kakak? 2. Kak minta tips dan trik menaklukan TOEFL/IELTS ala kak Puji .

Persiapan IELTS selama 6 bulan. Tapi total belajar Bahasa inggris memakan waktu selama 2 tahun hehehe iya lama banget kan….

Ini tips untuk para pemburu beasiswa. Kalo belum baca, silahkan dibaca. Ini tulisan kaka tahun lalu. https://pujiatisari.wordpress.com/2017/07/14/8-kesalahan-besar-menjadi-scholarship-hunter/

Juga baca tips menaklukan TOEFL/IELTS ala ka Puji. Di sini ehehe https://pujiatisari.wordpress.com/2017/07/14/tips-mendapatkan-skor-ielts-min-6-5-dan-toefl-itp-550/#more-3632

21) Muhammad Nur Syamsu- Mungkin untuk tampil percaya diri itu tidak semua orang bisa melakukannya kak. Saya mengalami hal tersebut. Ketika pada saat perkuliahan sedang berlangsung di kelas. Mungkin bagi sebagian besar orang menganggap bahwa memberikan pertanyaan kepada dosen itu bukanlah suatu hal yang penting, dalam arti lain banyak yang menganggap remeh. Tetapi, bagi saya hal tersebut merupakan sebuah langkah awal yang bagus bagi kita untuk berani tampil percaya diri dan berbicara di depan banyak orang. Nah, saya sendiri kak terkadang masih memiliki keraguan dalam meberikan sebuah pertanyaan. Keraguan tersebut datang karena mempunyai pikiran bahwa apa yang saya tanyakan mungkin tidak penting bagi teman2 saya atau yang mendengarkannya. Lalu bagaimana cara kita untuk menghilangkan pikiran dan keraguan tersebut?

Karena bagi saya, berani tampil PD di depan umum itu akan menjadi sebuah investasi yang baik bagi kita untuk bisa melanjutkan S2 di luar negeri nanti kak.

Terimakasih

Wassalamualaikum wr. wb. 😊

Saya itu sama kayak kamu, Dek. Dulu awalnya pemalu sekali. Iya tapi apa yang saya lakukan sama kayak kamu juga. Saya usahakan bertanya ke dosen meskipun terkadang belum ada pertanyaannya di otak. Haha. Jadi, dalam 30 menit nyari2 pertanyaan gitu. Supaya tidak kelihatan bodoh, yaaa kita mesti baca-baca dulu dikit materinya atau kaitan dengan isu yang terjadi di Indonesia saat ini. Bisa kan langsung googling 😊

Kalo di LN mah, sebetulnya gak ada namanya pertanyaan yang bodoh atau gak penting. Dosen semuanya respect. Karena siswa datang ke kelas untuk belajar. Tapi rata2 mahasiswa sini datang ke kelas tidak dengan kepala kosong. Sebab diwajibkan baca materi/jurnal dulu.

Keep bertanya di kelas yaaa, coz itu bagian dari mengasah kemampuan critical thinking,

22) M Nafi’udin Zakaria- Saya M.Nafi’udin saya mau tanya dulu pertama kali kakak meyakinkan diri buat ambil kuliah di luar negeri itu bagaimana,?? Terus kenapa yang di pilih Amerika bukan negara lain,??

Karena Ka Puji belajar dari orang2 Indonesia hebat lainnya. Mereka belajar pada yang ahlinya, gak pandang gurunya agama apa. Yang jelas mereka ahli pada ilmunya. Nah itu yang harus kita usahakan. Dan juga berpikir, dunia itu luas, kalo Cuma diabisin waktu Cuma di Indonesia, kita gak akan belajar banyak. Bahkan ketika kita berada di luar Indonesia, kita akan belajar bagaimana mencintai Indonesia dari luar negeri. Hehe

Lanjut. Pilih Amerika awalnya karena ka Puji ingin cari tahu bagaimana kehidupan muslim di Amerika. Dan kenapa Amerika mesti diidentikan dengan negara Yahudi, padahal di Amerika juga banyak muslimnya. Ingin merasakan kekuatan super power Amerika.

Ingin ke Amrik, sebab ingin berjumpa dengan minoritas muslim di sana. Ingin belajar dari mereka dalam menerapkan teori damai yang selama ini ku pejari. Ingin temukan puing-puing sejarah islam di sana, seperti yang pernah diumbar dalam novel Bulan terbelah di Amerikanya Mbak Hanum dan suami. Saya ingin menjadi icon muslim yang cakap menjelaskan kenapa dalam islam begini dan begitu.

Saya tak pernah sedikit pun takut untuk ke sana. Apa yang dikatakan oleh media yaang jelek2 tentang islam dan muslim dan perlakuan terhadap muslim, seperti diskriminasi, jujur saya tak sepenuhnya percaya. Berita itu tak kan membuatku mundur untuk ke sana.

Saya tau bahwa media hanya memboomingkan saja dan terkadang hanya mengalihkan kebenarannya. Dan ternyata benar saja, ketika tiba di sini, kehidupan pada muslim juga aman2 saja. Di berita tentang kekerasan Donal Trumpt dll, terkadang itu Cuma dilebih2kan saja. Aslinya biasa aja.  Selain itu, saya  juga ingin ke sana sebab pendidikan Indonesia berkiblat pada pendidikan Amerika. Bukannya kalo belajar harus pada ahlinya? Dan sebisa mungkin dekat dengan sumbernya bukan? Saya juga ingin ke sana sebab aku ingin merasakan American dreams. Ya… saya ingin merasakan kebebasannya orang Amerika. Gimana sih freedom ala mereka. *freedom dalam hal positif ya.

23) Yayan Setiawan- Terimakasih atau waktu yang diberikan. Ijin bertanya ini soal mimpi, apakah mimpi harus ditulis? sedangkan Banyak ada juga orang sukses padahal mereka tidak menulis mimpinya.

Tidak wajib untuk ditulis. Tapi sebaiknya ditulis. Karena lebih terencana. Rata2 orang sukses punya perencanaan yang baik untuk masa depannya.

Sebaiknya ditulis, sebab juga kita bisa terus mengingatnya dan mengusahakannya untuk terwujud.

Advertisements

3 thoughts on “Meraih Asa di Negeri Paman Sam || STEM Education

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: